Biaya pendidikan melangit rakyat menjerit

Biaya pendidikan melangit rakyat menjerit




Oleh : Siti Mardhiyah, S.M
Pendidik dan pemerhati remaja


Menyaksikan berbagai fakta didunia pendidikan diwarnai dengan beberapa fenomena yang membuat rakyat tercengang, salah satunya  pro dan kontra setelah terpilihnya menteri pendidikan baru yang merupakan bos Go-jek Nadiem Makariem.
Program yang sering di gaungkan oleh menteri-menteri yang lalu adalah melahirkan generasi siap kerja, alhasil dengan terpilihnya Nadiem makariem semakin mengukuhkan hal tersebut.  

Diluar dari itu biaya pendidikan semakin tahun semakin melangit bukan hanya untuk pendidikan level atas namun juga dari level bawah, Taman kanak-kanak di salah satu TK internasional jakarta  biaya spp pertahun mencapai 334 juta (sumber : jouska_id).

Untuk dapat memasukkan sekolah yang biayanya menggunung para orang tua harus mulai memutar otak, pada satu sisi orang tua mengharapkan anak-anaknya mendapatkan pendidikan terbaik namun  disisi yang lain pundi-pundi yang harus dikeluarkan juga tidak sedikit.

Alhasil untuk masyarakat yang tingkat perekonomiannya biasa saja memilih  memasukkan putra-putrinya ke sekolah yang standar dengan biaya terjangkau asal dapat menempuh pendidikan formal, hingga mengesampingkan kualitas dan output yang dihasilkan dari sekolah-sekolah pilihannya.

Saat ini kondisi masyarakat banyak yang sadar jika pendidikan adalah basic needs, namun disaat yang bersamaan mereka harus berjuang dan mengorbankan banyak hal untuk bisa memenuhi kebutuhan dasar tersebut.
Pendidikan sama pentingnya seperti sandang dan pangan yang wajib  dipenuhi oleh setiap masyarakat tanpa melihat suku, ras, agama, budaya serta status sosial.

Setidaknga 20% APBN telah dianggarkan untuk pendidikan, namun entah mengapa potret pendidikan kita masih jauh dari kata memuaskan.
Lebih memprihatinkan lagi jika biaya itu melangit sementara kondisi masyarakat menjerit dan terjepit karena meningginya biaya pendidikan.

Masyarakat menaruh harapan besar pada pendidikan untuk mencetak generasi kompeten dan berkarakter, namun jika menilik biaya yang sangat mahal maka tidak semua masyarakat mampu menyenyam bangku pendidikan yang layak.

Didalam islam orang  berilmu sangat dimuliakan bahkan dalam Al-qur'an disebutkan Allah akan mengangkat derajat orang  yang beriman dan berilmu. 

Negara wajib mengatur segala aspek yang berkenaan dengan sistem pendidikan bukan hanya mengatur tentang kurikulum, akreditasi, metode pengajaran, bahan ajar namun juga mengupayakan agar pendidikan didapatkan dengan mudah dan murah bahkan gratis.

Berdasarkan sirah Nabi saw. dan tarikh Daulah Khilafah Islam (lihat Al Baghdadi, 1996), negara memberikan jaminan pendidikan secara gratis dan kesempatan seluas-luasnya bagi seluruh warga negara untuk melanjutkan pendidikan ke tahapan yang lebih tinggi dengan fasilitas (sarana dan prasarana) yang disediakan negara. Kesejahteraan dan gaji para pendidik sangat diperhatikan dan merupakan beban negara yang diambil dari kas Baitul maal (kas negara). Sistem pendidikan bebas biaya tersebut berdasarkan ijma’ shahabat yang memberi gaji kepada para pendidik dari baitul maal dengan jumlah tertentu. Contoh praktisnya adalah Madrasah Al Muntashiriah yang didirikan khalifah Al Muntahsir di kota Baghdad. Pada Sekolah ini setiap siswa menerima beasiswa berupa emas seharga satu dinar. Kehidupan keseharian mereka dijamin sepenuhnya oleh negara. Fasilitas sekolah disediakan, seperti perpustakaan beserta isinya, rumah sakit, dan pemandian.

Media pendidikan adalah segala sarana dan prasarana yang digunakan untuk melaksanakan program dan kegiatan pendidikan. Setiap kegiatan pendidikan harus dilengkapi dengan sarana-sarana fisik yang mendorong terlaksananya program dan kegiatan tersebut sesuai dengan kreativitas, daya cipta, dan kebutuhan. Sarana itu dapat berupa buku-buku pelajaran, sekolah/kampus, asrama siswa, perpustakaan, laboratorium, toko-toko buku, ruang seminar -audiotorium tempat dilakukan aktivitas diskusi, majalah, surat kabar, radio, televisi, kaset, komputer, internet, dan lain sebagainya.

Pada masa sekarang jika kekayaan Sumberdaya Alam dikelola Negara dengan benar maka bukan tidak mungkin sistem Pendidikan islam dapat diterapkan menggantikan sistem pendidikan sekuler saat ini.
Previous Post
Next Post

post written by:

Cerdaskan Umat, Raih Kebangkitan!

0 Comments: