Uighur Dan Ukhuwah Islamiyah yang Gugur

Uighur Dan Ukhuwah Islamiyah yang Gugur




Oleh : Vini Yustia Rahmatunnisa

Belum kering air mata untuk saudara kita di Palestina, belum berakhir cerita penderitaan saudara kita di Rohingya, Kashmir dan Syam, sekarang kita mendengar suara jerit tangis muslim Uyghur yang sedang dibantai besar-besaran oleh pemerintah China.

Penindasan dan pembantaian kaum muslim di Uyghur sebetulnya bukan hal yang baru terjadi, namun karena sepinya pemberitaan membuat banyak orang tidak menyadari dengan apa yang terjadi di sana. Dunia pun seolah bungkam seperti tidak mau tahu dengan dalih, "ini adalah urusan internal kebijakan China".

Walau 22 negara ternyata telah menyatakan sikapnya menentang kebijakan China soal penempatan kaum minoritas muslim melalui surat yang ditujukan kepada Dewan HAM PBB. Namun itu tidak memberikan pengaruh, karena selang beberapa hari muncul surat yang ditandatangani 37 negara berisi pembelaannya terhadap China. 

Fakta yang lebih mencengangkan adalah  22 negara yang menunjukkan sikap menentang terhadap China itu adalah negara dengan minoritas muslim. Sedangkan 37 negara yg menyatakan pembelaannya terhadap kebijakan China adalah negara mayoritas muslim termasuk di dalamnya Arab Saudi. Sisanya termasuk Indonesia di dalamnya, memilih untuk abstain atau tidak akan mengambil sikap.

Hal ini dipertegas Subdir Hak Sipil dan Politik, Dirham dan kemanusiaan Kementerian Luar Negeri Indonesia, Indah Nuria Savitri. Dikutip dari ........, ketika ditanya mengenai adanya laporan soal pembantaian tersebut, menyatakan Indonesia juga turut mendapat pengaduan mengenai banyak hal dalam isu ini. "Tapi, posisi Indonesia tetap mengedepankan apa yang sudah dilakukan pemerintah China itu sendiri. China memiliki kewajiban untuk menyelesaikan isunya," ujarnya.

Sementara itu, ketika disinggung mengenai apakah Indonesia menolak atau mengamini laporan tersebut. Indah mengatakan bahwa dalam hal ini Indonesia tidak dalam posisi membantah, dan tidak dalam posisi menerima. 

Padahal sudah seharusnya umat Islam sadar bahwa penderitaan saudara mereka muslim Uighur, Palestina, Syam, Kashmir dan lainnya menjadi derita bagi muslim lainnya di seluruh dunia.
"Perumpamaan kaum mukmin dalam sikap saling mencintai, mengasihi dan menyayangi, seumpama tubuh, jika satu anggota tubuh sakit, maka anggota tubuh yang lain akan susah tidur atau merasakan demam.” [HR. Muslim]

Sayangnya kondisi muslim saat ini bagai buih di lautan, banyak tapi tidak punya daya dan upaya ketika saudaranya menderita. Muslim satu sama lain terhalang sekat-sekat negara sehingga sulit untuk membantu menyelesaikan masalah ini hingga tuntas dan tidak berulang. Lantas apa yang bisa menyatukan muslim di seluruh dunia, hingga menjadi solusi untuk negara muslim yang menderita lainnya?

Nabi shalla-Llahu ‘alaihi wa Sallama, bersabda:
‎إِنَّمَا الإِمَامُ جُنَّةٌ يُقَاتَلُ مِنْ وَرَائِهِ وَيُتَّقَى بِهِ فَإِنْ أَمَرَ بِتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ وَعَدْلٌ كَانَ لَهُ بِذَلِكَ أَجْرٌ ، وَإِنْ يَأْمُرُ بِغَيْرِهِ كَانَ عَلَيْهِ مِنْهُ [رواه البخاري ومسلم]
“Sesungguhnya seorang imam itu [laksana] perisai. Dia akan dijadikan perisai, dimana orang akan berperang di belakangnya, dan digunakan sebagai tameng. Jika dia memerintahkan takwa kepada Allah ‘Azza wa Jalla, dan adil, maka dengannya, dia akan mendapatkan pahala. Tetapi, jika dia memerintahkan yang lain, maka dia juga akan mendapatkan dosa/adzab karenanya.” [Hr. Bukhari dan Muslim]

Dalam hal ini pemimpin diibaratkan sebagai junnah atau tameng. Dimana dia berperan mencegah musuh Islam menyerang (menyakiti) kaum muslim. Mencegah masyarakat, satu dengan yang lain dari serangan. Melindungi keutuhan Islam, dia disegani masyarakat, dan mereka pun takut terhadap kekuatannya. Kekuatan ini bukan hanya pada pribadinya, tetapi pada institusi negaranya. 

Kekuatan ini dibangun karena pondasi pribadi dan negaranya sama, yaitu akidah Islam. Maka selama dia seorang muslim, dimana pun dia berada, tanpa terhalang sekat-sekat negara, sang junnah akan melindunginya sesuai dengan yang Allah SWT perintahkan. Dan bersatu memperjuangkan junnah atau perisai untuk melindungi muslim di seluruh dunia menjadi satu-satunya solusi yang bisa dilakukan umat muslim saat ini.
Previous Post
Next Post

post written by:

Cerdaskan Umat, Raih Kebangkitan!

1 komentar:

  1. Perumpamaan kaum Mukmin dalam sikap saling mencintai,mengasihi dan menyayangi seumpama tubuh jika satu anggota tubuh sakit maka anggota tubuh yang lain akan susah tidur dan merasakan demam

    BalasHapus