JILBAB Is OUR IDENTITY

JILBAB Is OUR IDENTITY

Revowriter Love Hijab (2)



By : Messy

Apa yang terbayang dibenak kita ketika disodorkan kata "ISLAM"? Tentu kita menemukan jawaban yang beragam. Mulai dari agama yang diturunkan oleh Allah, agama yang dibawa oleh Rasulullah, agama rahmat dan damai, dan lain-lain.

Tapi, apa yang terbayang dibenak kita ketika disodorkan kata "MUSLIMAH"? Tentu kita menemukan jawaban yang hampir sama. Iya, muslimah adalah sebutan untuk perempuan Islam yang menggunakan jilbab dan kerudung sebagai identitasnya.

Seperti itulah faktanya, bahwa jilbab dan kerudung adalah identitas muslimah. Pembeda perempuan islam dengan perempuan yang diluar Islam. Tapi sekarang kita begitu sulit untuk membedakan antara keduanya. Karena banyaknya muslimah yang tidak percaya diri menunjukkan identitas keislamannya. 

Lantas, bagaimana cara kita mengenali perempuan Islam dan membedakannya dengan perempuan diluar Islam? Tentu hal ini menjadi rancu ketika yang muslimah ikut-ikutan untuk mengumbar aurat.

Bagi perempuan diluar Islam yang tidak mau menutup aurat, itu sah-sah saja. Tapi jika muslimah ikut serta tak menggunakan jilbab dan kerudung, ini masalah. Apalagi mengajak orang lain untuk melakukan hal yang sama, masalah makin menjadi runyam.

Sebab, menutup aurat bagi muslimah itu kewajiban bukan pilihan. Memang benar, siapapun tak berhak memaksa orang lain untuk menutup aurat. Tapi, kewajiban tetap kewajiban. Tak akan berubah dimakan oleh zaman. Tak ada istilah tawar menawar terhadap syariat Islam.

Jika belum siap menutup aurat, tak masalah. Perlahan-lahan boleh belajar. Tapi perlu diingat bahwa ajal tak menunggu taubat. Yang jadi masalah adalah tak mau menutup aurat tapi malah mengklaim jilbab dan kerudung tak wajib. Ini namanya terang-terangan menentang Allah dan Rasulullah.

Jilbab kita adalah identitas kita. Kerudung kita adalah tanda pengenal kita. Jika bukan jilbab dan kerudung identitas kita, apa lagi identitas kita sebagai seorang muslimah?

Allah berfirman:

إِنَّمَا كَانَ قَوْلَ الْمُؤْمِنِينَ إِذَا دُعُوا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ أَنْ يَقُولُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا ۚ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

Sesungguhnya jawaban oran-orang mukmin, bila mereka dipanggil kepada Allah dan rasul-Nya agar rasul menghukum (mengadili) di antara mereka ialah ucapan. "Kami mendengar, dan kami patuh". Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung. (QS An-Nur:51)

So, Taat tanpa Tapi, Jilbab dan Kerudung tanpa nanti!

Bukittinggi, 1 Febuari 2020

#HijabEveryDay
#HijabSampaiMati
#HijabPerintahAllah
#RevowriterLoveHijab

Previous Post
Next Post

post written by:

0 Comments: