Belajar Berpikir Mustanir Dari "Mantan Kafir"

Belajar Berpikir Mustanir Dari "Mantan Kafir"

Revowriter Love Hijab (6)



By : Messy

Masyaa Allah, hati saya begitu terenyuh mendengar sekulik kisah tentang wanita yang luar biasa, bernama Umi Irena Handono. Beliau mengatakan bahwa saya lebih baik dikatakan "Mantan Kafir". Sebab, itu tanda bahwa saya sangat bahagia bisa menemukan cahaya Islam. Dan saya berharap mati dalam keadaan Muslim.

Petuah yang luar biasa dari wanita yang tak lahir dari keluarga Islam. Tapi keistiqamahannya dalam mengenggam ideologi Islam, patut diacungi jempol. Jika ditanya pada diri kita, apakah kita sudah sebangga itu menunjukkan identitas keislaman kita? Padahal kita sudah muslim sejak lahir, tumbuh dan berkembang di lingkungan muslim juga.

Jika detik ini, kita masih takut menunjukkan identitas keislaman kita semisal menggunakan jilbab syar'i. Berarti ada yang salah dalam pemikiran kita. Kenapa mantan kafir bisa lebih bangga menunjukkan identitas keislaman daripada kita yang muslim sejak lahir?

Hal ini menandakan ada yang salah di pemikiran kita yang harus segera diperbaiki. Menghapus pemikiran sekuler yang mengatakan jilbab tak wajib. Diganti dengan pemikiran Islam kaffah yang mengatakan bahwa jilbab adalah wajib bagi siapapun yang mengaku beriman kepada Allah dan Rasulullah.

Allah berfirman:

Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya.....” (QS An-Nuur:31)

“Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” (QS Al-Ahzab: 59)

Perintah mengenai jilbab syar'i itu jelas tertuang didalam Al-Qur'an. Dalilnya tak perlu diragukan lagi. Tak ada perbedaan pendapat antara ulama empat mahzab. Tapi, kenapa masih ada manusia 'ngeyel' yang mengatakan jilbab tak wajib? Berarti ada yang salah dari pemikiran mereka. Atau apakah mereka perlu belajar dari Umi Irena Handono? Masa muslim sejak lahir kalah dari mantan kafir?

Bukittinggi, 2 Febuari 2020

#HijabEveryDay
#HijabSampaiMati
#HijabSampaiMati
#HijabPerintahAllah


Previous Post
Next Post

post written by:

0 Comments: