Muhasabah di Balik Virus Corona

Muhasabah di Balik Virus Corona



Oleh Yanti Nurhayati, S.IP)
(Komunitas Muslimah Peduli Umat)

Ancaman Virus Corona di Wuhan masih menjadi berita utama diberbagai media diseluruh dunia. Corona merupakan virus yang sangat berbahaya. Virus ini bisa membuat orang yang terjangkiti menderita penyakit pneumonia, yaitu infeksi yang menyerang jaringan dan kantung udara di paru-paru. Saat ini negara-negara didunia sangat ketakutan dengan adanya ancaman Virus Corona ini. Beramai-ramai seluruh negara memboikot segala produk Cina, menutup arus wisatawan dari Cina dan menutup semua penerbangan ke Cina. Setelah negara-negara didunia mulai ramai melakukan penjemputan, akhirnya Indonesia pun ikut menjemput warganya yang tinggal disana, yaitu sebanyak 245 WNI yang berada di beberapa titik di Provinsi Hubei, Cina, sudah dievakuasi pada Sabtu, bersama dengan lima orang tim aju (advance) yang sudah berada di provinsi tersebut. Pemerintah Indonesia memastikan para WNI yang akan dipulangkan berada dalam keadaan sehat dan akan menjalani pemeriksaan sekali lagi sesuai protokol kesehatan yang berlaku. Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menyebut akan ada prosedur transit observasi yang dilakukan sesuai dengan protokol Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Seluruh WNI yang dievakuasi akan diisolasi di Natuna, namun apa yang terjadi warga Natuna terus menyuarakan penolakan kedatangan warga negara Indonesia (WNI) dari Wuhan, China, yang akan menjalani observasi di Lanud Raden Sadjad. Para pendemo membakar ban di lokasi.
Dan sampai saat ini jumlah korban Virus Corona menembus angka 724 dan otoritas kesehatan Cina melaporkan 3.399 kasus baru di Cina daratan. Dan dilaporkan tercatat 1 warga negara AS yang tewas akibat Virus Corona. (Tempo.CO 8 Februari 2020).
Kasus wabah penyakit sebenarnya sudah ada sejak dulu. Pun demikian di masa Rasulullah Muhammad SAW.
Rasulullah juga mengajarkan cara menghadapi wabah penyakit. Hal itu tertuang dalam hadisnya yang diriwayatkan dari Abdurrahman bin Auf, tercantum dalam kitab Shahih Muslim dengan nomor kodifikasi 4115.
Dan telah menceritakan kepada kami Yahya bin Yahya dia berkata, 'Aku membaca Hadis Malik dari Ibnu Syihab dari 'Abdullah bin 'Amir bin Rabi'ah bahwa, " Pada suatu ketika 'Umar bin Khattab pergi ke Syam. Setelah sampai di Saragh, dia mendengar bahwa wabah penyakit sedang berjangkit di Syam. Maka 'Abdurrahman bin 'Auf mengabarkan kepadanya bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah bersabda: 'Apabila kamu mendengar wabah berjangkit di suatu negeri, maka janganlah kamu datangi negeri itu. Dan apabila wabah itu berjangkit di negeri tempat kamu berada, janganlah kamu keluar dari negeri itu karena hendak melarikan diri darinya.' Maka Umar pun kembali dari Saragh. Dan dari Ibnu Syihab dari Salim bin Abdullah; bahwa Umar kembali bersama orang-orang setelah mendengar Hadits Abdurrahman bin Auf.
Dalam hadist lain Rosululloh juga bersabda, yaitu dari Usamah bin Zaid berkata, Rasulullah Saw bersabda, “Wabah adalah kotoran (siksa) yang Allah kirimkan kepada golongan dari Bani Israil atau kepada umat sebelum kalian. Maka, jika kalian mendengar ada wabah di suatu wilayah, janganlah kalian memasuki wilayah tersebut. Dan apabila kalian berada di wilayah yang terkena wabah, janganlah kalian keluar dan lari darinya. (HR Bukhari dan Muslim).
Meskipun dalam sejarahnya wabah penyakit pernah didefinisikan sebagai azab, akan tetapi bagi umat Muslim, wabah bisa merupakan salah satu bentuk rahmat.
Aisyah R.a pernah bertanya kepada Rasulullah Saw terkait epidemi, hingga Rasulullah pun bersabda :
“Wabah penyakit adalah sejenis siksa yang Allah kirim kepada siapa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Allah menjadikan hal itu sebagai rahmat bagi kaum Muslimin. Tidak ada seorang pun yang terserang wabah, lalu dia bertahan di tempat tinggalnya dengan sabar dan mengharapkan pahala, juga mengetahui bahwa dia tidak terkena musibah melainkan karena Allah telah mentakdirkannya kepadanya, maka dia mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mati syahid.” 
Kita sebagai umat muslim sesungguhnya haruslah segera untuk bermuhasabah dengan adanya musibah ini, karena sudah begitu banyak kerusakan dimuka bumi yang diakibatkan dari manusia-manusia dimuka bumi ini yang mencampakkan aturan Allah SWT, kehidupan manusia sudah tidak lagi memperdulikan halal dan haram, keserakahan dan ketamakan menguasai hawa nafsu manusia. Sudah saatnya kita kembali pada aturan Allah SWT yaitu dengan berpedoman pada Al Qur'an dan As Sunnah, dan kembali melaksanakan sistem pemerintahan yang pernah dilaksanakan oleh Rosululloh, yaitu dengan sistem Kekhilafahan yang dipimpin oleh seorang Khalifah, yang Insyaa Allah akan membawa kesejahteraan bagi manusia baik didunia maupun akhirat. Wallohu'alam bishowab.
Previous Post
Next Post

post written by:

0 Comments: