Takut Rugi, Pemerintah Tak Sungguh-sungguh Menjamin Keamanan dan Kesehatan Warga Negaranya Sendiri

Takut Rugi, Pemerintah Tak Sungguh-sungguh Menjamin Keamanan dan Kesehatan Warga Negaranya Sendiri




Oleh: Suci Hardiana Idrus

Virus Corona hingga saat ini masih menggemparkan masyarakat dunia. Sejak kemunculannya yang pertama kali terdeteksi pada akhir Desember 2019. Kini kota Wuhan, China yang menjadi asal mula terdeteksinya virus tersebut dalam keadaan terisolasi. Pemerintah menutup aktivitas layanan publik demi mencegah virus yang terus menyebar kian cepat.

Dilansir dari Kompas.com, (28-Januari-2020), otoritas China mengumumkan peningkatan total kematian akibat virus Corona dari sebelumnya berjumlah 82 orang meningkat menjadi 106 orang. Selain itu, lebih dari 4.515orsng lainnya telah terkonfirmasi positif terinfeksi virus.

Tak hanya China, virus Corona telah menyebar ke sejumlah negara. Yakni  Amerika serikat, Korea Selatan, Jepang, Jerman, Perancis, Canada, Vietnam, Thailand, Singapura, Australia, Malaysia, dll. Virus tersebut akan terus merambah semakin luas jika negara tak mengambil langkah antisipasi secara cepat dan cermat.

Diketahui, ada sekitar 650 Warga Negara Jepang yang berada di Wuhan. Jepang sendiri telah mengirimkan pesawat charter untuk mengevakuasi 200 warganya yang berada di daerah terjadinya virus Corona. Jepang juga akan menerbangkan 1-2 pesawat  susulan untuk menjemput warga negaranya yang tersisa sekaligus menyertakan petugas medis lengkap dengan peralatan medisnya.

Dilansir dari Liputan 6.com, (24-Januari-2020), Di Indonesia sendiri, PT Angkasa pura l (Persero) melakukan pengetatan pemeriksaan penumpang internasional di seluruh bandara yang dikelola untuk mencegah menyebaran virus Corona masuk ke Indonesia.

Menurut Direktur Utama Angkasa Pura l Fail Fahmi, pengetatan pengawasan dilakukan Angkasa Pura l bekerja sama dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) melalui pengoptimalan penggunaan thermal scanner. Upaya itu untuk mendeteksi peningkatan suhu tubuh penumpang yang dipasang pada area kedatangan dan menerbitkan Kartu Kewaspadaan Kesehatan untuk memonitor kesehatan penumpang.

Bali dan Manado merupakan tujuan destinasi wisatawan terbesar asal China yang datang melalui bandara yang di kelola Angkasa Pura l. Sepanjang tahun 2019 lalu, Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali dilewati lebih dari 1,19 juta penumpang asal China. Sedangkan bandara Sam Ratulangi Manado dilewati lebih dari 116 ribu penumpang asal China.

Ironi, di saat masyarakat begitu khawatir terhadap virus Corona, Gubernur Sumatera barat Irwan Prayitno sedang heboh memberi sambutan kepada 170 turis China saat tiba di Bandara Internasional Minangkabau di Padang pada tanggal 26-Januari-2020. Kedatangan mereka disaat sedang berlangsung wabah virus Corona di Wuhan, Hubei, China.

Tak jauh beda, di Batam turis China ini malah datang berbondong-bondong masuk. Ratusan turis asal China memasuki Batam melalui maskapai Batik Air. Setibanya di Bandara Hang Nadim, mereka pun diangkut kurang lebih 5 Bus. Kedatangan mereka pada tanggal (24-Januari-2020).

Tatkala semua negara waspada terhadap menyebarnya virus Corona dengan melakukan beberapa cara antisipasi, lantas mengapa pemerintah Indonesia justru masih membuka kran bagi wisatawan yang masuk ke Indonesia. Pemerintah Indonesia dianggap telah abai memberi pengamanan secara total bagi warga negaranya. Dengan dalih investasi bisnis, untung-rugi menjadi pertimbangan utama dibandingkan dampak penularan terhadap virus Corona yang mematikan. Alat pendeteksi suhu tubuh hanyalah formalitas sebagai bentuk pencegahan agar pekerjaan bisnis tak terhalang oleh wabah ini. Kepentingan materi jauh lebih mendapat perhatian dibandingkan kepentingan hajat hidup orang banyak yang hanya membawa bentuk kerugian. Maka tak heran jika pemerintah tak mengambil langkah konkret dengan memutus segala hal aktivitas yang berasal dari China. Yang ada hanya mengambil langkah yang minim resiko akan kerugian yakni hanya dengan menyiapkan alat pendeteksi suhu tubuh dan pemeriksaan kesehatan bagi turis China yang masuk ke Indonesia.

"Kita tidak melakukan restriksi, pembatasan perjalanan orang, karena bisnis bisa merugi, ekonomi bisa berhenti." Ujar Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas l, Bandara Soekarno-Hatta, Dr. Anas Ma'aruf di Gedung Kemenkes, Kuningan, Jakarta Selatan, 22-Januari-2020.

Rasulullah bersabda: "Jika kalian mendengar tentang wajah-wajah di suatu negeri, maka janganlah kalian memasukinya. Tetapi jika terjadi wabah di suatu tempat kalian berada, maka jangan kalian meninggalkan tempat itu,"
(HR. Bukhari dan Muslim)

Ini merupakan metode karantina yang telah diperintahkan Nabi Muhammad SAW untuk mencegah wabah tersebut menjalar ke negara-negara lain. Untuk memastikan perintah tersebut dilaksanakan, Nabi Muhammad mendirikan tembok di sekitar daerah yang terjangkit wabah dan menjanjikan bahwa mereka yang bersabar dan tinggal akan mendapatkan pahala sebagai mujahid di jalan Allah, sedangkan mereka yang lari melarikan diri dari daerah tersebut diancam malapetaka dan kebinasaan.

Waalahua'lam bisshowwab
Previous Post
Next Post

post written by:

0 Comments: