Recent Posts

Total Tayangan Halaman

Labels

Pesan Sekarang Juga!

Cara Ngirim Tulisan

Cara mengirim tulisan ke Pena Pejuang : 1. Kirim tulisan, bisa dalam bentuk tulisan wa, bisa juga dalam format docx. 2. Sertakan dengan gamb...

Tragedi India, Bukti Islam Minoritas Selalu Teraniaya

Sabtu, 29 Februari 2020


(Oleh : Ummu Hanif, Anggota Lingkar Penulis Ideologis)
 
Kembali media menyajikan berita pilu saudara muslim di belahan dunia lain. Kali ini berita dating dari New Delhi India. Kekerasan meletus antara ribuan orang yang mendukung dan menentang hukum kewarganegaraan baru yang dirilis pemerintah nasionalis Hindu pimpinan Narendra Modi. Setidaknya 20 orang tewas, sementara puluhan lainnya luka-luka (www.Kiblat.net, 27/2/2020).
Dalam Undang-Undang Amendemen Kewarganegaraan, isinya memudahkan warga beberapa negara tetangga untuk mendapatkan kewarganegaraan India, mengecualikan Muslim. Para kritikus mengatakan hukum itu bias terhadap Muslim dan merusak konstitusi India.
Saksi mata kekerasan melihat gerombolan massa menggunakan tongkat dan pipa berjalan-jalan di bagian timur laut Delhi pada Selasa (25/02/2020). Sementara itu terjadi serangan pembakaran dan penjarahan. Asap hitam mengepul dari pasar ban yang dibakar.
Sementara itu, seorang tokoh muslim, Dr. Zakir Naik, turut mengomentari tindakan kekerasan yang dialami Muslim India. Ia memaparkan bahwa umat Islam di India saat ini mengalami penindasan akibat menentang Undang-Undang Amendemen Kewarganegaraan.
Menurutnya, orang-orang Muslim India dipukuli sampai wajah mereka berlumuran darah dan tak bisa dikenali. Bahkan, mereka dipaksa untuk meneriakkan slogan-slogan Hindu ketika mereka berbaring di tanah.
Menurutnya, Negara berusaha menghancurkan keharmonisan selama puluhan tahun antara umat Hindu dan Muslim di India. Tetapi dengan beberapa warga Hindu yang memberikan solidaritas kepada Muslim yang teraniaya, rencana ini menjadi boomerang bagi negara. (www.kiblat .net, 27/2/2020)
Demikianlah kondisi kaum muslimin di berbagai daerah di belahan dunia. Setelah kasus Rohingya, Uigyur, sekarang New Delhi. Ketika kaum muslimin minoritas, mereka selalu teraniaya. Ketika mereka mayoritas, mereka dituntut toleransinya. 
Sungguh dari sini kita bisa melihat, kaum muslimin telah kehilangan perisai nya. Tidak ada lagi kepemimpinan yang melindungi mereka. Kita bisa saksikan, seluruh mata dunia memandang islam sebagai musuhnya. Mereka seakan senada seirama, kaum muslimin adalah santapan untuk dikerat sampai tak tersisa.
Maka kepada saudaraku kaum muslimin semuanya, tidak inginkah kita kembali berjaya? Di bawah kepemimpinan khilafah yang mulia. Sungguh sejarah telah bercerita, ketika muslim berkuasa kesejahteraan akan tercipta, tidak hanya untuk kaum muslimin, tetapi manusia secara keseluruhannya.
Wallhu a’lam bi ash showab

Tidak ada komentar:

Posting Komentar