Upaya Deislamisasi Melalui Kampanye No Hijab Day

Upaya Deislamisasi Melalui Kampanye No Hijab Day






Oleh : Iiv Febriana
Pengajar dan Aktivis Majelis Taklim Rindu Syariah Sidoarjo


Seakan serangan arus liberalisasi makin mengganas. Masih hangat diperbincangkan seorang tokoh Islam mengatakan Jilbab tidak wajib, kemudian muncul kampanye “No Hijab Day” yang juga ramai diperbincangkan di jagat media sosial. Kampanye tersebut bertujuan untuk melakukan gerakan pelepasan hijab untuk sehari secara global, yang diperingati tepat 1 Februari 2020.


Kampanye ini dipelopori oleh Yasmine Mohammed, seorang aktivis HAM asal Kanada. Dia juga pendiri FHFM (Free Heart Free Mind) sebuah organisasi yang memberikan dukungan psikologis bagi para pemikir bebas (liberalis) yang hidup di negeri-negeri mayoritas muslim.


Tak heran kampanye ini di dukung oleh para feminist liberalis yang sangat anti pada ajaran Islam karena dianggap memarjinalkan kaum wanita. Meskipun Yasmine tidak pernah mempublikasikan agamanya dalam laman resminya, dalam satu wawancaranya yang dimuat di TheThinkingAtheist terindikasi bahwa dia adalah seorang mantan muslim atau murtad dari Islam.


Disana terungkap bahwa Yasmine adalah seorang keturunan Arab-Canadian yang mengajar di sebuah universitas. Dia memiliki blog berjudul Confessions of an ExMuslim (Pengakuan Seorang Mantan Muslim) dan mengeluarkan sebuah memoar berjudul From Al Qaeda to Atheism (Dari Al Qaeda ke Atheism).


Dia mengatakan bahwa hijab adalah alat kebohongan dan merupakan misogyny (kebencian) Islam pada wanita. Menurutnya hijab membuat wanita terkekang dan tidak bebas mengekspresikan dirinya.


Di Indonesia, sebuah laman media sosial berjudul Hijrah Indonesia mempelopori kampanye No Hijab Day di Indonesia. Bahkan mereka membuat sayembara yang mengajak para wanita mengunggah foto atau video mereka melepas hijabnya pada tanggal 1 Februari 2020 dengan hashtag #NoHijabDay dan #FreeFromHijab pada 1 Februari 2020” (MMC, 2 /2/2020).


Upaya Deislamisasi

Sebenarnya, 1 Februari telah didaulat menjadi hari hijab sedunia sejak tahun 2013. Gerakan menggunakan hijab dalam sehari ini, dipelopori oleh seorang warga New York kelahiran Bangladesh, Nazma Khan.


Gerakan ini lahir atas respon atas sulitnya hidup sebagai muslim yang minoritas di New York, Amerika Serikat. Nazma mengajak kepada nonmuslim dan muslim yang tak berhijab, untuk satu hari saja merasakan memakai hijab. Walau bukan solusi hakiki tapi patut diacungi jempol.


Bagi umat muslim yang beriman tentu kita meyakini Islam sangat memuliakan kaum wanita. Salah satunya dalam bentuk perintah untuk menutup aurat. Apakah ini bentuk pengekangan wanita? tentu tidak. Karena kebebasan dalam Islam maknanya adalah mampu melepaskan dirinya dari jerat sesembahan duniawi kepada penghambaan kepada Allah SWT semata.


Jelas, karena Islam adalah agama untuk kaum yang berpikir maka dengan Islam manusia mampu melejitkan potensi dirinya menjadi manusia dengan derajat tertinggi yang akan membangun peradaban maju tanpa harus membebek pada selain Islam.


Hukum mengenakan hijab pun jelas. Allah memerintahkan kepada setiap wanita yang beriman menghulurkan jilbab ke seluruh tubuh dalam firmanNya berikut ini:

Wahai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin, "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu.” (Q.S Al Ahzab: 59).


Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya,” (Q.S An Nuur:31).


Semua amal perbuatan wajib terikat dengan hukum syariat. Bukan menurut ukuran hawa nafsu. Karena keterikatan syara’ adalah wujud ketaatan. Hijab adalah pakaian orang yang bertakwa. Maka ajakan melepasnya jelas adalah ajakan setan yang akan menjerumuskan manusia ke lembah hina. Na’udzu billaahi.

Previous Post
Next Post

post written by:

ibu rumah tangga yang ingin melejitkan potensi menulis, berbagi jariyah aksara demi kemuliaan diri dan kejayaan Islam

0 Comments: