Recent Posts

Total Tayangan Halaman

Labels

Pesan Sekarang Juga!

Cara Ngirim Tulisan

Cara mengirim tulisan ke Pena Pejuang : 1. Kirim tulisan, bisa dalam bentuk tulisan wa, bisa juga dalam format docx. 2. Sertakan dengan gamb...

Bocah 6 Tahun, Tumbal Sekuler Liberal

Selasa, 10 Maret 2020


Oleh: Endah Husna

          NF(15), siswi SMP mengaku tidak menyesal telah membunuh bocah berusia 6 tahun dengan cara sadis. Bahkan ia mengakui perbuatannya dengan datang sendiri kekantor polisi. Menurut Kapolres Metro Jakarta pusat, Heru Novianto menyampaikan pelaku tega membunuh korban karena terinspirasi dari sebuah Film. NF menghabisi bocah 6 tahun itu dengan menenggelamkan kepala korban kedalam air. 
          NF dikenal anak yang pendiam, jarang main diluar, namun NF adalah sosok yang cerdas dan berprestasi. Pandai berbahasa Inggris, dan sering memenangkan lomba tenis. Jago menggambar, dan hasil gambarnya menjadi salah satu bukti pembunuhan yang dia lakukan, karena NF sudah merencanakan membunuh bocah 6 tahun itu dengan gambar, yakni gambar bocah dengan di ikat tali.( TribunJakarta, 7 maret 2020)
         Miris membaca berita yang datang dari I9bukota Jakarta ini. Kemana rasa kemanusiaan dan kasih sayangnya kepada bocah yang setiap hari bermain dengannya. Tega NF membunuh bocah lucu dan tak mengerti apa- apa itu.
          Salah satu pemicu NF melakukan pembunuhan itu adalah terinspirasi oleh Film di TV. Seakan semakin suram saja, rasa aman akan tayangan TV telah hilang. Banyak konten TV yang menayangkan kekerasan, hingga tidak ada lagi sensor untuk mengontrol laju tayangan TV. Berbagai tayangan TV tidak lepas dari kepentingan bisnis semata. Hingga melalaikan hak anak untuk mendapatkan tontonan yang bisa menjadi tuntunan yang baik bagi tumbuh kembang dan menapaki kehidupannya.
          Akan terus ada NF-NF dengan kasus yang serupa jika sistem negeri ini masih tetap dipertahankan. Yakni sistem Sekuler-Liberal. Pemahaman untuk memisahkan agama dengan kehidupan, dengan masyarakat bahkan negara. Sekuler Liberal akan terus melahirkan generasi yang abai terhadap ketaatan kepada Allah SWT secara Kaffah. Dia akan memilih Liberal/ bebas dalam menjalani kehidupannya. 
          Cukup sudah bocah 6 tahun yang menjadi salah satu tumbal Sekuler- Liberal ini. 
          Coba lirik bagaimana Islam mempunyai seperangkat aturan yang luar biasa. Negara sebagai Institusi pelaksana aturan, maka ia akan selalu mengedukasi warganya. Pentingnya ketaatan kepada Allah SWT menjadi pondasi awal dibangunnya generasi yang toat. Memfasilitasi berbagi kajian untuk menjadikan masyarakat paham akan SyariatNya.
          Sudah selayaknya kaum muslim sepakat untuk toat dengan penerapan SyariatNya diatas muka bumi. Khilafah sebagai institusi negara Islam dengan aturan Islam, menaungi seluruh rakyatnya tanpa memandang agama yang dia yakini. Kembalinya Khilafah adalah janji dari Allah. Tegaknya pasti tanpa diragukan. Khilafah datang untuk mengajak kepada ketoatan bukan kepada kemaksiatan. Khilafah mengajak persatuan bukan perceraian. Khilafah pasti tegak sebagai bukti akhir zaman dan seperti kepastiannya datangnya kiamat.
         Allah SWT berfirman, yang artinya " Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang shalih diantara kalian, bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan akan menukar keadaan mereka sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembah-Ku tanpa mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Siapa saja yang tetap kafirsesudah janji itu maka mereka itulah orang-orang yang fasik.( TQS: an-nnur 24: 55)

Wallahu a'lam bishawab..
         
           

Tidak ada komentar:

Posting Komentar