Mengambil Keuntungan di Tengah Ketakutan Masyarakat

Mengambil Keuntungan di Tengah Ketakutan Masyarakat


                      Oleh:  Sri Rezeki
         Aktivis dakwah & praktisi nabawiah


Kekhawatiran  akan ancaman virus corona membuat masyarakat berebutan mencari masker sebagai upaya mencegah terjangkitnya virus. Namun, yang terjadi ditengah-tengah masyarakat adalah hadirnya oknum yang mengambil keuntungan dari kepanikan menghadapi virus tersebut. Bahkan pelaku penimbunan masker dengan cepat dan gesit memborong semua masker yang ada di pasaran untuk di jual kembali dengan harga tinggi, demi mengambil keuntungan atas merebaknya virus corona.

Tetapi ditengah ketakutan dan kepanikan masyarakat itu, pemerintah malah masih welcome terhadap tenaga asing Cina. Mengutip ucapan LBP dalam suatu wawancara “Karena itu sedang kita excercise sekarang ini, apakah nanti pegawai pegawai Tiongkok yang manajer level yang bisa datang, masih dibolehkan datang ke Indonesia setelah mereka dikarantina dua minggu di Tiongkok,” ucap Luhut di Ritz Carlton, Kamis (20/3/2020).

 Ditengah virus yang di takuti seluruh dunia Indonesia masih menerima WNA bahkan yang berasal dari negara pendemik Corona. Padahal tugas negara melindungi rakyatnya dari segala macam keburukan bahkan ada pernyataan juga yang disampaikan pihak pemerintah seperti kutipan berikut “Sekarang kami dan presiden sedang mengamati dengan cermat kapan kira-kira kita mulai bisa bawa staf yang sudah kerja di sini seperti kereta api cepat,” ucap Luhut. Tanggapan santai dari pihak pemerintah sangatlah bertolak belakang dengan keadaan di lapangan pada umumnya, masyarakat sangat merasa cemas dan terancam dengan adanya virus corona di Indonesia di tambah lagi kedatangan TKA Cina ke Indonesia yang begitu bebas.

Seperti yang  kita lihat pemberitaan tentang virus corona yang berdampak pada pemborongan masker dengan menimbun untuk keuntungan segelintir orang, dan berita penangkapan terhadap penimbun masker telah di lakukan tindak lanjut pihak berwajib langsung melakukan penyitaan ratusan box masker sebagai barang bukti. Namun ada kebijakan yang agak mengagetkan yaitu barang bukti masker yang di sita malah di jual, tentu hal ini  menimbulkan persepsi di masyarakat mempertanyakan kebijakan tersebut, masker sitaan di jual dengan harga 4000/perlembar masker, tentu hal ini membuat masyarakat bertanya tanya kok barang sitaan di jual. Bahkan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mohammad Mahfud MD mengatakan, polisi yang menjual masker hasil sitaan di perbolehkan dan bisa mengembalikan uang hasil penjualan ke pada negara. "Asal uangnya (hasil penjualan) tak dimakan sendiri boleh. Bisa dikembalikan ke negara atau dikembalikan dari mana dia (masker) disita," ujar Mahfud di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Jumat (6/3/2020).

Kepanikan masyarakat tentulah hal yang wajar mengingat pemerintah tidak melakukan pencegahan masuknya warga Cina asing ke Indonesia Bahkan terkesan memperbolehkan apalagi beredar kabar warga cina yang ingin melanjutkan izin tinggal diperbolehkan malah digratiskan. Mengingat wabah virus ini telah menyebar di 25 negara bahkan telah memakan korban jiwa, sikap ke tidak hati-hatian negara dalam menyikapi virus telah membuat keresahan bahkan ketakutan di masyarakat. Di dalam Islam cara mengatasi wabah virus corona seperti ini yang pertama-tama di lakukan adalah mengkarantina bagi yang sudah tertular dan menghentikan warga asing masuk ke negara tersebut. Terlebih lagi bagi negara sumber virus itu agar tak menyebar ke wilayah-wilayah yang belum terjangkit. Rosul saw pernah berpesan memperingatkan ummatnya untuk tidak mendekati wilayah yang terjangkit virus sedangkan bila wilayah telah terjangkit maka jangan keluar dari wilayah tersebut. Beliau bersabda:
إِذَا سَمِعْتُمْ بِالطَّاعُونِ بِأَرْضٍ فَلاَ تَدْخُلُوهَا، وَإِذَا وَقَعَ بِأَرْضٍ وَأَنْتُمْ بِهَا فَلاَ تَخْرُجُوا مِنْهَا
Jika kalian mendengar wabah terjadi di suatu wilayah, janganlah kalian memasuki wilayah itu. Sebaliknya, jika wabah itu terjadi di tempat kalian tinggal, janganlah kalian meninginggalkan tempat itu (HR al-Bukhari).

 Negara bersikap hati-hati dan  tanggap dalam menghadapi virus  dan berperan aktif untuk melindungi rakyatnya agar wabah virus tidak semakin menyebar. Masalah kebersihan juga sangat perlu di perhatikan juga sebagaimana di ajarkan dalam Islam, bagaimana kita harus memperhatikan masalah kebersihan dan kehalalan, Allah Swt telah berfirman:
فَكُلُوا مِمَّا رَزَقَكُمُ اللَّهُ حَلَالًا طَيِّبًا
"Makanlah oleh kalian rezeki yang halal lagi baik yang telah Allah karuniakan kepada kalian" (TQS an-Nahl [16]: 114) 

Menjaga kebersihan dan kehalalan ini adalah salah satu upaya agar virus tidak menyebar kemana-mana dan memutus rantai virus menyebar, selain itu penguasa mempunyai peran penting untuk menjaga kesehatan rakyatnya dan menjamin virus tidak tersebar luas. Pencegahan awal lebih baik di lakukan mengingat virus ini sangat mudah menular.

Walahualam bish shawab











Previous Post
Next Post

post written by:

0 Comments: