Mengatasi Covid-19, Belajarlah Dari Sejarah

Mengatasi Covid-19, Belajarlah Dari Sejarah





Oleh : Aisyah Farhaopini


Wabah penyakit yang menjangkiti seluruh dunia, seperti covid-19 yang saat ini melanda bukanlah yang pertama kali terjadi. Masih kita ingat ditahun 2012 lalu saat wabah Mers muncul di Saudi Arabia dan menginfeksi ribuan orang didunia. Juga saat wabah Sars menjangkiti dunia tahun 2002 lalu. Wabah penyakit ini seperti sebuah siklus yang berulang, walaupun tidak pernah kita inginkan.


Jika wabah ini sebuah siklus, maka sebaiknya kita merujuk bagaimana orang-orang terdahulu menangani kasus ini. Rujukan ini akan membantu kita untuk lebih awal menangani kasus wabah agar lebih sedikit yang jadi korban. Karena bagaimanapun juga kemungkinan wabah ini terjadi di tahun-tahun kedepan sangat mungkin terjadi.


Maka sebagai kaum Muslim, sudah seharusnya menjadikan Rasulullah SAW sebagai rujukan terbaik. Karena Islam bukan hanya tentang ibadah ritual saja, melainkan juga solusi dari semua permasalahan kehidupan. Termasuk wabah penyakit yang sedang menjangkit saat ini, Islam juga punya solusinya.


Islam memulainya dengan langkah preventif (pencegahan) agar wabah tidak muncul. Misalnya, Allah memerintahkan kita untuk memakan makanan yang halal dan thayib (QS. An Nahl 114). Ini adalah perintah untuk membangun sistem imun yang kuat, dengan makanan yang halal dan baik. Juga konsep makan 1/3 makanan, 1/3 air dan 1/3 udara yang dicontohkan oleh Rasulullah.


Setelah langkah preventive, Islam juga mencatat sejarah pembangunan pelayanan kesehatan pertama dan terbaik pada level tertinggi di dunia dan menjadi inspirasi bagi teknologi kedokteran dunia saat ini. Pembangunan pelayanan kesehatan ini tidak lepas dari peran Daulah Islam yang menopang pembiayaannya. Dana ini didapatkan dari pos harta milik negara maupun milik umum dari baitul mal. Pelayanan diberikan berupa rumah sakit yang memadai, dokter dan perawat yang kompeten dan obat-obatan yang dihasilkan dari pabrik-pabrik yang diusahakan oleh negara.


Setelah itu adalah langkah untuk mengkarantina pasien pengidap wabah. Karantina ini sama dengan lockdown. Yaitu menghentikan penularan wabah dengan mengunci (isolasi) daerah wabah. Orang-orang yang ada didalam area wabah penyakit dilarang keluar, dan orang-orang yang tidak terjangkit wabah dilarang masuk kedalam area karantina. Rasulullah SAW dan para shahabat melalukan hal ini, dan terbukti ampuh untuk menahan wabah agar tidak meluas.


Rasanya sudah sangat jelas solusi dari semua masalah wabah ini, yaitu kita harus kembali kepada Islam. Islam adalah Rahmatan lil Alamin. Bukan berarti pada saat Islam diterapkan secara kafah tidak ada wabah penyakit. Wabah penyakit ada dan selalu berulang, namun Islam sudah punya solusi komprehensifnya. Bukan seperti saat sekarang, solusi pemerintah yang hanya membuat rakyat bingung.


Disatu sisi pemerintah mewajibkan rakyat untuk memakai masker, namun tidak mengkontrol harga masker. Pemerintah mewajibkan untuk isolasi mandiri, tapi tempat-tempat wisata atau penerbangan diberikan diskon besar-besaran. Hal ini tentu saja membuat rakyat bingung, dan kondisi kepanikan masal tidak terbendung.


Maka marilah kaum Muslimin, kita kembali kepada Allah SWT. Kita kembali kepada fitrah kita sebagai seorang muslim yang menerapkan aturan Islam secara kafah. Karena disanalah keridhaan Allah SWT akan mengalir pada kita. Wallahu A’lam Bishshawab.
Previous Post
Next Post

post written by:

ibu rumah tangga yang ingin melejitkan potensi menulis, berbagi jariyah aksara demi kemuliaan diri dan kejayaan Islam

0 Comments: