Recent Posts

Total Tayangan Halaman

Labels

Pesan Sekarang Juga!

Cara Ngirim Tulisan

Cara mengirim tulisan ke Pena Pejuang : 1. Kirim tulisan, bisa dalam bentuk tulisan wa, bisa juga dalam format docx. 2. Sertakan dengan gamb...

Tanpa Junnah, Umatpun Lemah

Senin, 09 Maret 2020



Oleh : Isturia

3 Maret 1924 merupakan tanggal yang tak terlupakan bagi umat islam. Awal mula bencana kaum muslim. 96 tahun sudah umat islam diliputi penderitaan, kesengsaraan dan kepedihan. Seperti ayam yang ditinggal mati induknya. Tak ada pegangan, sandaran, perlindungan ataupun pertolongan. 

Runtuhnya sistem pemerintahan islam berakibat tak diterapkan syari'at Islam di seluruh negeri muslim. Hukum buatan manusia mendominasi kaum muslim. Hawa nafsu menggantikan aturan wahyu. Jadilah yang kuat menguasai yang lemah. Masalah datang bertubi-tubi tiada henti.
Fitnah-fitnah keji menyerang kaum muslimin. Label teroris, radikal, intoleran lekat dengan mereka. Negeri negeri muslim diserang dengan garang. Suriah, Palestina, Afganistan, Irak, Iran, India dll. 

Darah berceceran dimana-mana. Puluhan bahkan ratusan muslim muslimah menjadi korban. Anak-anak kehilangan orang tuanya. Orang tua kehilangan anak-anaknya. Sumber daya alam dikeruk dengan tamak. 

Hilangnya Perisai Umat

Peradaban islam lebih kurang 1300 tahun telah menguasai 2/3 dunia. Kegemilangan dicapai di atas bumi. Penerapan syari'at islam mengantarkan kesejahteraan dan kejayaan islam. Menjadi kekuatan adi daya yang ditakuti dunia.


Nabi Muhammad Saw bersabda:
إِنَّمَا الْإِمَامُ جُنَّةٌ يُقَاتَلُ مِنْ وَرَائِهِ وَيُتَّقَى بِهِ
”Sesungguhnya al-Imam (Khalifah) itu perisai, di mana (orang-orang) akan berperang di belakangnya (mendukung) dan berlindung (dari musuh) dengan (kekuasaan) nya.” (HR. Al-Bukhari, Muslim, Ahmad, Abu Dawud, dll)

Khalifah sebagai pelindung umat, pengayomi dan pengurusi umat. Beratnya pertanggung jawaban dihadapan Allah SWT, menjadikan khalifah tidak main-main menjalankan amanahnya sebagai pemimpin kaum muslimin. Seluruh waktu dan tenaga dicurahkan untuk umat. Tak tergoda harta dunia yang bisa melalaikannya. 

Tapi sekarang setelah runtuhnya sistem pemerintahan islam, umat islam kehilangan pelindung itu. Bukan lagi menjadi harimau yang ditakuti karena sudah kehilangan taringnya. Keruntuhan tersebut disebabkan oleh Mustofa kemal yang merupakan kaki tangan Inggris. 

Jumlah kaum muslimin ibarat buih di lautan. Banyak tapi tak punya kekuatan. Ikatan akidah berubah menjadi ikatan nasionalisme. Dulu bersatu di bawah satu kepemimpinan. Kini terpecah belah menjadi 50 negara bangsa.

Upaya Menyadarkan Umat

Islam adalah sempurna dan paripurna. Agama yang diridhoi Allah SWT. Seluruh aturan yang muncul darinya membawa kebaikan bagi umat manusia, muslim ataupun non muslim.

Menjalankan seluruh syari'at-Nya adalah wujud keimanan dan ketaqwaan kita. Penting bagi kita menyadarkan umat untuk kembali kepada aturan islam. Pemikiran umat yang penuh dengan pemikiran barat haruslah dibersihkan hingga sebersih-bersihnya. Umat dan pemikirannya ibarat teko dan isinya. Teko itu akan mengeluarkan sesuai dengan isinya. Jika isinya teh akan keluar teh. Jika isinya air akan keluar air. Jika isinya teh tidak mungkin keluar air. Begitu juga umat. Amal perbuatannya sesuai dengan pemikirannya. 

Sekulerisme telah mengakar kuat dalam diri sebagian kaum muslimin. Menghiasi setiap aktivitas harian mereka. Tak heran jika ketaatan kepada Allah SWT  hanya seputar ibadah mahdoh saja. Selain itu akallah yang berperan mengatur manusia. Maka mencabut dan menghilangkan pemikiran selain islam adalah perkara penting yang harus dilaksanakan. Agar umat sadar dan kembali kepada islam secara kaffah. 

Istiqomah Memperjuangkan Tegaknya Sistem Islam

Dakwah islam kaffah di tengah-tengah umat bukanlah hal yang mudah. Menghadapi banyak sekali hambatan mungkin saja terjadi karena pemikiran umat sudah terkontaminasi dengan pemikiran kufur. Menjadi pertanyaan kalau kita tidak bergerak alias diam, siapa yang akan menyadarkan umat tentang kondisi yang rusak saat ini? siapa yang akan mengajak umat kembali ke syari'at islam? 

Istiqomah harus demi tegaknya syari'at islam. Keistiqomahan kalau dianalogikan seperti orang yang mencari air di tengah hutan. Dia tidak mempedulikan lagi capek, lemah, kaki lecet-lecet, ngantuk, baju dll. Fokus dia mencari air untuk bertahan hidup. Begitu juga harusnya pengemban dakwah islam. Fokus dalam dakwah ini. Untuk mengembalikan umat kepada kehidupan islam yang diridhoi Allah SWT.
Tanpa Junnah, Umatpun Lemah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar