Corona Mengema, Kemana Peran Negara?

Corona Mengema, Kemana Peran Negara?




By : Nora Putri Yanti

Dilansir dari Jpnn.com, BOGOR – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan bahwa Indonesia punya peluang untuk menyuplai alat pelindung diri (APD) dan hand sanitizer bagi negara lain yang tengah dilanda pandemi virus corona. Alasannya, Indonesia punya pabrik dan infrastruktur untuk memproduksi barang yang kini dibutuhkan dunia itu.

Sri Mulyani menyampaikan hal itu setelah mendampingi Presiden Joko Widodo mengikuti Konferensi Tingkat Tinggi Luar Biasa (KTT LB) G-20 melalui telekonferensi di Istana Bogor, Kamis (27/3) malam. Menurut Sri, dalam KTT itu para pemimpin negara G-20 berupaya memperlancar dan meningkatkan pasokan alat-alat kesehatan.
“Seperti yang terjadi di semua negara yang sekarang ini terjadi, apakah di Italia, Eropa secara keseluruhan, Inggris, Amerika, di Indonesia dan di negara-negara lain, semuanya mengalami kekurangan alat-alat kesehatan," kata Sri Mulyani.

Jangan heran lagi dengan pemikiran aktor kapitalis ketika tampil, jeli memanfaatkan situasi dan kondisi walaupun itu mengorbankan nyawa banyak orang. Ia mengambil peluang jika ada kesempatan agar pundi-pundi mengalir deras kekantong. Sudah terpampang nyata didepan matanya rakyat di negara sendiri kesulitan mendapatkan APD dan hand sanitizer dalam menghadapi pandemi ini malah melirik ke negeri tetangga yang lebih menjanjikan dalam nilai devisanya, tanpa menengok kerumahnya sendiri yang jelas-jelas angka kematian semakin melonjak naik kian harinya, masih sempatnya berfikir berdagang ke sebelah, subhanallah.

Katanya memiliki pabrik dan infrastruktur untuk memproduksi barang yang dibutuhkan menghadapi pandemi ini, kok masih serba kekurangan juga dalam negeri? Oh ternyata sudah diekspor ke negeri sebelah. seharusnya dikelolah pemerintah untuk kebutuhan rakyatnya, malah mengabaikan jeritan rakyatnya demi menuruti hawa nafsu belaka. Tidakkah nuranimu tersentuh dengan tangisan rakyatmu, atau bukalah sedikit mata hatimu untuk memperhatikan nyawa rakyatmu yang setiap detik menit nya melayang sia-sia.

Bukannkah lebih baik hancurnya ka’bah lebih baik daripada terbunuhnya satu nyawa tanpa haq, itu hukum allah sendiri yang berkata? Klw melihat gerak gerik pemerintah sekarang timbul pertanyaan, hukum apa yg diambil? Tidakkah hukum allah?

Allah SWT berfirman:

فَلَا وَرَبِّكَ لَا يُؤْمِنُونَ حَتّٰى يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لَا يَجِدُوا فِىٓ أَنْفُسِهِمْ حَرَجًا مِّمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

"Maka demi Tuhanmu, mereka tidak beriman sebelum mereka menjadikan engkau (Muhammad) sebagai hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan (sehingga) kemudian tidak ada rasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang engkau berikan dan mereka menerima dengan sepenuhnya."(QS. An-Nisa' 4: Ayat 65)

Silahkan jawab dan nilai sendiri arah kiblat negeri bebek ini, masihkah kita berharap padanya yang mereka sendiri tidak peduli kepada kita, lalu bagaimana kita seharusnya? Apa yang harus kita lakukan sekarang? Ya di tengah suasana pandemi Corona, mari terus dekatkan diri kita kepada Allah dan bertikhtiar agar wabah ini tidak menjangkiti diri kita. Sesungguhnya, ikhtiar pribadi merupakan bagian dari Sunnah Nabi SAW dalam mencegah datangnya penyakit.

Lebih dari itu, ada ikhtiar yang lebih besar, yang itu harus dilakukan oleh negara. Peran negara sangat penting dalam mengatasi pandemi ini. Mengapa? Karena penanganan wabah Corona ini terkait dengan pengaturan manusia. Menyangkut kehidupan sosial. Mangkanya kita harus mengkaji islam dan mendakwahkannya agar islam kaffah itu hadir di tengah-tengah kita karena Satu nyawa manusia yang terselamatkan sangat berharga dalam padangan Islam. Nyawa manusia tak akan dibiarkan hilang sia-sia karena wabah penyakit.

Seharusnya dengan wabah Corona yang melanda negeri ini menyadarkan kita bahwa kita butuh pemimpin negara yang bertakwa yang menerapkan Islam. Yang senantiasa memperhatikan urusan dan kemaslahatan rakyat. Yang takut kelak pada Hari Kiamat rakyatnya menuntut dirinya di hadapan Allah SWT atas kemaslahatan rakyat yang terabaikan. Yang tidak mengabaikan kesehatan masyarakat demi kepentingan kekuasaan atau material ekonomi. Empat belas abad yang lalu, baginda Nabi SAW, telah memberikan teladan bagaimana menangani wabah ini. Sabda Nabi SAW:
«إِذَا سَمِعْتُمْ بِالطَّاعُونِ بِأَرْضٍ فَلاَ تَدْخُلُوهَا، وَإِذَا وَقَعَ بِأَرْضٍ
وَأَنْتُمْ بِهَا فَلاَ تَخْرُجُوا مِنْهَا«

“Jika kamu mendengar wabah di suatu wilayah, maka janganlah kalian memasukinya. Tapi jika terjadi wabah di tempat kamu berada, maka jangan tinggalkan tempat itu” (HR Bukhari).
Dalam hadits lainnya, dari Aisyah ra, Nabi SAW bersabda: “Tha’un itu merupakan azab yang Allau turunkan terhadap siapa yang Dia kehendaki, dan Allah jadikan sebagai rahmat untuk orang-orang mukmin. Maka tidak ada seorang hamba pun yang tha’un menimpa, lalu dia berdiam di negerinya seraya bersabar mengharap ridha Allah, dia tahu bahwa tidak ada yang akan menimpanya kecuali apa yang telah Allah tuliskan untuknya, kecuali untuknya semisal pahala syahid”. (HR Bukhari)

Inilah karantina pertama kali yang dilakukan oleh sebuah negara di dunia. Mendahului semua negara. Dan hal itu berlangsung di negara beradab yang pemimpinnya adalah Nabiyallah Muhammad SAW. Allah SWT mewahyukan kepada Nabi Muhammad dan beliau menerapkan Islam agar menjadi suri teladan yang baik dalam implementasi.

Dalam pandangan Islam, negara harus membatasi penyakit di tempatnya. Penduduk setempat itu tidak boleh keluar dari wilayah tersebut. Dan penduduk dari luar tidak boleh masuk. Inilah kewajiban syar’i negara dalam melayani rakyat dan melaksanakan amanah. Namun berbanding terbalik dengan negeri bebek ini yang malah menjamin kitidak adaannya pembatasan atau lockdown itu sendiri.

Tak hanya itu, negara harus menjamin pelayanan kesehatan berupa pengobaan secara gratis untuk seluruh rakyat di wilayah wabah tersebut. Termasuk mendirikan rumah sakit dan laboratorium pengobatan dan lainnya. Dan, negara wajib menjamin terpenuhinya kebutuhan dasar rakyat, termasuk di dalamnya kebutuhan pangan rakyat di wilayah wabah tersebut. Namun tidak tergambar sekarang yang dilakukan pemerintah malah memikirkan perutnya kenyang sendiri.

Sementara, orang-orang sehat di luar wilayah yang dikarantina tetap bisa kerja sehingga kehidupan sosial dan ekonomi tetap berjalan. Inilah langkah-langkah shahih yang akan dilakukan oleh negara yang menerapkan sistem Islam.
Ingatlah wabah ini tak hanya mengenai orang-orang zalim saja, tapi juga mengenai orang-orang yang beriman. Inilah fitnah wabah penyakit yang sedang terjadi. Maka, umat ini perlu saling tolong menolong, saling membantu di tengah kondisi negeri yang dipimpin orang-orang yang hanya berpikir ekonomi dan menomor-sekiankan keselamatan manusia.

Marilah sama-sama kita sadari pentingnya akan adanya perisai ditengah-tengah kita yaitu khilafah rasyidah ala min hajinnubuwah dan segera mencampakkan hukum manusia yang hanya mengurusi rakyat yg memiliki modal saja hingga akhirnya, semoga Allah segera menyingkirkan wabah corona dari negeri ini. Menjadikan negeri ini baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur yang dipimpin oleh penguasa yang amanah, yang menerapkan syariah Islam secara kaffah. Aamin.
Previous Post
Next Post

post written by:

0 Comments: