Literasi Membuka Peradaban

Literasi Membuka Peradaban



Oleh: Bunda Esthree

Saat ini ketika zaman era gadget mendominasi, begitu pentingnya literasi guna menjadi penunjang peningkatan peradaban, tentunya peradaban Islamlah yang kita inginkan. Umat Islam tidak boleh sedikitpun lengah untuk tidak belajar, karena di dalam Islampun dikatakan bahwa belajar itu bukan diberikan atau dikerjakan ketika kita masih kecil saja, tetapi belajar itu harus tetap kita lakukan sampai saatnya nanti Allah akan memanggil kita untuk kembali. Seperti motivasi yang disampaikan oleh Imam Syafi’I “Jika kamu tidak dapat menahan lelahnya belajar, maka kamu harus sanggup menahan perihnya kebodohan”. Sehingga pentingnya literasi sebagai pembuka peradaban itu sangat betul, ketika suara kita tak lagi di dengar setidaknya tulisan yang kita buat bisa mengubah pemikiran yang rusak, sehingga banyak orang yang akhirnya bisa tercerahkan dengan pemahaman yang kita bawa melalui berbagai tulisan yang telah kita buat. Mudah atau sulitnya membuat suatu tulisan itu tergantung sejauh mana kita terjun untuk mau membaca, dan ketika banyaknya bahan bacaan yang telah kita baca, banyak hal juga yang ingin kita tuangkan melalui tulisan kita yang bisa jadi merupakan salah satu hal yang dapat membuat pemikiran itu berubah ke arah pemikiran Islam yang lebih baik. Bukan berati ada pemikiran Islam yang buruk, tetapi maksudnya pemikiran Islam yang sesuai dengan dalil syara’ yang mampu dibuktikan ke shohihanya.

Peradaban Islam akan kembali ketika Islam mampu diterapkan lagi. Bagaimana pentingnya peradaban Islam itu kembali karena hanya dengan Islamlah yang mampu mengayomi seluruh umat dengan segala kesenangan dan kesusahan yang umat punya. Adanya Islam di bumi ini adalah suatu Rahmat yang Allah berikan kepada umatnya. Berbagai hal yang berpengaruh bagi kehidupan umat yaitu berkembangnya Ilmu pengetahuan, banyaknya lahir para ilmuwan yang hasil temuannya menjadi referensi para ilmuwan barat dan terus dikembangkan sampai saat ini. Sehingga ketika peradaban Islam belum kembali lagi ke tengah kaum muslim saat ini, maka segeralah menjadi bagian dari terwujudnya peradaban Islam itu dengan memberikan informasi atau pengetahuan tentang Islam adalah suatu solusi berbagai pemecahan kehidupan yang ada saat ini. Bisa kita lihat banyaknya masalah yang tejadi saat ini dan cara penyelesaian yang dilakukan para pemimpin berbagai negri tidak pernah menggunakan aturan yang Islami, sehingga berbagai ketimpangan yang dialami itu jelas nyata terjadi. Solusi yang diberi tak pernah menyelesaikan masalah yang pasti. Karena tak sesuai dengan hal yang harusnya dipakai. 

Literasi membuka peradaban itu sebagai penghantar menuju peradaban yang sejati, karena tak pernah kita ketahui dari arah manakah jalan yang mampu mempengaruhi berbagai pemikiran umat saat ini. Semoga dengan banyaknya para penulis Islami mampu menjadi jembatan pembuka peradaban Islam yang haqiqi dan yang pasti akan terjadi lagi. Banyak orang berkata itu mimpi, jadi biarkanlah kami tetap menjadi seorang pemimpi. Jadi janganlah seorang pemimpi itu banyak dipersekusi, apakah kalian sudah mempercayai mimpi kita itu akan terjadi. Berbagai harapan yang kita utarakan terhadap kalian yang di atas tentulah itu merupakan suatu hal yang seharusnya mampu diwujudkan, karena kepada siapa lagi kita mampu berkeluh kesah. Ketika keluhan kami bukan solusi yang kalian beri malah berbagai ancaman yang didapati, seharusnya menjadikan pembelajaran bagi umat saat ini untuk lebih jeli dalam mencari pengatur kesejahteraan kita disini. Tetapi bukan umat Nabi Muhammad kalau kita sering lupa diri sehingga kita acuh terhadap permasalahan negeri dengan tidak memberikan informasi yang harusnya dipakai oleh para pemimpin saat ini. Bahwa dengan aturan Islamlah segala hal itu mampu diatasi. Tingginya sikap ridho terhadap keputusan yang telah Allah beri. Tetapi bukan abai tak ada ikhtiar dulu yang dicari. Ikhtiar kita dalam membangun peradaban Islami dengan menebar literasi guna kepentingan Islam akan dijadikan aturan lagi.

Previous Post
Next Post

post written by:

Cerdaskan Umat, Raih Kebangkitan!

0 Comments: