Local Lockdown,  Stop Pandemi di Kota Bahari

Local Lockdown, Stop Pandemi di Kota Bahari




Kota Tegal yang memiliki moto Tegal Kota BAHARI (Bersih, Aman, Hijau, Asri, Rapi, dan Indah).
Namun hingga Kamis (26/3/2020) Dinas Kesehatan Kota Tegal mencatat ada 41 Orang Dalam Pemantauan (ODP), 13 Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang dirawat di rumah sakit Kota Tegal, 1 orang PDP meninggal dunia, dan 1 positif Covid-19. (Kompas.com)

Guna memutus penyebaran pandemi Covid-19, Pemkot Tegal memutuskan untuk melakukan local lockdown. Local lockdown ini akan diberlakukan selama empat bulan ke depan mulai 30 Maret 2020 hingga 30 Juli 2020. Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono menuturkan, local lockdown dilakukan dengan menutup total akses ke wilayah Tegal. Jalan protokol di dalam kota dan jalan penghubung antar kampung akan ditutup menggunakan beton. (iNewsJateng.id)

Kita patut mengapresiasi kebijakan yang diambil Wali Kota Tegal tersebut. Dan ini sekaligus menandakan bahwa kita belum sepenuhnya dapat terlepas dari bahaya virus Corona yang sedemikian masif tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Lockdown merupakan kebijakan yang dibutuhkan untuk membatasi ruang interaksi masyarakat. Pasalnya, beberapa fasilitas kesehatan di kota-kota di Provinsi Jawa Barat dan Jawa Tengah akan kewalahan bila jumlah pasien yang diduga terjangkit virus corona mengalami peningkatan secara drastis.

Kebijakan lockdown harus segera ditetapkan  baik oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah karena ketimpangan informasi, sumber daya, peralatan kesehatan, hingga tenaga medis. 
Bila lockdown di tempat lain tidak segera diberlakukan, dikhawatirkan banyak rakyat yang terinfeksi covid19, yang bisa jadi berujung kepada kematian. 

Pemerintah sudah semestinya lebih mengutamakan kesehatan dan keselamatan masyarakat dibandingkan stabilitas ekonomi.

Sebaiknya semua penguasa paham bahwa kewajiban mereka adalah menjaga setiap jiwa. 

Semoga dengan datangnya wabah ini kita meyakini ini adalah bagian dari peringatan Allah agar kita kembali kepada jalan yang benar. Berserah diri dan memohon ampunan. Dan saat ini adalah saat yang paling tepat untuk kembali pada syariat yang telah ditetapkan oleh Allah SWT. Mengambilkan sistem buatan manusia kepada sistem islam.

Penulis : Rini Sulistiawati
Bandung
Previous Post
Next Post

post written by:

Cerdaskan Umat, Raih Kebangkitan!

0 Comments: