Lockdown Ala Negeri +62

Lockdown Ala Negeri +62


Oleh : Masra (Aktivis Dakwah)

Istilah lockdown kini menjadi istilah yang laris diperbincangkan bahkan dijadikan kebijakan oleh negeri-negeri muslim maupun kafir ketika dunia mengalami kepanikan dengan hadirnya makhluk kecil tak kasat mata, yakni virus corona atau covid-19 yang awalnya bermula di Wuhan, China dan kemudian menyebar di beberapa penjuru negeri lainnya. Virus ini membuat kebanyakan manusia menjadi panik dan resah karena tingkat penyebarannya yang luar biasa cepat sehingga banyak memakan korban.

Hingga saat ini belum ditemukan obat yang pasti agar bisa menghentikan penyebaran wabah covid-19. Namun, ada salah satu upaya yang dapat dibilang efektif agar bisa menghentikan penyebaran wabah tersebut, yakni sistem lockdown.

Dibeberapa negara,  seperti Itilia, Spanyol, Malaysia, Denmark, Prancis, Filipina, dan Belgia rupanya sudah menerapkan sistem lockdown nasional. Di Indonesia sendiri juga sudah diberlakukan sistem locdown, namun hanya bersifat regional. Artinya, sistem lockdown diberlakukan tidak untuk semua wilayah Indonesia. Akan tetapi, hanya dibeberapa wilayah saja.

Sebelumnya, ini adalah alasan pemerintah belum melaksanakan lockdown yang dikutip dari CNN Indonesia 18//3/2020, “Karena dengan Lockdown orangg di rumah semua, aktivitas ekonomi sulit. Dan secara ekonomi berbahaya.,” ujar Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Penanganan  Covid-19 Wiku Adisasmito, dalam konferensi pers daring Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Rabu (18/3).

Menurut Jusuf Kalla (JK) yang juga ketua umum PMI  mengatakan, sistem lockdown bisa saja dilakukan jika pemerintah pusat mengeluarkan instruksi. Namun menurutnya sistem itu akan berdampak pada kondisi ekonomi dan berbagai sektor lainnya.
“kalau diinstruksikan (lockdown) pasti bisa. Tapi memang harus siap ekonominya, siap macam-macam,” tutur JK saat ditanya soal kemungkinan lockdown di Indonesia, di Kantor Wapres, Jakarta Pusat, Kamis (12/3).

Lagi dan lagi, pemerintah hanya urgent memikirkan nasib perekonomian negara ini, bukan nasib umat yang kini semakin banyak terkena pandemi Covid-19. Padahal dibeberapa negara, ada yang sudah menerapkan sistem lockdown dan terbukti mampu mengurangi angka kematian sehingga bisa menghentikan penyebaran virus yang berbahaya ini. Ketegasan mereka dalam mengambil kebijakan seperti ini semata-mata karena demi keselamatan rakyat dan kemaslahatan bersama. Seharusnya pemerintah juga melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan dalam beberapa negara tersebut. Apalagi wabah tersebut sudah semakin merebak ke tengah-tengah masyarakat negeri ini. Bukan malah memikirkan nasib ekonomi saja, sementara nasib rakyat tidak diperdulikan. Karena, percuma saja perekonomian dijalankan (ekspor dan impor besar-besar-besaran), akan tetapi rakyat tidak merasakan kesejahteraan melainkan kesengsaraan yang berujung pada kematian. Ya ialah, bagaimana tidak merasakan kesengsaran yang mencekik? Toh sandang, papan dan pangan saja tidak diberikan untuk rakyat, terlebih lagi di wilayah yang sudah diterapkan lockdown secara regional.

Inilah potret buruk negeri yang bersistemkan demokrasi yang asasnya dibangun atas dasar pemisahan agama dari kehidupan (sekularisme). Sedangkan ekonominya dibangun atas dasar sistem ekonomi kapitalis yang dimana para penguasa hanya memikirkan untung rugi (materi). Dan solusi yang diberikan oleh sistem bobrok ini pun tak pernah menyelesaikan secara tuntas masalah yang dihadapi negeri +62 ini.

Dalam hal ini, terbukti bahwa yang mampu menyelesaikan atau menuntaskan problematika umat saat ini hanyalah dengan menerapkan sistem Islam kaffah. Karena wabah seperti ini juga pernah terjadi di masa Rasulullah SAW. dan Baginda SAW. juga pernah menerapka sistem lockdown demi mengatasi penyebaran wabah tersebut. Sebagaimana Beliau SAW. bersabda: “jika kalian mendengar wabah terjadi di suatu wilayah, janganlah kalian memasuki wilayah itu. Sebaliknya, jika wabah itu terjadi di tempat kalian tinggal, janganlah kalian meninggalkan tempat itu (H.R. Al-Bukhari)”. 

Jadi, sejatinya sistem lockdown sudah diterapkan dari zaman Rasulullah SAW. selain itu, Rasulullah SAW. juga memenuhi kebutuhan  umat ketika sistem lockdown diberlakukan, baik sandang, papan maupun pangan sehingga umat tidak merasakan kesengsaraan sebagaimana yang dirasakan umat dalam sistem saat ini.

Previous Post
Next Post

post written by:

Cerdaskan Umat, Raih Kebangkitan!

0 Comments: