Pro dan Kontra

Pro dan Kontra



Oleh : T2N

"Gus, itu ada warga yg mati-matian bela pemerintah yg menolak lockdown. Katanya lockdown itu hanya menguntungkan kelas menengah. Sementara wong cilik akan kelimpungan. Bener gak Gus?"
"Yo namanya aja negara demokrasi cak. Ya pasti ada pro kontra. Tapi gini cak, kalo dia menolak lockdown, lalu apa solusinya utk membendung penularan Corona?"
"menurut dia sih gak perlu lockdown Gus. Cukup semua warga negara taat pemerintah utk tdk keluar rumah, tetap tinggal di rumah...."
"Lha... Ini kan sama dengan lockdown cak... Kalo semua warga tinggal di rumah, apa bedanya dg lockdown? Ini kan namanya lockdown swadaya cak."
"Oh gitu ya Gus. Lalu apa bedanya lockdown swadaya dengan lockdown putusan pemerintah Gus?"
"Ya beda dong cak. Kalo yg menetapkan lockdown itu pemerintah, ya sesuai aturan pemerintah harus menanggung kebutuhan rakyatnya. Khususnya rakyat yg rentan. Seperti yg sekarang dilakukan India cak. Negara ngeluarin 300 triliun lebih utk rakyatnya yg miskin. Tapi kalo lockdown atas inisiatif warga sendiri, ya mati hidup terserah warga lah.... Negara gak ada kewajiban menanggung hidup warga yg rentan...."

"Oh gitu ya Gus, jadi sebenarnya lockdown swadaya itu justru menguntungkan kelas menengah dan merugikan wong cilik ya?"
"Begitulah cak. Kalo semua org di rumah. Kantor tutup. Toko warung gak buka. Kalo buka toh tetap sepi gak ada yg beli .... Trus wong2 cilik mau kerja apa? Dapat makan dari mana? Lihat aja abang-abang ojol itu, sekarang mereka kelimpungan karena gak ada order. Siapa yg akan menanggung makan minum mereka & keluarga? Kalo kelas menengah sih enak cak. Masih punya penghasilan & tabungan. Bisa nyetok makanan di rumahnya..."
"Lha kalo yg melockdown pemerintah gimana Gus?"

"Ya sesuai aturan cak, kalo yg memutuskan lockdown itu pemerintah, justru rakyat yg enak. Gak usah kerja di luar, cukup di rumah saja... Abang-abang Ojol gak perlu pusing keluar rumah nunggu orderan karena kebutuhan hidupnya sdh ditanggung sama negara..."
"Ohhh...pantesan Gus...."
"Pantesan apa cak?"
"Emboh Gus... Pokoke pantesan ae...."
Previous Post
Next Post

post written by:

Cerdaskan Umat, Raih Kebangkitan!

0 Comments: