BELAJAR DI RUMAH, BAGAIMANA PERAN NEGARA?

BELAJAR DI RUMAH, BAGAIMANA PERAN NEGARA?



By : Nailur Rahma Nuha
Ibu Generasi dan Member AMK 


Covid-19 mengimbas sektor pendidikan Indonesia
Covid-19 dianggap akan berpotensi tinggi jika sekolah tak libur waktunya
Covid-19 memicu kebijakan belajar di rumah sebagai penggantinya 
Covid-19 menjadi pandemik tak hanya di Indonesia tapi juga dunia

Belajar di rumah solusi pendidikan saat wabah perlu dievaluasi
Belajar dengan gadget, kuota, sinyal dan pelaksanaan kejar materi
Belajar di rumah membuat guru, murid dan orangtua siaga sehari
Belajar di rumah berhari-hari stres anak dan orangtua menjadi

Citra sistem pendidikan makin jadi sorotan publik insani
Cara negara memfasilitasi guru, siswa dan orangtua perlu dikritisi
Coba ulik kemampuan penggunaan IT pada pendidik saat ini
Cepat tanggap pemerintah mengupgrade kemampuan pendidik khayali

Tuntutan administrasi, waktu kerja dan professionalisme tak terfasilitasi
Tak ayal pendidik terbebani melebihi kemampuannya tak tertangani
Tambal sulam kurikulum dan administrasi mengejar insentif tak terkendali
Ternyata guru sebagai garda terdepan membangun peradaban tak dibekali

Nasib guru era kapitalisme gajinya tak cukup untuk membeli kompetensi
Nyata gaji dan intensif hanya take and give bagai pedagang dengan pembeli
Negara secara sistemik gagal meningkatkan kompetensi guru dengan pasti
Nasib malang tak cuma untuk guru, orangtua juga tak semuanya memiliki

Namun tak terbaca dengan detil padahal penguasa harusnya punya peduli
Nusantara tak semuanya metropolis, rakyat pasti bisa memenuhi mandiri
Nun jauh di sana bahkan di kota banyak rakyat yang tak bisa makan sehari
Nunut distancing tanpa kepastian dicukupi penghidupan sehari-hari

Islam tak membatasi peserta didik menguasai agama tapi juga ilmu terapan
Islam menyiapkan kurikulum, metode, biaya dan sarana untuk terapan
Islam tidak merubahnya dalam kondisi pandemik sekalipun
Islam akan menjaga dan mendorong agar terjaga tingginya peradaban

Pendidik tercukupi haknya dan terfasilitasi optimal adalah keniscayaan 
Penerapan syari’ah adalah bukti kesungguhan menjaga pendidikan 
Pendidik dan generasi terlayani oleh fasilitas khilafah yang terjamin
Pendidik dan generasi menjalani proses pembelajaran sesuai kebutuhan

Banyak ilmuwan melegenda terlahir dari sistem khilafah
Begitu besar perannya dalam mengembangkan peradaban kaffah
Berbeda dengan kapitalis semua harus dibeli dengan usaha rakyat
Bangun sistem hanya jadi fasilitas layaknya pengusaha memperoleh berkat

Saatnya pendidikan kembali pada pengaturan Islam yang berjaya
Segala masalah tak terkendali akan reda segera menjadi berdaya 
Seluruh aspek akan terjalankan optimal pendidikan adalah aset negara
Saatnya khilafah memimpin peradaban nan gemilang mendunia

Songsong datangnya khilafah dengan iman dan taqwa adalah niscaya
Selamatkan pendidik, generasi dan orangtua dari didikan fatamorgana
Seluruh warga negara akan terlayani sempurna tanpa syarat dan harga
Seluruh alam terberkahi peradaban mulia yang cemerlang meriayah dunia

Cikarang, 03-04-2020; 15:24
Previous Post
Next Post

post written by:

0 Comments: