Dunia Menuju Tata Hidup Baru

Dunia Menuju Tata Hidup Baru


Oleh : Tien Soekatno
(Muslimah penggerak literasi Islam)

Rasa mencekam data yang terpampang covid 19 di seluruh dunia mencapai 3.582.233, sembuh 1.159.953 dan meninggal 248.588 orang. Data di ambil dari update pantau virus corona:  tanggal 4 mei 2020 jam 17.00.
Seluruh sistem yang ada di dunia belum mampu lolos uji hadapi badai covid 19 yang kian melanda dunia dan Indonesia. Akankah hikmah Covid-19 akan tergali?

Covid-19 tertuduh menyebabkan komplikasi masalah hingga belum ada yang bisa memprediksi kapan kiranya virus ini berakhir. Pangkal utamanya adalah sistem peradaban ekonomi kapitalis yang menggurita. Sistem ini pengaruhnya bisa menjalar ke tata hidup yang lain. Ternyata kemampuannya hanya membuat perekonomian semakin melorot  memporak porandakan sampai kedalam (seperti sektor akomodasi, industri dan perdagangan, hukum dll) yang imbasnya menusuk relung rakyat jelata.

Dalam berita yang dimuat media katadata.co.id memperingatkan dampak pandemi Corona ke perekonomian dunia akan lebih buruk dari Depresi Besar pada tahun 1930 an.

Pandemi mengakibatkan pertumbuhan ekonomi global tumbuh negatif tahun ini padahal baru-baru ini IMF memperkirakan pertumbuhan pendapatan yang positif di lebih 160 negara anggotanya. Namun proyeksi  terbalik arah bahkan berdampak ke 170 negara.

Ketua IMF Kristaline Geogeiva(BBC Kamis 4/5/2020) mengatakan “Kami mengantisipasi kejatuhan ekonomi terburuk sejak depresi besar”

Gelombang ini diikuti oleh negara-negara maju dan berkembang yang tergabung dalam G20 akan mengalami Resesi juga tahun 2020 ini.

Negara-negara di Eropa termasuk wilayah yang paling terdampak covid 19 Jerman (-5%), Prancis (-5%), Italia (-7%), sehingga memaksa banyak perusahaan tutup usaha dan memberhentikan karyawannya. Demi menghentikan penyebaran virus.

Sebuah studi organisasi buruh internasional ILO juga menuliskan 4 dari 5 pekerja di dunia yang terdampak penyebaran virus Corona, sebanyak 81% dari 3,3 miliar orang mengalami penutupan tempat kerja secara penuh atau sebagian.

Pun di Indonesia imbas PHK mulai terasa. Di tunjukkan data Kementerian Ketenagakerjaan, lebih dari 1,5 juta orang telah kehilangan pekerjaan karena pandemi ini. Sebanyak 10,6% diantaranya atau sekitar 160ribu Orang kehilangan pekerjaan karena PHK sedangkan 89,4% lainnya karena dirumahkan. Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah meminta kepada pelaku usaha untuk melakukan opsi PHK. Sudah bisa kita bayangkan pengangguran merajalela sedang kebutuhan dasar terus berlangsung belum di tambah kasus kriminal akibat kelaparan dan pelepasan ribuan napi. Sedangkan tak ada jaminan pengganti kebutuhan pokok dari pemerintah dalam situasi pandemi.

Bahkan program PSBB Pun terbukti tidak ampuh menghadang wabah. Malah menambah bingung rakyat di PHK, di rumahkan tetapi 500 turis china di persilahkan!

Bila seluruh dunia sudah di buat morat marit ekonomi, politik bahkan hukum maka segeralah berbenahlah ke jalan Islam. Yang dengan jelas jika tidak ada jaminan aturan buatan manusia, Saatnya umat kembali ke aturan Islam. Yang sudah terbukti.
Hanya di peradaban Islam, peradaban yang paling besar di dunia yang mampu menata kehidupan kembali sekalipun porak poranda.  Dan memberikan solusi tuntas semua masalah.

Masalah virus ini juga pernah terjadi  pada masa Khalifah Umar dibuktikan dengan Kebijakan, keberanian, ketegasannya memimpin yang berhasil menyelesaikan pandemi dan tidak di ketemukan di era peradaban kapitalis saat ini.
Sosok kepemimpinannya dapat dijadikan contoh bagi pemimpinyang ada di seluruh dunia .
Kehebatan khalifah Umar bin Khattab dapat dilihat dari berbagai sumber media yaitu beliau pembela Islam sejati, tidak anti Islam sikapnya yang tegas dalam menegakkan agama Allah. Syariat Allah ditegakkan sebagai pedang langkah dalam kepemimpinannya.

Beliau cepat dan tanggap dalam menangani wabah. Sabda Rasulullah adalah tonggak kebijakan yang diterapkannya; “jika kalian berada di suatu tempat yang terserang wabah maka janganlah kalian keluar darinya apabila kalian mendengar wabah di suatu tempat maka janganlah mendatanginya”
Jangan-jangan mangkrengnya sang Covid-19 ini karena tidak cepatnya umat kembali ke aturan Islam. Mari segera kembali menerapkan aturanNya agar pandemi segera sirna dan mewujudkan tata hidup yang Rahmatan lil ‘alamin

Wallahu A'lam [sp]






 

Previous Post
Next Post

post written by:

0 Comments: