Dzikir


Oleh: Ina Siti Julaeha

Bulan Ramadhan adalah bulan berlimpah kebaikan. Bukan dilipat gandakan pahala. Diampuni segala dosa dan ditutup pintu neraka. Dan setan-setan dibelenggu.

Maka sudah seharusnya sebagai muslim memperbanyak mengingat Allah SWT dengan berdzikir. Menghayati betapa lemahnya kita sebagai manusia yang penuh dengan dosa.

Dzikir adalah perkara yang masyhur di kalangan kaum muslimin. Esensi dzikir yang utama adalah mengingat Allah, sang maha pencipta manusia. Semakin banyak dzikir yang kita lakukan berarti semakin sering kita ingat kepada Allah SWT.

Tinggi rendahnya motivasi seseorang berdzikir tergantung seberapa dekat dia mengenal Allah SWT. Semakin dekat dia mengenal Allah maka semakin besar rasa rindu untuk bertemu dengan - Nya. Maka semakin terdorong juga dia untuk mengingat Allah dalam tarian nafasnya.

Orang yang melakukan dzikir dengan benar akan senantiasa merasa menjalin hubungan batin secara terus menerus dengan Allah SWT ( Idrak silah billah). Hasilnya dia akan merasa kecil di hadapan Allah, merasa diawasi Allah dan berupaya untuk meningkatkan ketaatannya.

Allah berfirman bahwa Dia akan mengingat orang - orang yang yang juga selalu mengingat - Nya. "Karena itu, ingatlah kepada-Ku, niscaya Aku ingat pula kepadamu. Dan bersyukurlah kepada-Ku  dan jangan kamu mengingkari (nikmat-Ku)". (Q. S Al-Baqarah 152).

Di tengah pandemi covid-19 yang melanda dunia ini. Maka sudah seharusnya kita memperbanyak melakukan taubat. Dengan memohon ampun kepada Allah SWT, dan memperbanyak mengingat Allah dengan dzikir.

Kita harus mengevaluasi semua perbuatan yang sudah dilakukan. Jangan sampai dzikir kita hanya terucap lewat lisan saja. Namun lebih dimantapkan lewat perbuatan. Yaitu merasa Allah SWT selalu mengawasi kita. Sehingga kita akan senantiasa berada dalam ketaatan dan menjauhkan diri dari segala kemaksiatan.

Begitu pun dalam melakukan berbagai amalan kebaikan. Niatkan lurus karena Allah SWT. Sebab kita selalu diawasi oleh Allah SWT. Dan bukan hanya saat ramadhan saja, melainkan kapan pun dan dimana pun Allah SWT senantiasa melihat dan mengawasi kita. Oleh karena itu, kita harus memaksimalkan waktu dan kesempatan untuk menjadikan diri kita lebih taat lagi kepada Allah SWT. Bukan sebatas kita saja, tetapi semua orang yang ada di sekitar kita. Maka penting juga kita melakukan amar makruf kepada orang lain. Agar ketaatan yang dijalankan bisa berjamaah dan saling menguatkan. 

Wallahu a'lam Bishawab
Previous Post
Next Post

post written by:

Cerdaskan Umat, Raih Kebangkitan!

0 Comments: