Generasi Unfaedah, Saatnya Berubah

Generasi Unfaedah, Saatnya Berubah



Oleh: Meilyna Herawati

Akhir-akhir ini Indonesia dihebohkan dengan berbagai video viral unfaedah yang meresahkan warnet. Salah satunya video prank youtuber Ferdian Paleka yang memberikan sumbangan sampah kepada para waria. Tak hanya Ferdian, melansir akun instragram @fakta.Indo ada tiga pemuda-pemudi yang secara terpisah melecehkan Islam dan videonya menjadi viral di Instragam. Salah satunya video seorang perempuan memakai mukena berwarna putih, yang berpura-pura melakukan salat. Namun, di tengah aktifitas ibadah salat, lampu menjadi berkedap-kedip dan berganti warna seperti berada di bar. Tak selang beberapa detik setelah melakukan gerak rukuk, dia berjoget dan menikmati irama musik. Video ini menjadi viral dengan dilihat 5.624 penonton dan 8.456 komentar.

Selain itu ada video unfaedah lagi yang kali ini dilakukan oleh seorang pemuda yang bernama Yoga. Yoga mengungguh video bertuliskan “Ketika ustaz masuk diskotik”. Video ini juga viral dengan mendapat 438.9 viewer dan 8.462 komentar. Tak selang beberapa lama, Yoga melakukan konfirmasi permintaan maaf. 

Terakhir, pemudi yang melecehkan lagu “Aisyah Istri Rosulullah”. Dalam liriknya, pemudi tersebut menggantinya dengan kata-kata yang kurang pentas dan di sebelahnya terlihat dua pemuda-pemudi yang berjoget tidak senonoh setelah mendengarkan lagu tersebut. Video ini ditonton 300 orang dan mendapat 4.900 komentar. Lantaran diduga melecehkan agama, pemuda-pemudi tersebuat ditangkap polisi setempat, meskipun sebelumnya mereka sudah memberikan pernyataan maaf kepada warganet. (Ngopibareng.id, 6/5/2020)

Fenomea ini bukanlah hal yang baru, banyak akun remaja rame-rama membuat konten sensasional unfaedah. Peluang unruk mendapat penghasilan yang tinggi di era digital semakin terbuka lebar. Jika video yang diungguh di youtube ditonton jutaan orang, yuotuber pun akan mendapatkan penghasilan hingga miliaran rupiah per bulan, dan inilah yang menjadi motivasi para youtuber era kapitalis. Dan viralnya konten unfaedah  di kalangan remaja membuat kita miris. Sehingga sulit menaruh harapan kepada remaja saat ini  sebagai agen perubahan peradapan gemilang.

Gempuran Kapitalis 4F

Dengan melalui jurus kapitalis 4F, membuat remaja hanyut dalam romantika modernisasi. Fun, food, film dan fashion adalah senjata ampuh yang dapat menggerogoti pemikiran kaum remaja Islam. Fun yakni berbagai kesenangan yang melalaikan, membuat seseoarang mengedepankan rasa bahagia dunia sesaat. Materi menjadi tolak ukur kebahagian. Aksi pelecehan dan penghinaan terhadap agama menjadi wajar disajikan demi eksistensi remaja youtuber kapitalis. Pundi-pundi yang dihasilkan dari konten unfaedah menjadi salah satu tujuan mereka.

Food, merupakan konsep halal dan thoyyib pada makanan. Demi mendewa rasa di lidah, konsep ini sering diabaikan kaum remaja. Kemudian Film, sebagai penyebar pola pikir yang jauh dari akidah dan syari’at islam. Banyak kaum remaja yang mendewakan dan meniru tingkah laku aktornya demi predikat kata”gaul”. Terakhir fashion, yang konsepnya sangat dekat dengan fashion barat yang sarat terbuka, tanpa melihat batasan-batasan agama dalam pengaturannya.

Inilah 4F yang telah berhasil meracuni generasi islam saat ini. Memisahkan agama dari setiap aktifitas kehidupan, menempatkannya di ruang sempit dan digunakan saat tertentu saja.

Generasi  Islam nan Gemilang

Ketika Islam diterapkan, banyak generasi belia penuh prestasi. Zaid bin Tsabit (13 tahun) penulis wahyu. Dalam 17 malam mampu menguasai bahasa suryani sehingga menjadi penerjemah Baginda Rasul Shallallu’alalihi wasallam. Hafal kitabullah dan ikut serta dalam kodifikasi Al Qur’an. Usamah bin Zaid(18 tahun), Muhammad Al fatih(22tahun) dan  Muhammad Al Qasim (17tahun). Meraka adalah pemimpin pasukan perang di zamannya masing-masing.

Para pemuda Islam ini unggul, karena mereka memeluk Islam secara kaffah, memiliki aqidah yang lurus dan kuat. Serta taat kepada syariat islam tanpa kata “nanti”. 

Peran kuat  keluarga juga sangatlah penting, sebagai wadah pertama pembentuk generasi yang berkarakter unggul. Menanamkan iman kepada Allah, tunduk pada aturan Allah serta menancapkan pada benak mereka bahwa umat Islam adalah umat terbaik diantara umat yang lainnya. Keterlibatan masyarakat dalam membentuk generasi gemilang juga sangat diperlukan. Bersama-sama menciptakan dan menjaga lingkungan yang kondusif untuk perkembangan generasi unggul..

Dalam Islam, negara memiliki peran sangat besar dalam memikul tanggung jawab pendidikan generasi bangsa. Yaitu menyediakan pendidikan yang berkarakter, mampu membentuk kepribadian Islam serta menjadikan Mahammad Rasulullah sebagi suri teladan di setiap lini kehidupan. Hanya sistem Islam yang mampu menjamin lahirnya generasi gemilang dan berkualitas. Wallahu a'lam bish-shawwab.
Previous Post
Next Post

post written by:

Cerdaskan Umat, Raih Kebangkitan!

0 Comments: