Islam Menyelesaikan Wabah

Islam Menyelesaikan Wabah


Oleh : T2N ( AMK5 )

Hampir dua tiga bulan wabah atau Ta’un melanda sebagian negeri di dunia, tak ketinggalan pula di negeri Indonesia, sudah satu bulan namun belum ada upaya kongkrit dari penguasa. Kebingungan sendiri seakan skenario ini mereka mereka rencana, benar atau tidaknya direncana atau tidak lepas dari semua itu yang jelas sekarang wabah ini membuat umat semakin terpuruk, karena ketidak jelasan pemerintah mengambil langkah untuk menghentikannya.

Saling menyalahkan, saling menuduh dan semua sumpah serapahan bahkan ancama ditujukan kepada rakyat, yang nota bene harus dilindungi dan diamankan. Membuat kebijakan yang selalu merugikan rakyat seakan rakyatlah yang melakukan kesalahan atau ketidak patuhan kepada pemimpin. Dengan seribu langkah dia sudah berupaya namun langkah itu seakan tidak ada arti apa-apa karena ibarat mengambil langkah, dia berjalan diudara tidak menyentuh tanah. Sehingga tak satupun solusi hingga saat ini.

Semua rakyat sudah menjerit kebingungan bagai ayam kehilangan induk cari selamat sendiri-sendiri ada himbauan untuk lockdown namun tidak ada upaya dari negara untuk menjamin makanan setiap warganya, sehingga merekapun juga tidak taat pada himbauan untuk tetap di rumah ,dengan terpaksa pula harus cari makan keluar, mereka juga tidak mau mati konyol gara-gara isolasi dalam rumah. 
Langkahmu pemerintah seperti orang mabuk kecanduan putau, nabyak nabyak tidak jelas, situasi pandemi dimanfaatkan.

Mengeluarkan NAPI koruptor, dengan dalih usulan rakyat, rakyat yang mana ? rakyat tidak pernah tahu kasus satu persatu dengan detail tentang napi yang berjumlah 38.000 yang mereka keluarkan. Masuk penjara hanya beritanya manusianya kelayapan entah kemana, berbeda mereka yang hanya maling kayu bakar, atau ulama yang senantiasa mendidik umat. Diperlakukan tidak jauh dari perlakuan terhadap hewan sungguh tidak adil hukum ini.

Menghentikan aktivitas masjid dengan alasan corona, tapi tidak menghentikan aktivitas, pasar, mall, tempat hiburan, pelabuhan dan bandara. Tidak boleh mengadakan acara pengajian karena harus mematuhi phisical distancing, namun meraka melakukan pembagian sembako yang pesertanya membludak berdesakan hingga ribuan. Diperlakukannya PSBB di satu wilayah tidak serentak sehingga percumah saja langkah itu. Dikelurkan peraturan tidak boleh mudik hanya boleh pulang kampung, ini juga kebijakan konyol membuat opini bahwa penguasa saat ini sudah kebingungan arah menunjukkan kelemahannya. Mereka kehabisan akal sehatnya.

Islam punya solusi yang luar biasa yang tidak dimiliki oleh agama manapun. Sungguh indah dan menyejukkan serta simple, penyelesaian wabah menurut Islam :

1. Secara Teknis 
Ada 2 level yakni : 

Level Negara. 
Seorang pemimpin harus segera melakukan tes dan tressing ketika disuatu wilayah ada pandemi atau ta’un. Negara segera melakukan bloking ( lockdown ). Memblokir dari negara asal wabah dari bentuk hubungan apapun sampai wabah menghilang. 

Melakukan penjaminan terhadap kebutuhan dan keamanan umat selama lockdown. 
Level masyarakat.

Mematuhi pemimpin yang sudah dibaiat yakni seorang kholifah untuk tetap tinggal di rumah adalah bentuk kepatuh terhadap pemimpin itu sudah menjadi bentuk beribadah. Selain patuh juga sudah mendapat pahala karena ketaatanya pada pemimpin.

2. Paradigma islam :
a.sistem kepemimpinan dalam islam adalah Riayah atau melayani. Bahwa pemimpin itu harus tunduk kepada aturan Allah SWT dan jadi pemimpin itu adalah amanah yang amat berat.

b.Nyawa adalah utama yang tidak bisa dinilai dengan investasi dan ekonomi, dalam hadist bahwa, hancurnya dunia lebih ringan dari pada terbunuhnya muslim yang tanpa salah.

c. Semua sistem dengan syariah.
Teknisnya sangat fleksibel bisa berubah, bila umat sangat mendesak membutuhkan.

Begitulah Islam akan senantiasa memberikan solusi dari setiap permaslahan umat , dari masalah yang kecil dan remeh temeh bagaimana adab bersin, hingga masalah yang menimpa dunia seperti pandemi saat ini. Begitulah sempurnanya ajaran Isalam yang tidak dimiliki oleh agama lain.

Wallahua a’lambissawwab.
Previous Post
Next Post

post written by:

Cerdaskan Umat, Raih Kebangkitan!

0 Comments: