KERUSAKAN SOSIAL MARAK , BUKTI RUSAKNYA PENANGANAN MASALAH

KERUSAKAN SOSIAL MARAK , BUKTI RUSAKNYA PENANGANAN MASALAH



OLEH : ERMA RATNASARI (Ibu Rumah Tangga)

Sejumlah kejahatan menonjol terjadi saat pandemi covid-19. Kebutuhan tinggi jelang Ramadhan ditengarai turut mempengaruhi.  Belum lagi pembebasan ribuan narapidana dengan dalih mengurangi risiko penyebaran dalam sel bui. 

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Yusri Yunus mengatakan pelaku menargetkan minimarket atau toko yang menjual kebutuhan sehari-hari. Angka kejahatan selama masa pandemi corona sekitar 11,8 persen. Peningkatan terbanyak saat ini adalah pencurian dengan pemberatan (curat). 

Rasa frustasi yang ditengarai karena adanya keterbatasan gerak selama masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) itulah yang membuat masyarakat banyak yang tak bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari. Menurut kriminolog Universitas Indonesia (UI), hal itu juga yang bisa memicu seseorang untuk melakukan tindak kekerasan dan kejahatan. Kriminolog lain juga berpendapat bahwa corona memang berimbas pada semua aspek kehidupan masyarakat . Dari mulai pengangguran, peningkatan angka kemiskinan, hingga kejahatan. 

Dari sini tampak jelas bahwa pemerintah tidak menyiapkan sejumlah antisipasi dari dampak kebijakan yang mereka buat dengan membebaskan para napi. Banyaknya napi yang tidak jera dan kembali berulah tidak lain karena pembinaan terhadap napi ketika ada di dalam rutan yang gagal. Berbanding jauh dengan hukum yang didasari oleh syariat islam. 

Dimana setiap pemimpin (khalifah) dapat memberikan rasa aman kepada masyarakat dengan menerapkan hukum had atas orang-orang yang fasik dan berbuat zalim dengan tetap memperhatikan semua hak nya ketika ada di dalam bui. Mereka juga memiliki komitmen dalam mencukupi kebutuhan masyarakat. Sehingga tidak ada kemiskinan di daerahnya, berbanding terbalik dengan keadaan di daerah yang memiliki sistem kapitalis. Publik pun kini semakin melihat bobroknya sistem kapitalis.

Dengan begitu dalam sistem islam kaffah kesejahteraan itu nyata adanya. Maka, Pemerintah harus kerja cerdas jangan hanya bekerja keras dalam mengatasi hal ini.
"Bagi setiap pengkhianat ada bendera di hari kiamat, ia akan diangkat sesuai kadar pengkhianatannya. Ketahuilah tidak ada pengkhianat yang lebih besar pengkhianatannya dari pemimpin masyarakat umum. " (HR. MUSLIM)

Previous Post
Next Post

post written by:

Cerdaskan Umat, Raih Kebangkitan!

0 Comments: