Kiamat " Prank" Kala Pandemi

Kiamat " Prank" Kala Pandemi




Oleh: Ummu Hanun
Ibu Rumah Tangga


Berita kiamat sudah dekat,  sudah terdengar sejak zaman Nabi. Bahkan Rasulullah Saw sendiri mengabarkan bahwa jarak antara beliau diutus dengan kiamat bagaikan jarak antara jari tengah dan jari telunjuk. Artinya dekat sekali.


Benar, tanda-tanda yang disebutkan baginda Nabi pun semakin banyak bermunculan. Semakin maraknya zina dan khamr ditengah masyarakat, LGBT merebak , anak durhaka hingga tega memperbudak ayah ibunya dan sebagainya.


Namun yang tak habis pikir, tidak sedikit orang yang katanya 'pintar' berusaha meramalkan kapan tepatnya kiamat terjadi. Sepanjang hidup, saya sudah tiga kali mendengar prediksi kiamat terjadi. Tahun 1999, tahun 2012 dan di tahun 2020 , tepatnya sebelum kita memasuki bulan Ramadhan.


Prediksi munculnya Ad- Dukhon atau kabut asap di pertengahan bulan Ramadhan, menandai rentetan kejadian pra kiamat akan segera terjadi. Alhamdulillah, belum terjadi.
Sehingga masih menyisakan kita kesempatan bertobat dan beramal.


Prediksi-prediksi datangnya kiamat memang sepatutnya membuat kita lebih waspada dan mempersiapkan diri. Alih-alih membuat orang sadar, berita atau tulisan yang disebar melalui grup-grup whattsapp secara berantai justru hanya membuat resah, dan sering hanya isapan jempol belaka, alias HOAX.


Untuk ketiga kalinya, kiamat batal


Saya pribadi, meyakini pasti kiamat akan terjadi sebagaimana fase-fase yang telah disebutkan baginda nabi.

Dari Hudzaifah r.a., ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda:

Di tengah-tengah kalian terdapat zaman kenabian, atas izin Allah ia tetap ada. Lalu Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian. Ia ada dan atas izin Allah ia akan tetap ada. Lalu Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada kekuasaan yang zhalim; ia juga ada dan atas izin Allah ia akan tetap ada. Lalu Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada kekuasaan diktator yang menyengsarakan; ia juga ada dan atas izin Alah akan tetap ada. Selanjutnya akan ada kembali Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian.” (HR. Ahmad dalam Musnad-nya (no. 18430), Abu Dawud al-Thayalisi dalam Musnad-nya (no. 439); Al-Bazzar dalam Sunan-nya (no. 2796))


Hari ini fase kekuasaan diktator, kita sedang merasakan. Namun, ada satu fase lagi yang belum kita jumpai. Tegaknya Khilafah ala minhaj Nubuwwah. Jika itu firman Allah, atau hadis nabi, maka sebagai orang beriman kita wajib meyakini. Jika itu telah terjadi, maka saya percaya...kiamat tidak akan 'gagal' lagi.
Dan bukan sekedar " PRANK" di tengah pandemi.


Maka, bersiap-siap menyambut fase terakhir adalah sikap kita saat ini. Memperkuat akidah, mempererat ukhuwah islamiyah, memperjuangkan lagi tegaknya ayat-ayat Allah di muka bumi. Hingga umat ini dimenangkan Allah, dan cahaya islam membentang antara timur dan barat. Wallahu a'lam Bish Showab.



Previous Post
Next Post

post written by:

ibu rumah tangga yang ingin melejitkan potensi menulis, berbagi jariyah aksara demi kemuliaan diri dan kejayaan Islam

0 Comments: