Menggapai Takwa Pasca Puasa

Menggapai Takwa Pasca Puasa



Oleh: Nenden

Pada Ramadhan kali ini kesabaran kita diuji bukan sekadar oleh lapar dan dahaga. Kesabaran kita pun diuji oleh wabah pandemik Corona. Sesaat lagi kita bertemu dengan Hari Raya Idul Fitri 1441 H. Semoga Idul Fitri ini membawa keberkahan bagi kita semua. Pada hari ini sejatinya lahir pribadi-pribadi yang bertakwa. Hasil dari pelaksanaan puasa Ramadhan sebulan penuh. Sebab, demi mewujudkan takwalah puasa Ramadhan diwajibkan atas kita. Tentunya ketakwaan yang total, dalam segala aspek kehidupan. Yang tegak atas individu, masyarakat, negara hingga hubungan luar negeri. 

Kondisi umat Islam saat ini amat menyedihkan. Sejak keruntuhan Khilafah Islam pada 1924, negeri kaum muslimin sebagian negaranya menerapkan sistem kufur kerajaan. Sebagian lainnya menerapkan sistem kufur demokrasi. Semua rezimnya ada yang menjadi antek adidaya kapitalis dan  ada  yang menjadi antek komunis.  

Kenyataan itu menjadi ujian ketakwaan kita kepada Allah SWT. Apa yang harus kita lakukan untuk membuktikan ketakwaan kita kepada Allah SWT? Tiada pilihan lain selain berjuang bersama mengembalikan Islam sebagai solusi kehidupan. Islamlah yang akan menyelesaikan seluruh persoalan individu, masyarakat, negara dan bahkan dunia. 

Ingatlah, perubahan hanya akan terjadi ketika ada keinginan untuk berubah. Allah SWT tidak akan mengubah keadaan suatu kaum kecuali mereka mereka mau mengubah keadaan diri mereka sendiri. Demikian pula jika kita mengharap pertolongan Allah, tentu kita harus menolong agama-Nya. 

Dengan Khilafah, seluruh syariah Islam dapat ditegakkan secara kaffah. Khilafah akan menjadi peradaban alternatif untuk menggantikan peradaban Barat yang sudah rapuh. Pandemi Corona menyingkap dengan sangat jelas betapa rapuhnya Kapitalisme global. Bahkan politisi senior Amerika Serikat, Henry Kissinger, menyatakan pandemi Corona akan mengubah tatanan dunia global selamanya. Dengan Khilafah yang menerapkan syariah Islam secara kaffah, Islam rahmatan lil ‘alamin akan dapat benar-benar kembali terwujud.

Wallahu'alam bish shawab
Previous Post
Next Post

post written by:

Ibu, Istri, Anak, Pribadi pembelajar yang sedang suka menulis.

0 Comments: