Pentingnya Kreatifitas bagi Pendidik     (bagian 2)

Pentingnya Kreatifitas bagi Pendidik (bagian 2)



Oleh : Husnawati,S.Si *




8.Sebagai pembaharu (inovator) yang menerjemahkan pengalaman dan telah larut ke dalam kehidupan yang bermakna bagi peserta didik

9.Sebagai emansipator yang mampu memahami potensi peserta didik, menghormati setiap insan dan menyadari kebanyakan insan merupakan budak stagnasi kebudayaan

10.Sebagai evaluator atau penilaian yang merupakan aspek pembelajaran yang paling kompleks, karena melibatkan banyak latar belakang dan hubungan serta variabel yang mempunyai arti apabila berhubungan dengan konteks yang hampir tidak mungkin dipisahkan dengan setiap segi penilaian.

11.Sebagai pendorong kreativitas yang sangat penting dalam pembelajaran dan guru dituntut untuk mendemonstrasikan dan menunjukkan proses kreativitas tersebut.

Ciri-Ciri Guru yang kreatif dan professional

Pada dasarnya setiap orang adalah guru, contoh yang digugu dan ditiru, terutama oleh anak-anak yang sering meniru apa yang dilakukan orang–orang sekitarnya. Lihatlah betapa anak-anak sekarang berusaha meniru apa yang mereka lihat dari artis dan tayangan-tayangan yang ditonton, bagaimana anak kecil dengan lincahnya mengikuti tik-tok artis yang diidolakannya.

Sekolah sebagai salah satu kekuatan besar dalam menciptakan agen perubahan perlu ditangani oleh guru-guru yang handal, berkualitas, profesional dan, mempunyai visi yang jauh akan perkembangan sumber daya manusia yang akan datang, sehingga guru menjadikan mereka rahmatan lil’alamiin, menjadi manusia yang berkualitas, unggul dan berdaya tahan tinggi dalam menghadapi perubahan seperti saat ini di era new normal.

Lalu bagaimana ciri ciri guru yang kreatif dan professional ? Andi Yudha dalam bukunya kenapa guru harus kreatif menuliskan ciri-ciri guru kreatif itu disingkat dengan 'FORCHILDREN'

Fleksibel

Dibutuhkan guru yang tidak kaku,luwes dan dapat memahami kondisi anak didik, memahami cara belajar mereka,serta mampu mendekati anak didik melalu berbagai cara sesuai kecerdasan dan potensi masing –masing anak


Optimistis

Keyakinan yang tinggi akan kemampuan pribadi dan keyakinan akan perubahan anak didik kea rah yang lebih baik melalui proses interaksi guru –murid yang fun akan menumbuhkan karakter yang sama terhadap anak tersebut.

Respek

Rasa hormat yang senantiasa ditumbuhkan di depan anak didik akan dapat akan dapat memicu dan memacu mereka untuk lebih cepat tidak sekedar memahami pelajaran, namun juga pemahaman yang menyeluruh tentang berbagai hal yang dipelajarinya

Cekatan

Anak-anak berkarakter dinamis, aktif, eksploratif, kreatif, dan penuh inisiatif. Kondisi ini perlu diimbangi oleh guru sebagai pengajar

Humoris

Menjadi guru killer? Anak-anak malah takut kepada anda dan tidak mau belajar, meskipun tidak setiap orang humoris, sifat ini dituntut untuk dimiliki oleh seorang pengajar. Karena pada umumnya, anak-anak suka sekali dengan proses belajar yang menyenangkan, termasuk dibumbui dengan humor. Hal ini dapat membantu mengaktifkan kinerja otak kanan.

Salah satu pengalaman di sekolah seorang guru matematika yang sangat humoris, sangat di nanti oleh para siswa untuk masuk mengajar padahal pada umumnya anak-anak tidak suka pelajaran matematika dan berhitung, tetapi karena gurunya menyenangkan dan humoris kelas menjadi hidup dan pelajaran matematika menjadi mudah untuk dipelajari.

Inspiratif

Meskipun ada panduan kurikulum yang mengharuskan semua peserta didik untuk mengikutinya, guru harus menemukan banyak ide dari hal –hal baru yang positif di luar kurikulum. Ia dapat membuat anak didik terinsfirasi untuk menemukan hal-hal baru dan lebih memahami informasi-informasi pengetahuan yang disampaikan gurunya

Lembut

Di mana pun, guru bersikap kasar, kaku atau emosional, biasanya mengakibatkan dampak buruk bagi peserta didiknya, dan sering tidak berhasil dalam proses mengajar kepada anak didik. Pengaruh kesabaran, kelembutan, dan rasa kasih sayang akan lebih efektif dalam proses belajar mengajar dan lebih memudahkan munculnya solusi atas berbagai masalah yang muncul

Disiplin

Disiplin di sini tidak hanya soal ketepatan waktu, tapi mencakup berbagai hal lain, sehingga, guru mampu menjadi teladan kedisiplinan tanpa harus mengatakan tentang pentingnya disiplin. Contoh, disiplin dalam waktu, menyimpang barang, belajar, menyelesaikan tugas dan lain-lain. Dengan demikian timbul pemahaman yang kuat pada anak didik tentang pentingnya hidup disiplin

Nge-friend

Jangan membuat jarak yang lebar dengan anak didik hanya karena posisi anda sebagai guru.Jika kita dapat menjadi teman mereka akan menghasilkan emosi yang lebih kuat daripada hubungan guru-murid, sehingga anak-anak akan lebih mudah beradaptasi dalam menerima pelajaran dan bersosialisasi dengan lingkungannya




*(Praktisi Pendidikan)



Previous Post
Next Post

post written by:

0 Comments: