Seperti Pisau Dapur

Seperti Pisau Dapur



Oleh : T2N ( AMK5)

Melihat dan mengalami suasana dan kondisi saat ini sungguh diluar dugaan siapapun. Carut marut seluruh lini kehidupan ekonomi , sosial, politik pertahanan dan keamanan. membuat sebagian orang yang yang tidak punya pendirian hrus terseret dakam gelombang perubahan suhu perpolitikan kehidupan. Yang sudah dikuasai oleh kapitalisisme yang menempel pada sistem demokrasi.
Sistem dimana manusia disamakan dengan binatang atau hewan. Kehidupan tidak lagi berdasar pada fitrah sebagaimana fitrah kehidupan manusia di bumi sebagai khalifah. Landasan hukum atau idiologinyapun sudah buatan manusia yang bisa dirubah sesuai dengan kebutuhan mereka segelintir orang, namun bisa merubah seluruh tatanan seluruh negeri. Karena mereka menggunakan cara KEKUASAAN SEBAGAI SENJATA.

Negeri ini mayoritas umat Islam yang seharusnya menggunakan sistem Islam, namun karena umat Islam sendiri banyak yang tertidur karena halusnya sistem kapitalis menggerus sistem Islam, umat Islam sendiri tidak taerasa bahkan mengikuti arus derasnya laju perkembangan kapitalis yang menjanjikan kemewahan duniawi.
Tidak tanggung – tanggung sekelas ULAMA, sekelas PROFESOR pun terjerembab dalam sistem sekulerisme ini. Diman sistem sekuler adalah memisahkan antara Agama dengan kehidupan sehari- hari. 
Agama hanya boleh dibahas dimasjid saja, pengajian saja,tidak boleh membawa agama dalam sistem Ekonomi,karena mereka sudah mempertahankan perekonomian dengan sistem kapitalis dengan gelimangan riba, perdagangan dengan riba, dengan menerima kebodohan yang halus dengan bunga simpanan yang mereka bilang hanya satu dua prosen saja. Mereka mau menjalankan itu, umat Islam yang menjadi sasaran karena penduduk mayoritas di negeri ini, dan seluruh sistem perbangkan memakai sistem yang sama. Umat dipaksa untuk menjalankan sistem itu mau nggak mau atau istilah lainnya memaksa , umat dipaksa untuk harus melalui jalur itu. Sungguh umat Islam sangat lemah karena tidak mau tolabul’ilmi, tidak mau mengambil langkah yang berbeda dengan mereka demi kenikmatan yang abadi. Mereka milih mengambil sesuatu yang instan sekali merengkuh dayung dua tiga pulau terlampau, namun dia rela terjerumus pada hukum yang diharamkan ajaran Agamanya, terlampauinya pulau dengan kenistaan. Kenapa demikian ?

Agama tidak boleh dibawa dalam sistem hukum. Mereka telah nyaman dalam hukum rimba yang menguntungkan bagi siapa yang kuat berkuasa dialah yang menang dalam perkara apapun. Hukum tajam ke bawah tumpul keatas seperti pisau dapur, sehingga tidak ada penguasa yang bisa disalahkan atau dihukum, sehingga mereka berlomba untuk menjadi penguasa. Dibuat sistem bahwa penguasa sebagai pemegang tampuk kekuasaan diseluruh wilayah dengan gaji yang sungguh luar biasa untuk menghidupi seluruh kroni –kroninya. Mengatasnamakan rakyat untuk kepentingan mereka sendiri.
Dibeli pakai uang rakyat diatasnamakan sumbangan penguasa, ini adalah firaun jaman peradaban baru. Rakyat dapat segelintir sumabangan penguasalah yang mengeruknya, karena hukum yang membuat mereka, sehingga mereka kebal dengan hukum apapun tingkah laku mereka, bahkan menzolimi umat mereka sudah tidak terasa. Kenapa demikian ?

Semua karena lemahnya AKIDAH 

Akidah merupakan idiologi yang memberikan inspirasiberupa pemikiran bagi kehidupan manusia dan masyarakat agar maju dan bisa bangkit dari keterpurukan sistem kufur ini. Kebangkitan pemahaman umat akan timbul jika umat sudah mempunyai pemikiran yang utuh tentang alam semesta ini, baik makhluk hidup maupun benda yang mereka anggap mati. Sehingga umat mengetahui faham karakteristik membangun peradapan, yang harus kita ketahui dari sejarah bagaimana Allah menciptakan bumi dan seluruh isinya bahkan kita harus tahu bagaimana sebelum alam ini diciptakan. Umat muslim wajib tahu seharusnya, namun kebanyakan mereka tidak mau tahu sehingga tidak akan faham yang sebenarnya, tidak bisa membenarkan dengan landasan hukum yang benar , dan tidak bisa menyalahkan dengan dasar hukum yang benar.

Umat Islam dituntut untuk mempunyai pemikiran yang utuh bila ingin segera mengakhiri kezaliman – kezaliman ini. Harus mempunyai pemikiran utuh yang lengkap dan sempurna dengan menghubungkan realitas yang ada sebelum dan sesudah kehidupan dunia ini.

Mengetahui asal usul dirinya, asal usul alam semesta, serta mengetahui tempat ia kembali, sehingga ia akan menata kehidupannya berdasarkan pemikiran yang utuh tersebut. Untuk itu akhirnya mengharuskan adanya perubahan pemikiran yang sempit menjadi pemikiran yang utuh agar manusia dapat mencapai kemajuan kebangkitannya. Pemikiran seperti ini akan membentuk pemahaman yang berperan membentuk tingkah laku manusia dalam kehidupannya. Karena pemahaman membawa pengaruh pada kehidupan seseorang pada saat kita berinteraksi dengan orang lain. Jadi berubahnya tingkah laku seseorang sesuai dengan pemahaman yang ada pada dirinya. Jadi bila kita menginginkan perubahan tingkah laku seseorang yang rendah menjadi tingkah laku yang lebih tinggi maka haruslah ada perubahan pemaham yang menyebabkan kemajuan. TQS, Ar Ra-ad ayat 13. Sesungguhnya Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum hingga mereka sendiri merubah apa yang ada pada diri mereka. 

Jadi hanya mimpi saja bila mengajak berubah namun pemahaman yang lemah  tidak dibongkar terlebih dahulu, menuju Pemikiran utuh yaitu,  pemikiran tentang alam semesta, manusia, dan kehidupan.

Darimana kita ada ? QS, 3 : 160

Untuk apa kita hidup ? QS, 51 ; 56 & QS 98 ; 5

Kemana kita kembali ? QS, 36 ; 51-53.

Mari menuju perubahan pemikiran yang utuh untuk menuju peradaban baru yang lebih cemerlang dengan menambah syakofah Islam. Merubah pemahaman yang utuh agar kita faham Islam dengan utuh, karena peradaban yang menang adalah peradaban Islam.
Previous Post
Next Post

post written by:

Cerdaskan Umat, Raih Kebangkitan!

0 Comments: