Tren Kejahatan

Tren Kejahatan





Oleh Lulu Nugroho



Di saat pandemi, masyarakat digempur oleh hal lain yang tak kalah mengkhawatirkan. Betapa tidak, program asimilasi dan integrasi terhadap narapidana (napi) ataupun anak binaan akhirnya menjadi masalah baru yang perlu segera mendapat penanganan.

Asimilasi digadang-gadang sebagai cara untuk menghindari penyebaran covid-19 di dalam lapas. Akan tetapi yang terjadi malah para eks-napi tersebut, mengulangi pola kejahatan yang sama saat dilepas kembali ke masyarakat. 

Bisa jadi, hal ini disebabkan karena sulitnya mereka mencari nafkah akibat diberlakukannya pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Sejumlah elemen masyarakat terus mendesak pemerintah segera menerapkan Undang-undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan dalam upaya pencegahan penyebaran virus corona di Indonesia. 

Namun pada akhirnya, kebijakan PSBB yang dikeluarkan pemerintah. Akan tetapi sayangnya, tidak ada jaminan  di sana. Masyarakat dibiarkan memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri. Maka tidak heran, demi menyambung hidup, para eks napi kembali pada kebiasaan lamanya. 

Pihak Kapolri meminta agar Polri mengambil langkah-langkah strategis melalui kerja sama dengan Pemerintah daerah hingga tingkat paling bawah, yakni RT/RW untuk melakukan pengawasan dan juga pembinaan terhadap napi yang mendapatkan asimilasi tersebut.

Hal ini tentu bukan perkara mudah, menjadi PR tersendiri bagi pemerintah daerah untuk mengatasi masalah tersebut. Apalagi terbukti penjara tidak membuat jera. Panjangnya proses hukuman, tidak menjadikan para napi berubah perilaku menjadi baik. Alhasil saat para napi dilepas, masyarakat menjadi was-was

Tidak seperti hukuman yang diterapkan dalam Islam yang bersifat jawabir (penebus) dan jawazir (pencegah). Efek jera yang ditimbulkan oleh sanksi yang ditetapkan oleh Allah, menjadikan pelaku kejahatan enggan mengulangi perbuatannya. 

Karenanya tidak akan terjadi tren kejahatan, pada masyarakat yang diterapkan aturan Islam di sana. Dalam Islam, masyarakat akan terpacu untuk membangun negeri, bukan berbuat kerusakan.



Previous Post
Next Post

post written by:

0 Comments: