Waktu Harta yang Tak Ternilai

Waktu Harta yang Tak Ternilai




Oleh : Husnawati,S.Si*



Makna waktu

Waktu hidup setiap manusia tak hanya terbatas, tapi juga sangat pendek.
Serasa kemarin kita memasuki bulan Ramadan, ternyata kita sudah ada di penghujung Ramadan, begitu cepat waktu berlalu. Karenanya, ada yang mengatakan waktu adalah kehidupan. Siapa yang menyia-nyiakan waktu maka dia menyia-nyiakan kehidupannya.

Ada pula yang mengatakan waktu adalah harta simpanan yang tak ternilai harganya, apakah kita akan diam dan tak memanfaatkannya dengan baik untuk mencapai kebahagian dan kesuksesan hidup? Apakah kita biarkan anugerah Allah itu tanpa tindakan, sehingga kita akan menjadi orang yang rugi.

Seperti yang Allah SWT gambarkan dalam surat Al –‘Asr : 1-3 
Demi masa. Sesungguhnya manusia itu dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebaikan serta saling menasehati untuk kebenaran dan saling menasehati untuk kesabaran.

Karenanya mari memanfaatkan waktu hidup yang singkat ini dengan sebaik baik  mungkin. Termasuk saat kita kita tidur atau istirahat. 

Memaanfaatkan waktu saat tidur

Salahsatu karunia Allah SWT yang menakjudkan adalah bahwa otak tidak diam selama seseorang tidur. Di dalam otak kita terdapat pikiran bawah  sadar merupakan 88% bagian pikiran kita,di sinilah tersimpan data kehidupan kita, selain itu terdapat Reticular Activing System (RAS) terletak di batang otak yang selalu bekerja memfilter informasi yang masuk yang disimpan di bawah sadar dan juga membuat kita fokus. 

Karena itu sebaiknya kita memanfaatkan waktu tidur sambil mendengarkan Alquran. 
Pengalaman Ir Abdeldaem Al Kaheel bahwa dengan memdengarkan terus Alquran di saat tidur memudahkan beliau untuk menghafal Alquran 30 juz. 

Memaksimalkan waktu saat kerja

Saat kita bekerja seperti seorang ibu rumah tangga sambil mengerjakan tugas –tugas rumah tangga mencuci, beres-beres rumah atau menemani anak-anak bias kita lakukan sambil mendengarkan murattal Alquran atau berzikir kepada Allah. 

Memanfaatkan Waktu Kosong

Ada penggalan penggalan waktu yang kita lewati yang bisa menjadi sia-sia. Contohnya dalam perjalanan pergi atau pulang dari kantor yang  mengambil  waktu yang lama, atau kita pas berada di jalan terjadi kemacetan, waktu ini kita bias gunakan dengan baik misal membaca Alquran, zikir dan lain-lainnya daripada kita gunakan untuk mengeluh,menumpahkan emosi negatif kita.
 
Cara sukses dalam bekerja dan belajar menejeman waktu:

-Pandanglah waktu sebagai simpanan yang sangat berharga yang Allah berikan kepada  kita.Apakah kita mau menyia-menyiakan simpanan itu tanpa mengambil keuntungan? Alquran memberikan metode yang sangat baik agar kita mengelola waktu dengan bijak.

Waktu bagi orang beriman harus diiisi dengan amal yang bermanfaat. Tidak ada waktu kosong bagi seorang mukmin Seperti digambarkan dalam surat Asy-syarh ayat : 7. 
“ Maka apabila engkau telah selesai(dari suatu urusan) tetaplah bekerja keras (untuk urusan yang lain)."

-Lupakan beragam masalah yang menghalangi kita dan jangan berikan waktu lebih dari satu menit atau dua menit, masalah itu menguasai pikiran kita, setelah itu berpikirlah tentang tema yang lain

-Sebelum tidur berusahalah memikirkan apa yang harus kita hasilkan di hari esok. Setelah bangun, berusahalah untuk berpikir apa saja yang harus dikerjakan pada hari ini. 

-Jangan putus asa. Rasa putus asa adalah musuh manejemen waktu.  Berusahalah selalu dan tanpa berhenti. Kita akan sukses dan mendapat pahala karena berusaha.
 

Langkah-langkah praktis Manejemen Waktu

1.Langkah terpenting yang harus kita lakukan adalah menganggap waktu hidup kita di dunia sangat  pendek dan terbatas. Karenanya harus gunakan waktu setiap menit dan detiknya untuk sesuatu yang berguna. Ini harus dilakukan dengan satu tujuan rida Allah Swt.

Artinya seluruh amal yang kita lakukan, semua perkataan yang diucapkan, seluruh pikiran orientasinya adalah keridaan Allah. Tidak ada amal apapun yang bermanfaat, tanpa diarahkan untuk mencari rida Allah SWt. Salah satu slogan yang harus kita tanamkan dalam diri kita, Allah Dulu, Allah lagi dan Allah terus seperti yang dicontohkan oleh Rasullah Saw. 

2.Bagaimana kita mengetahui bahwa amal yang kita lakukan itu semata mata ikhlas karena Allah Swt.  Al-imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata : ‘ikhlas adalah engkau tidak ingin ada yang menyaksikan amalmu selain Allah dan tidak ingin ada yang membalas amalmu selainNya. Penjelasannya:

-Seorang yang ikhlas tidak tidak pernah lelah dalam beramal karena yakin ada Allah yang selalu menyaksikan dan membalas setiap kebaikan yang ia lakukan.

-Seorang yang ikhlas tetap sama kualitas amalnya baik dilihat orang ataupun dalam kesendirian karena ia yakin bahwa itu semua tidak ada bedanya bagi Allah.

-Seorang yang ikhlas itu tidak terbang karena dipuji dan tidak jatuh karena dicela hanya rida Allah yang ia cari.

-Ikhlas itu seperti akar yang terpendam di dalam tanah,  tidak terlihat tetapi ia memiliki posisi sebagai akar, dari sebatang pohon, karena pohon akan mati jika tidak ada akarnya, maka begitu pula ibadah akan mati jika ikhlas tidak menjadi dasarnya.

-Ikhlas itu seperti gula yang  berada bercampur di dalamnya, maka ia disebut kopi  manis bukan kopi gula. 

-Seorang yang ikhlas tidak pernah melihat dirinya ikhlas dan tidak pernah menuduh orang lain tidak ikhlas.

3.Tsiqah (yakin dan Percaya) kepada Allah Swt.Kita harus percaya dan  yakin terhadap pemberian Allah Swt dan Kuasa Allah Swt. Bahwa semua yang kita lakukan karena Allah dan karenanya Allah Swt pasti menggantinya dengan yang lebih baik dan berlipat-lipat. Sebagaimana dalam surat Al An’am ayat !60 siapa yang melakukan kebaikan akan dibalas dengan sepuluh kebaikan. Karenanya lakukan benar benar kebaikan itu karena Allah Swt, karena apapun yang dilakukan bukan untuk mencari rida-Nya akan menjadi penyesalan bagi pelakunya di hari akhir.


Semoga kita bisa memaksimalkan seluruh waktu yang Allah anugerahkan kepada kita dan menjadi  bekal simpanan yang tak ternilai nantinya.



*Praktisi Pendidikan

Previous Post
Next Post

post written by:

0 Comments: