Belajar Jadi Orang Tua Dari Anak

Belajar Jadi Orang Tua Dari Anak




Oleh : Siti Aminah 
( Ibu Rumah tangga, Pemerhati Remaja)

Ibarat "Kebo Nusu Gudel" merupakan sebuah peribahasa dalam bahasa jawa yang bermakna bahwa belajar atau mencari ilmu seseorang yang lebih tuapun  harus mau belajar / berguru pada yang lebih muda, bahkan anak kecil sekalipun. Ia, itulah yang emak lakukan. 

Menjadi orangtua tak sekedar jadi induk, yang melahirkan dan memberi makan saja, yang hewanpun bisa melakukannya. Maka kenapa hewan itu jika beranak disebut induk dari anaknya, bukan disebut orangtua. Bagi emak, menjadi orangtua itu tidaklah mudah. Tak sekedar ilmu meski ilmu itu wajib adanya, tapi juga butuh praktek dan pengalaman, terjun langsung membersamai anak- anak. 

Emak tak selalu bisa sabar, meski kesabaran itu tak ada batasnya. Jika suasana kurang mood, kadang anaklah yang mengingatkan emak. " sabar to mik" begitu ucapnya. Atau bilang " umi marah ya?" langsung marahnya emak reda, turun seketika. Dan sambil emak menasehatinya. Anak- anak masih polos, halus perasaannya. Akalnyapun juga belum sempurna, maka emak berusaha cari kata yang bisa anak cerna. Bukan hanya anak, bahkan bayi pun jika dia dimarahi saja dia akan menangis. Berbeda jika disapa dengan senyum, ia juga akan tersenyum.

Membersamai anak emak butuh kesabaran ekstra, juga butuh bijaksana. Ditarik ulur. Emak tidak harus memberikan semua apa yang diminta. Emak kadang juga melatih untuk meraih atau mendapatkan yang diminta. Agar ia juga terbiasa berjuang untuk mendapatkannya. Terkadang  emak juga memberi apa yang tanpa diminta. Semua yang emak lakukan itu juga karena cinta. Karena mereka adalah aset berharga orangtua. Butuh pendidikan, melatih rela berjuang, bimbingan untuk beradab sopan, berakhlaqul karimah mencontoh nabi. Dan contoh terdekat bagi mereka adalah orangtua, terlebih emak nya. Karena emaklah yang sering membersamainya. 

Sekali lagi butuh kesabaran ekstra. Kesabaran menahan amarah. Kalau sama- sama marah tidak akan menyelesaikan masalah, bahkan semakin ruwet. Nasehatpun tak didengar, karena yang menasehatinya juga dengan marah, jadi tidak tembus ke hati. Karena emak sadar, ini juga merupakan pendidikan bagi anak, yang juga akan ditiru dan terlebih agar nasehat itu bisa diterima, maka emak tidak boleh marah. Emak biarkan dulu anak - asal dibatas kewajaran-, sambil meluruhkan amarah dan instospeksi diri bagi emak. Emak baca istighfar, emak dekati, emak peluk, cium dan emak nasehati. Jadilah nasehat sampai ke hati. Anakpun senyum sambil beri kecupan manis, semanis madu yang menyehatkan tubuh. 

Emak juga belajar ikhlas darinya. Putri emak yang kini berusia 8 tahun dibulan Mei lalu. Ia juga pingin punya sepeda seperti temannya. Sama seperti emak dulu yang kini jadi emaknya. Emakpun juga ingin membelikannya, tapi apa daya anggaran kesana belumlah ada. Ia kumpulkan uang recehan dan uang pemberian dari saudara dimasukkan ke celengannya. Ia bilang " umi ini buat beli sepeda, kata umi uangnya harus banyak kalo buat beli sepeda". Emakpun mengaminkannya. Tapi kadang emak juga lagi "bokek", pinjam tabungan kakak.  " iya mik, gak papa. Nanti beli sepedanya kalau uangnya sudah ada aja ya" jawabnya. Masyaallah, dengar seperti itu rasanya  "nyees" di hati. Bukan masalah banyaknya, tapi emak belajar ikhlas darinya. Dan kini ia bisa memiliki sepeda bahkan bukan dari uangnya sedikitpun. 

Anak adalah amanah dari Allah Sang Pencipta.  Anugerah yang harus dijaga. Maka emak juga belajar jaga lisan, jaga perbuatan, jaga hati dari dan untuk anak.


Emak juga selalu berdoa, 

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

“Robbanaa hab lanaa min azwajinaa wa dzurriyatinaa qurrota a’yun waj’alnaa lil muttaqiina imaamaa” [Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami, isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa]. (QS. Al Furqon: 74)

Jika emak saja butuh belajar jadi orangtua dari anak kecil, maka wajiblah emak juga belajar dari para emak-emak sholihah yang telah melahirkan generasi terbaik bagi islam. 

Wallahu'alam bishshowab.
Previous Post
Next Post

post written by:

Cerdaskan Umat, Raih Kebangkitan!

0 Comments: