Berbagi Ilmu via online "Make up Ala Muslimah"

Berbagi Ilmu via online "Make up Ala Muslimah"




Jelang hari raya Idul Fitri mengikuti kajian online tentu menjadi hal yang sering dilakukan oleh sebagian muslimah di kala Pandemi wabah covid-19. Tepatnya 29 Mei 2020, kajian online Smart With Islam area Bangil bersama Kak Ika membuat diri muhasabah dengan segala riasan yang selama ini dikenakan baik untuk keseharian atau momentum.

Kaum hawa khususnya muslimah, sibuk dengan dandanan yang glowing serta pernak-pernik pakaian terasa makin memprihatinkan. Mengapa? Hal ini terjadi dengan adanya pengaruh gaya hidup hingga cara bergaul makin jauh dari Islam akibat pengaruh kehidupan sekuler dalam kapitalisme makin merajalela.

Smart With Islam untuk area Bangil, di bulan Syawal memilih tajuk "Makeup Ala Muslimah" sebagai tema acara kajian onlinenya."Banyak sekali ya ternyata persiapan umat muslim menyambut 1 Syawal terutama kaum hawa. Pasti kaum hawa utamanya pengen kinclong dan tampak menawan di saat lebaran. Ada yang pakai masker, luluran, beli make up terbaru, baju branding," ungkap Kak Ika di awal uraian materinya.

Tren kecantikan memang selalu berubah, muslimahpun akhirnya tidak mau ketinggalan dengan kulit putih bening ataupun glowing."Jadi glowing nggak cukup make up doang pastinya, butuh perawatan kulit secara rutin ataumake up memoles wajah atau skin care merawat kesehatan wajah. Waaaah tren sekarang, muslimah sangat menyukai skin care dan make up A la Korea loh ala-ala natural gitu katanya namanya make up #nomakeup. Pakai riasan wajah tapi kayak lagi nggak pakai make-up," penggalan kalimat beliau di uraian materi.

"Memang benar saat ini dunia memandang kecantikan fisik adalah nilai utama dalam keberhasilan hidup dan sebagai eksistensi diri. Banyak tren make up dan skin care Korea yang sangat digilai oleh para muslimah mulai dari puluhan ribu hingga jutaan juga ada. Beauty is bankers beauty bikin kanker alias kantong kering, jadi cewek harus rela merogoh kocek extra demi jadi cantik dan glowing," ungkap beliau.

Selanjutnya beliau menuturkan bahwa seorang muslimah sudah seharusnya mengikuti aturan Allah termasuk dengan urusan kecantikan. Boleh-boleh saja tampil cantik, pakaian rapi, Indah muka bersih dan kinclong asal tidak melampaui batasan aturan Allah SWT. Sesungguhnya tolak ukur kemuliaan seorang hamba di mata Allah terletak pada ketakwaannya bukan pada fisik dan rupa artinya kecantikan seorang muslimah bukan dilihat dari penampilan fisiknya tetapi dari ketaatannya dan dari keindahan akhlaknya.
Dalam uraian materi, Kak Ika menyampaikan bahwa Aisyah ra. adalah role model yang sangat ideal bagi muslimah dari berbagai sisi, misalnya: 

1. Muslimah cerdas

Aisyah ra. masyhur dalam periwayatan hadits yang diperhitungkan kualitas maupun kuantitasnya. Naaah kita ini sebagai muslimah juga harus berupaya menjadi muslimah cerdas, banyak memahami ilmu agama. 

2. berakhlak mulia santun tutur katanya

Aisyah ra. yang cerdas memiliki tutur kata sopan dan santun. Lebaran banyak kumpul kerabat dan teman jangan sampai gosip ngegibah. Selain itu lisan seorang muslimah harusnya banyak untuk menyampaikan kebenaran Islam.
3. sangat membenci pelanggar hukum Islam dan tidak suka mempermudah hukum (kecuali ada dalil yang jelas). Misalnya nih, kalau menutup aurat itu wajib yang berarti harus dilaksanakan tidak ada kata _tapi ini itu_bukan cari-cari alasan.

Selanjutnya Kak Ika mengingatkan peserta,"Nilai ketakwaan di sisi Allah SWT. Meski wajah pas-pasan tapi masih bisa kok menjadi manusia yang mulia disisi Allah." Kajian online selesai dan diakhiri dengan doa lanjut bermaaf-maafan secara online.[] reporter: Ika Novi dan Ummu Halwa

Previous Post
Next Post

post written by:

Cerdaskan Umat, Raih Kebangkitan!

0 Comments: