Bukan Separuh Hati

Bukan Separuh Hati




Oleh : Hastaria Marissa, S.P*



Setiap kita pasti ingin taat pada Allah. Namun ketaatan itu bukan hanya omongan doang or omdo. Pastinya ketaatan itu mesti dibuktikan dengan amal perbuatan or amal sholeh.  
Fakta di tengah kita banyak yang mengaku muslim namun dalam tindak tanduknya tidak sesuai islam or Islam ktp. Misalnya menganggu, menghina, mencaci sesama muslim. Serta melakukan hal yang tidak berprikemanusiaan. Faktanya kita muslim ada yang dibantai, dibunuh dan lainnya. 

Lalu seperti apa sih harusnya kita berislam?
Iman itu ibarat pondasi rumah. Pondasi itu mesti kokoh, kuat atau tidak rapuh. Begitu pun iman agar tetap kokoh dan tertancap kuat dalam diri maka perlu dibekali dengan ilmu. Mentafakuri atau merenungi hakikat diri, kehidupan dan alam semesta.

Manusia alamiah akan meninggal kemudian ketika meninggal dia akan menjadi jenazah. Ini menunjukkan lemahnya manusia, dan terbatas. Setiap manusia akan kembali kepada pemilik- Nya Allah Swt. Tentunya itu perlu bekal dengan melakukan banyak amal sholeh atau kebaikan. Harusnya ini menambah keimanan  kita kepada Allah.

Lihat manusia, kita. Ada hidup, meninggal, mengurus jenazah. Kita akan meninggalkan dunia ini, dari ada menjadi tak ada. Sehingga yakin kepada Allah bahwa ada dunia sebelum, dunia sekarang dan kehidupan yang akan datang. Renungi kita diciptakan Allah untuk ibadah, nanti mati untuk menghadap Allah, menambah lagi iman tertancap di hati kita.

Keimanan itu tidak cukup hanya di lisan saja. Namun juga mesti dibuktikan dengan perbuatan.
Firman Allah di dalam alquran surah al hujurat ayat 15, "Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar".

Kita mesti mengokohkan  keyakinan 100% terhadap Kalam Allah. Keyakinan yang dibuktikan  dengan penyerahan diri secara total. Bersedia diatur dalam semua hal tanpa terkecuali.  Kalam Allah QS Ali Imran 83, "Maka apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Allah, padahal kepada-Nya-lah menyerahkan diri segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada Allahlah mereka dikembalikan."

Iman dibuktikan dengan sami' na wa atho'na "kami dengar dan kami patuh." Tidak boleh protes or menawar. Kenapa begini or begitu. Kenapa berjilbab itu wajib? kenapa berzina itu haram? kenapa riba itu haram.

Ini menunjukkan bahwa Islam itu adalah ajaran sempurna. Mengatur tiga dimensi kehidupan. Hubungan dengan Allah,  hubungan manusia dengan dirinya sendiri dan hubungan manusia dengan yang lainnya.Surat Al-Jatsiyah Ayat 18, "Kemudian kami jadikan kamu berada di atas suatu syariat (peraturan) dari urusan (agama itu), maka ikutilah syariat itu dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui."
Jadi tidak boleh pilih pilih. Semua perintah Allah dilaksanakan baik berat ataupun ringan. Islam bukan plasmanan atau memilih yang gampang saja. Firman Allah  QS Al ahzab 36 "Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata."

Okay, semoga selalu menjadi muslimah sholehah taat kepada semua perintah Allah SWT. (*HM)


*Penulis dari kota Palangka Raya

Previous Post
Next Post

post written by:

0 Comments: