Dilema, sekolah Buka Disaat Corona

Dilema, sekolah Buka Disaat Corona



Oleh : dr. Retno S

Indonesia mulai memberlakukan New Normal awal Juni lalu padahal pandemi covid-19 masih belum menunjukkan akan mereda. Otomatis  muncullah berbagai pro dan kontra terhadap kebijakan ini termasuk dalam bidang pendidikan.  Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI telah menyatakan Tahun Ajaran Baru 2020/2021 akan tetap dilaksanakan tanggal 13 Juli 2020. Plt Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Dasar dan Menengah (Plt. Dirjen PAUD Dasmen) Kementerian Pendidikan & Kebudayaan Hamid Muhammad menegaskan pihaknya tidak akan memundurkan kalender pendidikan ke bulan Januari.  Alasannya dimulainya Tahun Ajaran Baru berbeda dengan tanggal dimulainya Kegiatan Belajar Mengajar untuk tatap muka. Metode belajar akan tergantung perkembangan kondisi daerah masing-masing.
Hal ini menimbulkan kecemasan di masyarakat terutama bagi orang tua murid yang ragu untuk melepaskan anaknya berangkat ke sekolah karena faktanya banyak anak yang tertular covid 19. Seperti yang terjadi di Surabaya 127 anak berusia 0-14 th yang dinyatakan positif Covid19. Hal ini diungkapkan oleh Koordinator Protokol Komunikasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Surabaya M. Fikser, anak-anak tertular Covid19 dari orang tua atau lingkungannya.
Kegelisahan ini memunculkan respon masyarakat dengan adanya petisi Tunda Masuk Sekolah Selama Pandemi yang digagas oleh Watiek Ideo seorang penulis buku anak dan juga seorang ibu dari pelajar kelas 6 SD. Dan petisi ini didukung oleh banyak orang tua murid karena mereka juga merasakan kegelisahan yang sama, kekhawatiran terhadap kondisi anak-anak mereka bila masuk sekolah. Apakah anak-anak bisa disiplin mengganti maskernya setiap 4 jam atau saat kotor dan basah. Apakah mereka bisa menjaga diri untuk tidak mengucek mata dan memegang hidung dan mulut selama di sekolah,  dan apakah mereka bisa menjaga jarak 1,5 m dengan temannya saat istirahat dan menjalankan protokol kesehatan lainnya selama pandemi. Dan bagaimana dengan guru-gurunya apakah mereka siap mengawasi?
Orang tua murid meminta agar pemerintah mempertimbangkan saran Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) untuk tetap melanjutkan metode belajar jarak jauh mengingat sulitnya mengendalikan transmisi apabila terbentuk kerumunan. Karena secara fakta banyak anak yang tertular Covid19. Dan hal ini menunjukkan anak termasuk usia yang rentan penularan Covid19 selain lansia.
Hal senada juga disampaikan oleh Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia,Retno Listyarti karena angka penyebaran Covid19 belum menurun. Negara-negara lain memberlakukan kebijakan New Normal pada saat kurva penambahan pasien terkonfirmasi positif itu sudah menurun dan melandai walaupun belum sampai 0 pasien, sedangkan Indonesia saat ini tren kurvanya masih meningkat dan ini membahayakan. Dan yang paling ditakutkan kalau nanti muncul klaster baru yaitu klaster sekolah.
Maka penanganan Covid-19 dan hubungannya dengan pendidikan harus dipertimbangkan matang-matang dan dijalankan meerlukan kerjasama dari berbagai pihak yaitu pemerintah, sekolah dan orang tua murid. Pemerintah harus mempertimbangkan untuk sementara ini tetap memberlakukan proses pembelajaran jarak jauh dan ini harus mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah selaku pemangku kebijakan dengan menyediakan sarana dan prasarana pendukung pembelajaran daring yang bisa dinikmati seluruh murid tanpa pembebanan biaya yang mahal dan kalau perlu gratis. 
Selain itu, sekolah beserta guru harus menyiapkan metode belajar yang menarik dan efektif biar anak tidak bosan dan menjalankannya dengan senang hati. Karena tidak dipungkiri mereka sendiri juga jenuh di rumah selama beberapa bulan ini. Begitupula peran orang tua harus digalakkan karena kewajiban mendidik anak itu adalah kewajiban orang tua yang selama ini mereka limpahkan pada pihak sekolah.
Orang tua harus mempunyai kurikulum dan jadwal pembelajaran dengan anak sehingga anak tidak merasa bosan dan sibuk dengan handphonenya. Jadikan pandemi ini untuk melibatkan diri aktif dalam pendidikan anak. Dengan pembelajaran di rumah selama wabah orang tua akan tenang dan tidak khawatir lagi dan bisa mengikuti perkembangan pendidikan anak-anaknya. Gak usah terburu-buru memasukkan anak ke sekolah sebelum kondisi benar-benar aman.
Previous Post
Next Post

post written by:

0 Comments: