Recent Posts

Total Tayangan Halaman

Labels

Pesan Sekarang Juga!

Cara Ngirim Tulisan

Cara mengirim tulisan ke Pena Pejuang : 1. Kirim tulisan, bisa dalam bentuk tulisan wa, bisa juga dalam format docx. 2. Sertakan dengan gamb...

Khilafah Menjaga Akal Manusia

Jumat, 19 Juni 2020

Oleh: Nabila Zidane
Forum Muslimah Peduli Generasi dan Peradaban


Sebuah video yang menampilkan seorang perempuan telanjang bulat di pinggir jalan di Surabaya viral di media sosial. Perempuan itu disebut seorang dokter yang sedang mengalami depresi lantaran suami dan anaknya telah meninggal karena Covid-19.


Video itu viral setelah diposting oleh Filipus diakun twitter miliknya @filipus_nove pada tanggal 9 Juni. Dari pantauan detikcom  postingan video sampai saat ini telah ditonton sebanyak 26 ribu kali, 266 komentar, 115 retweet, dan 215 like.(detiknews.com, 18/7/2020)


Astaghfirullah sedih hati ini membacanya walaupun diri tak mengenalnya. Dalam satu waktu dokter perempuan tersebut telah kehilangan dua orang yang sangat berarti di dalam hidupnya. Kemanakah hati nurani penguasa yang memaksakan new normal  disaat angka kasus Covid-19 masih tinggi?


Akal adalah salah satu komponen terpenting dalam kehidupan. Jika akal ini telah terganggu maka manusia tidak akan sadar saat melakukan sesuatu yang akan mempermalukan,  membahayakan bahkan membunuh dirinya. Dia pun tidak akan pernah sadar telah melanggar syariat.


Mengapa masyarakat banyak yang stres dan tidak waras?

Patut diduga ada yang salah di negeri ini. Pengurusan terhadap rakyat yang tidak becus, mencla mencle, kemiskinan yang terus meningkat, pengangguran terus bertambah, bahkan pemalakan terhadap rakyat masih berlangsung walau dalam kondisi pandemi. Hingga saat ini lewat berbagai kebijakan yang dibuat termasuk kebijakan new normal.


Sebaiknya semua pihak harus berani jujur, bahwa lahirnya masyarakat stres dan tidak waras karena mengambil sistem yang salah untuk mengurus rakyat. Sistem kapitalisme sekuler telah terbukti gagal menyejahterakan rakyat. Setelah berprestasi menghisap keuntungan dari rakyat lewat kebijakan yang liberal, sekarang juga sukses menyuburkan masyarakat stres.


Maka sudah seharusnya, mengarahkan solusi pada sistem Islam (Khilafah) yang telah terbukti selama 1.300 tahun menyejahterakan, memberikan keadilan serta mewujudkan masyarakat yang bertakwa dan beriman.


Khalifah akan menanamkan akidah Islam kepada rakyatnya baik melalui pembinaan resmi jalur pendidikan ataupun tidak resmi melaui banyak kajian baik secara langsung ataupun lewat media. Rakyat akan paham bahwa mereka adalah seorang muslim bukan komunis ataupun kapitalis. Sehingga rakyat paham bahwa segala perbuatannya wajib senantiasa terikat dengan hukum syara'. Dengan demikian mereka akan senantiasa merasa diawasi Allah Swt melalui malaikat Raqib dan Atid.


Sedangkan di dalam masyarakat, standar baik dan buruknya adalah Islam. Sehingga masyarakat yang menjadi lingkungan tempat generasi Islam itu tumbuh dan hidup bersama anggota masyarakat lainnya akan menghasilkan suasana kondusif dan bersih. Dengan kata lain terjadi controlling keimanan yang luar biasa.


Dengan bekal ilmu dan pembentukan mental yang sehat dan kuat, ditopang dengan pembentukan sikap dan nafsiyah yang mantap, kehidupan masyarakat di era khilafah jauh dari kehidupan hedonistik, materialistis apalagi penuh mistik.


Karena ketika masyarakat mempunyai masalah, keyakinan mereka kepada Allah, qadha’ dan qadar, rezeki, ajal, termasuk tawakal begitu luar biasa. Masalah apa pun yang mereka hadapi bisa mereka pecahkan. Mereka pun jauh dari stres.


Berbeda dengan saat ini, ketika kapitalisme diterapkan. Bagaimana mungkin mengharapkan masyarakat yang beriman sementara enggan menerapkan isi Al-Qur'an yang merupakan petunjuk bagi kehidupan manusia? Padahal kemaksiatan terbesar adalah keengganan manusia untuk berhukum dengan Al-Qur'an.


Begitu sempurnanya Islam mengatur kehidupan dan memberikan solusi yang tepat bagi semua umat. Solusi yang tegas tak pernah berubah walau sudah berabad abad lamanya. Karena syariat islam dibuat oleh Allah Swt demi kebaikan manusia itu sendiri.

Wallahu a'lam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar