Masa Pandemi Rakyat Menjerit Tagihan Listrik Mencekik

Masa Pandemi Rakyat Menjerit Tagihan Listrik Mencekik



Oleh Ummu Fikri (Pengajar dan Pemerhati Sosial)

Seluruh dunia saat ini sedang mengalami Pandemi Covid-19. Tak terkecuali negara Indonesia. Jumlah positif terindikasi mencapai 33.076, sembuh 11.414 dan meninggal 1.923 . (covid19.go.id, 9 Juni 2020). 
Masa pandemi membuat rakyat menjerit dengan tagihan listrik yang mencekik. Dilansir dari detikfinance edisi 7 Juni 2020, masyarakat mengeluh soal tagihan listrik yang membengkak. Masyarakat memperkirakan ada kenaikan tarif listrik secara diam-diam atau ada subsidi silang yang diterakan untuk pengguna 450 VA dan 900 VA. Namun itu semua dibantah oleh Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN Bob Saril yang memastikan aggapan itu tidak benar karena  menaikkan tarif listrik bukan kewenangan BUMN. “ Pada intinya bahwa PLN  itu tidak melakukan kenaikan tarif karena tarif itu adalah domain pemerintah, kan sudah ada UU yang diterbitkan pemerintah melalui Kementerian ESDM. Jadi PLN tidak akan berani karena itu melanggar UU dan melanggar peraturan dan bida dipidana bila menaikkan tarif ”ujar Bob dalam konferensi pers bertajuk “ Tagihan Rekening Listrik Pascabayar” Sabtu 6/6/2020.
Masih dari dari detikfinance bahwa PLN mencatat masyarakat yang tagihan listriknya naik itu mencapai 4,3 juta pelanggan. Bahkan  politikus Partai Gerindra Fadli Zon juga mengeluhkan lonjakan tagihan listrik yang terjadi belakangan ini, melaui akun Twitter-nya. “Memang banyak keluhan tagihan listrik melonjak. Sy jg mengalami yg sama, demikian cuitan Fadli Zon dikutip detikcom Selasa (9/6/2020)
Ini menujukkan bahwa tagihan listrik yang mengalami kenaikan dialami oleh banyak pelanggan. Terlepas dari siapa saja yang mengalaminya. Faktanya memang masa pandemi ini menjadi masa  sulit yang dialami rakyat. 
Memang ada rakyat yang digratiskan oleh pemerintah disaat pendemi ini. terutama rakyat peengguna 450 VA. Melalui konferensi pers virtual Jokowi mengatakan pemerintah menetapkan pelanggan listrik di golongan 450 VA akan digratiskan dan jumlahnya 24 juta pelanggan berlaku untuk periode April, Mei dan Juni. Dan untuk pelanggan 900 VA diberikan diskon tarif 50 % dengan masa pemberlakukan yang sama. Jumlah pelanggan 900 VA mencapai 7 juta pelanggan. 
Berdasarkan data di atas pemerintah menggratiskan untuk pengguna 450 VA, untuk 900 VA diberikan diskon 50 % . Namun disisi lain pemerintah malah menaikkan tagihan listrik pada pengguna di atas 900 VA. 
Kenaikan tagihan ini semua menurut Bob, disebabkan oleh kenaikan pemakaian karena banyaknya kegiatan yang dilakukan di rumah saat pemberlakukan WFH (work from home)  dibanding  kegiatan pada era normal. 
Terlepas dari itu semua masa pandemi ini harusnya pemerintah melihat bahwa wabah nasional Covid-19 berefek terhadap semua rakyat. Rakyat saat ini banyak yang mengalami pemutusan hubungan kerja. Bukankah pemerintah mempunyai tanggung jawab yang seharusnya menjadi pelindung semua rakyat. Bukankah listrik seharusnya menjadi bagian yang masuk pada hajat hidup orang banyak yang tak boleh dikuasai  swasta atau golongan yang mampu. Padahal amanat Undang-undang  sumber daya alam termasuk listrik dipergunakan untuk mewujudkan kesaejahteraan umum bagi rakyat indonesia. Karena kepemimpinan adalah suatu yang amat berat, dalam Hadist  yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dan Imam Ahmad dijelaskan “Seesungguhnya seorang penguasa adalah pengurus (urusan rakyatnya) dan ia bertanggung jawab terhadap rakyat yang diurusnya. 
Berkaca pada sistem Islam, sistem yang aturannya bersumber dari zat yang maha benar, sungguh luar biasa aturannya. Aturan yang dibuat ini benar-benar telah mampu membuktikan bahwa tidak akan ada kesempatan untuk manusia menguasainya yang akan menimbulkan ketidakadilan bagi rakyat. 
Jika kita melihat sistem Islam dalam mengelola sumber daya alam, akan jauh dengan sistem yang berlaku sekarang. Kerena aturan Islam yang berasal dari dzat yang maha benar. Termasuk listrik yang masuk kepada kepemilikan umum, tidak boleh untuk dimiliki dan dikuasai oleh individu atau korporasi, karena manusia berserikat dalam tiga hal api, padang rumput termasuk hutan dan air ( al-hadist) .
Semoga semua ini mampu menjadi motivasi kita agar tak pernah ragu dengan aturan yang memang datang dari dzat yang maha benar, bukankah rahmatan lil alamiin menjaddi sebuah keinginan dan cita-cita  kita agar kita hidup di dunia ini menjadi lebih baik lagi, dan sejatinya kita tak ragu dengan kebenaran ini. Wallahua’lam
Previous Post
Next Post

post written by:

Cerdaskan Umat, Raih Kebangkitan!

0 Comments: