Memcontohi Para Sahabiyah Rasulullah Saw.

Memcontohi Para Sahabiyah Rasulullah Saw.





Oleh : Rahmatia D. Hanafi

Mulianya istri-istri rasulullah dan para sahabat perempuan rasulullah saat ini minim diketahui oleh para muslimah dan hanya mengambil sebagian saja dari mencontohi mereka dan lupa bahwa mereka juga berjuang digarda terdepan dalam mendukung dakwah rasululullah membuat saya menulis tulisan ini. Salah satu alasan kenapa saya kagum dengan Khadijah istri pertama Rasulullah ? Sebab Rasulullah Saw. Menikahi khadijah bukan karena kecantikannya, bukan karena dia wanita yang muda usianya, bukan karena bergelimang hartanya, bukan pula karena kedudukannya, sebab Rasulullah menikahi khadija diusia rasulullah yang muda sementara khadijah berstatus janda dan juga usianya 40 tahun dikala itu   tetapi karena kemuliaannya menjadi istri rasulullah yang dikenang oleh rasulullah sepanjang usianya cinta yang tak pernah putus hingga membuat aisyah cemburu padanya, bagaimana tidak khadijah adalah wanita pertama yang ketika rasulullah mengajak ia kepada islam ia sami'na waato'na, ia kemudian mendenger dan taat tidak menunggu nanti dan tanpa tapi, serentak ia mengambil islam untuk diterapkan ke seluruh kehidupannya, ia yang menenangkan dan menyelimuti rasulullah ketika rasulullah gemetar dan kedinginan ketika allah menyerahkan ummat kepada rasulullah untuk di tangani dan menjadi tanggungjawab rasulullah, seraya ia berdoa kepada Allah untuk suaminya, "ya Allah sesungguhnya aku tidak tahu apa yang dialami oleh suami ku, tetapi aku yakin engkau lebih mengetahui dibanding aku ya Allah" luar biasa ia adalah istri yang shaleha, dari rahimnya keturanan Rasulullah lahir dengan lahirnya fatimah azzahra wanita mulia yang banyak memberikan sumbangsih dan mengganti peran ibunda tercinta untuk membantu dakwah rasulullah dan mengurus rasulullah selepas kepergiannya. Khadijah wanita yang mulia yang mengorbankan segalanya harta maupun jiwanya di jalan islam, demi membantu dakwah rasulullah, bahkan diakhir wafatnya ia berkata kepada rasulullah ya rasulullah jika kelak bila tulang-belulang ku bisa berharga untuk kau jadikan pendukung dakwah mu, mendakwahkan islam maka ambillah. Luar biasa wanita yang begitu mencintai islam hingga seluruh hartanya habis di jalan Allah untuk membantu dakwah rasulullah.

Untuk itu wahai anak muda jangan hanya baper dengan sebuah pernikahan, tetapi ketahuilah tujuan dari pernikahan, dan pelajarilah bagaimana wanita-wanita pejuang islam yang luar biasa perjuangannya dijalan Allah, serta mereka adalah wanita-wanita mulia yang cerdas dan pemberani dalam mendakwahkan islam bahkan membantu rasulullah dalam dakwah, bagaimana kita saksikan Nusaibah binti kaab yang matinya disambut oleh para malaikat ia menjadi pelindung rasulullah disaat peperangan dengan ahli memanahnya, bagaimana, khaula al-Azwar menjadi mata-mata rasulullah dengan kecerdasannya membantu dakwah rasulullah, bagaimana perjuangan asma ketika harus mengantar makanan untuk rasulullah dan ayahnya abubakar sembunyi-sembunyi hingga ia di tampar abu jahal ketika ketahuan,. Dan masih banyak lagi yang lainnya, maka marilah belajar islam kaffah, tidak hanya mengambil hal-hal yang berbau perasaan saja tetapi juga bagaimana kemudian berupaya membantu semaksimal mungkin dalam mendakwahkan islam dan sistem pemerintahannya hingga ummat bisa menerima dan dapat diterapkan secara kaffah dalam bingkai sistem pemerintahan islam (khilafah islamiyah).  

Sebagaimana Rasulullah menegakkan khilafah pertama dimadinah dan dengan sarana itu yaitu khilafah maka Rasulullah akhirnya bisa memperluas dakwahnya ke seluruh dunia hingga islam dapat sampai kepada kita saat ini, tidak maukah kita mengembalikannya lagi ? Disaat ummat membutuhkan kita untuk menyelamatkan mereka dari kedzoliman, keterpurukan, kemiskinan dan juga terampasnya  kesejahteraan mereka. Maka tidak ada jalan  lain untuk menyelamatkan ummat saat ini dari keterpurukannya selain dengan solusi islam yaitu  sistem pemerintahan islam yakni khilafah islamiyah.
Previous Post
Next Post

post written by:

Cerdaskan Umat, Raih Kebangkitan!

0 Comments: