New Normal Life, Jalan Pintas Kematian?

New Normal Life, Jalan Pintas Kematian?



Oleh: Hanna Salsabila AR. (Komunitas Setajam Pena)

Wacana pemerintah tentang new normal life menimbulkan beberapa kontra di masyarakat. New Normal life adalah sebuah aturan dimana mengajak masyarakat kembali beraktifitas namun tetap memenuhi syarat protokol kesehatan. Tapi seperti yang kita tahu, rancangan new normal life ini tidak bisa sembarangan diterapkan, sebab masih ada syarat-syarat yang harus dipenuhi apabila ingin menerapkan aturan ini.

Menurut Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), Dr Hermawan Saputra, Indonesia masih belum memenuhi syarat untuk menjalankan sistem ini. Seperti dilansir merdeka.com (25/5/2020), beliau menuturkan bahwa ada 4 kriteria yang harus dipenuhi. Pertama, harus sudah terjadi perlambatan kasus. Kedua, sudah dilakukan optimalisasi PSBB. Ketiga, masyarakatnya sudah lebih memawas diri dan meningkatkan daya tahan tubuh masing-masing. Keempat, pemerintah sudah betul-betul memperhatikan infrastruktur pendukung untuk new normal.

Namun demikian, Indonesia masih belum memenuhi syarat-syarat diatas. Malah terkesan, kasus Covid-19 semakin hari semakin mengganas, korban berjatuhan semakin bertambah, ditambah lagi dengan kebijakan pemerintah yang sering plin-plan menangani wabah virus ini. Pemerintah berharap aturan new normal life bisa memudahkan masyarakat untuk beraktifitas kembali seperti selayaknya, walau tetap harus menerapkan protokol kesehatan. Namun, jika keadaan seperti sekarang, dimana kasus yang terinfeksi wabah masih tinggi, mungkinkah akan bisa diterapkan aturan new normal life? Bukankah ini justru  hanya akan menjadi jalan pintas menuju kematian? Na'udzubillah!

Tak dapat dipungkiri, pemerintah saat ini terkesan cenderung mementingkan keadaan ekonomi yang semakin merusut drastis akibat efek global Covid-19. Terlihat dari rancangan penerapan aturan new normal life, masyarakat seakan didorong agar tetap bekerja supaya nanti pemerintah tidak semakin susah mengurus ekonomi masyarakat dan memperbaiki keadaan ekonomi Indonesia. Padahal, seharusnya prioritas utama pemerintah saat ini adalah melayani dan mengurus rakyatnya apalagi di situasi wabah seperti saat ini. Bukan malah menggantungkan harapan kepada rakyat.

Begitulah pemerintah dalam sistem kapitalis, yang hanya memikirkan dan mengutamakan materi, materi dan materi. Pemerintah sering kali tidak konsisten dengan aturan serta kebijakan yang dibuat. Sementara perlindungan masyarakat pun masih minimalis. Jika ditelisik lebih dalam, new normal life adalah penerapan herd immunity. Yaitu masyarakat tetap diperbolehkan interaksi dan beraktivitas seperti biasanya diluar, dan diharapkan imun dari masing-masing individu bisa beradaptasi, kebal sehingga bisa bertahan. Namun bilamana imunnya lemah maka konsekuensi kematian siap dihadapi. Ngeri!

Namun hal ini tak akan terjadi jika mau kembali pada aturan Sang Pencipta. Maka Islam adalah jawaban dan solusinya. Dalam Islam, masyarakat benar-benar dikontrol aktifitasnya. Adapun urusan kemaslahatan umat adalah yang utama, maka dari itulah bilamana terjadi wabah maka kebutuhan masyarakat menjadi tanggung jawab pemerintah. Yang akan diambilkan dari kas Baitul Mall. Masyarakat yang terkena wabah harus tetap di wilayahnya. Sedangkan masyarakat yang bebas wabah masih bisa beraktifitas seperti biasa, sehingga perekonomian tetap berjalan. Wallahua'lam bishowab.

Previous Post
Next Post

post written by:

Cerdaskan Umat, Raih Kebangkitan!

0 Comments: