PERGI


Oleh : Fatimah Salsabila

Setiap ada pertemuan pasti ada perpisahan, setiap yang datang pasti akan pergi. Belum lama ini kita telah berpisah dengan Ramadhan dan Ied-Fitr. Ya, mereka telah pergi, entah  kita masih dapat bertemu kembali ataukah tak akan berjumpa lagi? Selama ramadhan siapa saja tak pernah menyadari betapa banyak nikmat yang telah datang dari Allah. Surah An-Nahl [53] menjelaskan “Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah-lah (datangnya)”. Mungkin ini adalah kesempatan bagi seseorang untuk menikmati kebersamaannya besama keluarga, ayah, ibu, kakak, adik, paman, bibi, bahkan kakek dan neneknya. Tak terhingga rasa bahagia diungkapkan semasa bulan suci itu, dan akhirnya ia pergi.

Ya, kata pergi menciptakan makna yang membuat siapapun berpikir bahwa sesuatu telah berakhir. Namun, jangan disangka jika kepergian adalah akhir dari segalanya tapi sebaliknya jika kita pergi maka akan bertemu seseorang, suasana baru dan juga tempat yang baru. Ketika datangnya hari kiamat kehidupan dunia akan hancur tapi bukan berakhir, sebab ada dunia lain yang akan menunggu. So, jika ada yang berpikir bahwa kematian berarti ia telah pergi, maka mereka salah karena masih akan bertemu dengan kehidupan yang baru, tempat yang baru yaitu surga dan neraka.

Aku pergi, apa yang aku rasakan saat ini? Apa yang kalian rasakan? Semua tak dapat aku ucapkan setelah nikmat dari Allah yang telah dilimpahkan saat kita bersama. Sedih, bahagia, haru, marah, benci, duka, rindu, semua warna itu kusaksikan dan kunikmati selama beberapa tahun terakhir. Aku pergi, tapi ingatlah bahwa kita akan dipertemukan kembali dengan izin Allah, Rasulullah bersabda : “Dua orang yang saling mencintai karena Allah. Mereka berkumpul dan berpisah dengan sebab cinta karena Allah” [HR. bukhari no. 660 dan Muslim no. 1031]. 
Aku berharap bahwa aku mencintai kalian karena Allah, aku pergi dari kalian tetapi Allah bahkan tak sejengkal pun pergi dari kalian. “Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita”[At-Taubah:40]. Wallahu a’lam bissawab.

Previous Post
Next Post

post written by:

Cerdaskan Umat, Raih Kebangkitan!

0 Comments: