Recent Posts

Total Tayangan Halaman

Labels

Pesan Sekarang Juga!

Cara Ngirim Tulisan

Cara mengirim tulisan ke Pena Pejuang : 1. Kirim tulisan, bisa dalam bentuk tulisan wa, bisa juga dalam format docx. 2. Sertakan dengan gamb...

Rasisme dalam Kacamata Islam

Rabu, 17 Juni 2020


Oleh Ayu Hafsah
(Member Of Revowriter)

Berabad tahun, islam telah membuktikan bahwa Islam adalah agama Rahmatan Lil Alamin. Kebaikannya bukan hanya untuk manusia tapi untuk seluruh semesta beserta isinya. 

Kejayaan Islampun mampu membuka mata dunia. Semua lini di dalam kehidupan terjaga dan terpelihara dengan baik. Kemajuan disegala aspek baik ekonomi, sosial, pendidikan, budaya dll telah nyata adanya.

Islam juga agama yang bukan hanya teori dan ritual belaka. Namun lebih dari itu, Islam adalah Mabda yang  menjadikannya universal. Tak pandang warna kulit, ras, bahasa, budaya, status sosial, dan tingkat ekonomi manusia. 

Saat ini kita bisa melihat, bagaimana dunia tertimpa penyakit rasisme akut. Rasisme adalah keyakinan atau pandangan bahwa ras tertentu lebih unggul atau lebih rendah dari ras lain. Dengannya ketidakadilan boleh dilakukan. Penghinaan boleh ditebarkan. Kebencian boleh dinyalakan. Hanya karena dalil kulit putih lebih baik dari hitam atau Arab lebih baik dari non Arab.

Padahal di dalam Islam semua manusia mempunyai kedudukan yang sama. Tak pandang gender, tak lihat suku budaya. Yang membedakan hanyalah taqwa.

Allah Azza wajalla berfirman di dalam QS. Al - Hujurat ayat 13.  Yang artinya " Wahai manusia ! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan.  Kemudian kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia diantara kamu adalah yang paling bertaqwa. Sungguh Allah yang Maha Mengetahui, Maha Teliti."

Ayat ini benar-benar menjelaskan kepada kita, bahwa tak ada rasisme di dalam Islam. Betapa adilnya Allah menciptakan keunikan manusia dan menjadikannya mulia dengan taqwa. Tak ada tempat bagi manusia untuk berbangga dan sombong. Karena sejatinya kita semua hanyalah makhluk Allah yang lemah, kekurangan dan terbatas. 

Rasulullah salallahu alaihi wassalam. Telah memberikan contoh yang baik kepada kita. Beliau mengangkat Bilal dan memuliakannya dengan Islam. Tak melihat bahwa Bilal adalah pemuda berkulit gelap dan budak. Tapi, beliau jadikan muadzin pertama di dalam Islam. Bilal pun tercatat sebagai sahabat yang dijamin masuk surga karena keimanan dan ketaqwaannya.

Begitupun saat Rasulullah mengambil dan menghormati pendapat Sahabat Salman Al Farisi. Pemuda dari Persia yang memiliki kemampuan strategi perang dan siasat dakwah yang sangat apik.

Lalu ketika Rasulullah mempersaudarakan Muhajirin dan Anshor. Keduanya sama sama bersinar saat Islam menjadi pegangan dan aturan hidupnya. Dan Rasulullah sangat membenci sikap Ashobiyyah ( merasa kaumnya lebih tinggi dari kaum lain). 

Rasulullah juga membebaskan para budak dan meleburkannya di tengah masyarakat. Menjadi harmoni yang sangat indah saat mereka bahu membahu menjalankan visi mulia di muka bumi ini dengan dakwah dan jihad. 

Di dalam masalah rumah tangga. Rasulullah yang mulia menikahi seorang keturunan Yahudi bernama Shofiyyah dan menjadikannya ummul mukminin yang terjamin masuk surga. 

Sungguh indah Islam mengatur hubungan antar manusia. Semua saling mencintai dan menghormati karena Allah. Semua berlomba menggapai kebaikan dan berburu keridhoan Allah. Hingga surga menjadi tempat yang paling di rindukan.

Semua akan terwujud sempurna disaat Al quran dan sunnah diterapkan secara total di dalam kehidupan. Dalam bingkai syariah dan Khilafah ala minhajji nubuwwah. 

"Yang paling mulia di sisi Rabb kalian adalah yang paling bertaqwa dalam melaksanakan perintah dan menjauhi maksiat. Bukan orang yang paling besar rumahnya atau yang paling banyak keluarganya."

Wallahu alam bi showab.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar