TKA Bekerja, Pribumi Merana

TKA Bekerja, Pribumi Merana


Oleh : Nurul Rachmadhani 

Rusuh, ratusan mahasiswa melakukan aksi tolak TKA asal China di Bandara Halu Oleo, Desa Ambaipua, Kecamatan Ranomeeto, Kendari. Aksi tolak ini berakhir dengan lempar batu dan tembakan gas air mata. Pasalnya para mahasiswa menolak secara tegas bahwa sangat keberatan dan tidak mengizinkan adanya TKA China yang akan bekerja di PT VDNI, Konawe. 


Bukan hanya para mahasiswa yang merasa keberatan. Hampir seluruh masyarakat Indonesia pun merasa bahwa mempekerjakan TKA di negeri ini bukanlah hal yang tepat. Mengingat angka pengangguran di negeri sendiri pun semakin meningkat. Miris. Terlebih disaat pandemi terjadi, rakyat yang seharusnya lebih banyak diperhatikan bukan pekerja asing yang diutamakan. 


Berdalih bahwa TKA China bisa mempercepat dalam pembangunan smelter, dan setelah smelter jadi para pekerja asal China itu akan dipulangkan kembali. Namun, seolah pemerintah tutup mata. Masyarakat dipaksa harus bisa menerima. Bahkan pemerintah menyebutkan bahwa China adalah salah satu negara yang memberikan andil besar dalam perekonomian dunia. Tak hanya itu, China memiliki kekuatan dan pengaruh yang besar terhadap dunia. Lagi-lagi ini adalah sebagai bentuk pemanfaatan. Tidak ada makan siang gratis. Mengingat bahwa China adalah salah satu pemodal yang berpengaruh di negeri ini, maka tak heran ketika akhirnya pemerintah diam tak bergeming, seolah wajar ketika para pekerja asal Tirai Bambu itu mendapat pekerjaan disini. 


Ini adalah salah satu potret negara yang mengemban kapitalis. Mereka para penguasa dan pemodal hanya mencari keuntungan semata tanpa memikirkan bahwa banyak rakyat yang terzalimi.Tak peduli pada nasib rakyat, hanya mementingkan diri sendiri untuk mengumpulkan pundi-pundi yang masuk di kantong pribadi. 


Seharusnya pemerintah bisa tegas. Mendahulukan kepentingan masyarakat lebih utama. Tidak melakukan kerjasama dengan asas pemanfaatan, apalagi hingga akhirnya rakyat yang menjadi korban. Negara harus mampu mandiri tidak bergantung pada negara lain. Hingga akhirnya pemerintah bisa menciptakan banyak lapangan pekerjaan bagi masyarakatnya. Memanfaatkan SDM dari negeri sendiri. Dengan begitu tak ada lagi masyarakat merasa iri hati. 



Previous Post
Next Post

post written by:

0 Comments: