AKSI UMAT TOLAK KOMUNIS, TOLAK SEMUA SISTEM KUFUR

AKSI UMAT TOLAK KOMUNIS, TOLAK SEMUA SISTEM KUFUR



Oleh: Herawati,S.Pd.I

Umat Islam satu suara menolak bangkitnya idiologi komunis, 
jejak kelam komunis dinegri ini menjadi sejarah yang tidak bisa dilupakan rakyat Indonesia khusunya bagi umat Islam.

Sebagai mana dilansir dari
https://cirebon.pikiran-rakyat.com/nasional/pr-04585999/ribuan-orang-penuhi-lapangan-ahmad-yani-gelar-aksi-apel-siaga-ganyang-komunis

PR CIREBON - Ribuan orang terlihat memenuhi lapangan Ahmad Yani untuk menjadi peserta aksi 'Apel Siaga Ganyang Komunis Jabodetabek' di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan pada Minggu, 05 Juli 2020. Dalam prosesnya massa aksi datang satu per satu hingga memenuhi
lapangan Ahmad Yani.

Kegiatan aksi ini diikuti sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam seperti Front Pembela Islam (FPI), PA 212, hingga Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama. Acara 'Apel Siaga Ganyang Komunis' akan dimulai pada pukul 13.00 WIB sampai 16.00 WIB. Maman mengklaim perkiraan jumlah peserta 5.000 orang yang terdiri dari sejumlah ormas islam.

peristiwa kelam sejarah Indonesia, yakni Gerakan 30 September/Partai Komunis Indonesia (G 3 0S/PKI). Melalui gerakan tersebut, PKI saat itu berhasil membunuh umat islam dari kalangan ulama, rakyat sipil bahkan jenderal yang dituduh akan mengkudeta pimpinan negeri ini.

Sejak peristiwa (G 3 0S/PKI), umat Islam mempunyai satu pandangan  bahwa sosialis komunisme adalah ideologi yang berbahaya. Karena tidak mengakui adanya Tuhan,  bertindak kejam, sadis, tidak berperikemanusiaan dan menyengsarakan umat manusia. 
Karena itu komunisme layak untuk diberantas hingga ke akar-akarnya,  dan umat islam tidak boleh berdiam diri dari upaya kebangkitan sosialis komunis lewat pengesahan RUU HIP. 

Trauma mendalam umat Islam terhadap kebiadaban komunis inilah yang  melatarbelakangi aksi umat tolak komunis hingga resolusi jihad qital, ini adalah wujud semangat memperjuangkan al Haq (Islam) dengan jiwa raga hingga nyawa. 

Semestinya sikap penolakan umat Islam tidak hanya pada gerakan sosialis-komunis saja, namun harus dilanjutkan pada penolakan terhadap semua pemikiran yang membahayakan umat seperti; idiologi kapitalisme serta faham leninisme, liberaliseme, sekulerisme, dan sistem-sistem lain yang bertentangan dengan Islam.

Perlu diingat cengkraman idiologi kapitalisme terhadap Indonesia dan dunia terlihat nyata, kerusakan-kerusakanya terjadi hampir   diseluruh negri jajahan idiologi sekuler ini, lewat sistem ekonomi kapitalis global, kebijakan hutang luar negri, dan undang-undang yang disahkan sesuai pesanan barat, maka kapitalisme berhasil menguasai dunia, menguasai seluruh sektor publik negara yang dijajahnya. 

Inilah akar masalah umat Islam yang sesungguhnya, makan melepaskan dari cengkraman sistem kapitalisme global wajib hukumnya, dan satukan arah pandang untuk songsong penegakan khilafah, sistem ilahi yang sudah berhasil memimpin dunia selama 13 abadi, dan menguasai 2/3 dunia. 

Khilafah akan membebaskan umat dari kesengsaraan dan kerusakan yang disebabkan idiologi sosialis-komunis dan idiologi kapitalis,  maka arah perjuangan umat adalah pada tegaknya system Syariah/khilafah, umat jangan sampai terbelokkan pada sikap pragmatis memperjuangkan Pancasila dan melalaikan kewajiban memperjuangkan khilafah. 

وَأَنَّ هَذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ وَلَا تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيلِهِ ذَلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Artinya: "Inilah jalan-Ku yang lurus. Karena itu ikutilah oleh kalian jalan itu dan janganlah kalian mengikuti jalan-jalan lain yang dapat menyimpangkan kalian dari jalan-Nya. Demikianlah Allah memerintahkan hal itu kepada kalian agar kalian bertakwa".
(TQS al-Anam [6]: 153).

Hanya Islam satu-satunya ideologi yang sahih. Islam hadir sebagai wujud kasih sayang Allah SWT kepada makhluk-Nya. Karena itu marilah kita kembali bersama-sama menerapkan Islam sebagai ideologi yang mengatur seluruh aspek kehidupan umat. 

Wallahu a’lam bishawwab.
Previous Post
Next Post

post written by:

Cerdaskan Umat, Raih Kebangkitan!

0 Comments: