BANGGA MENJADI MUSLIM

BANGGA MENJADI MUSLIM



Oleh: Nuraizah Azura

Di era modern hari ini, semua teknologi super canggih telah keluar dari pabriknya kemudian dinikmati oleh manusia pada umumnya. Termasuk dengan salah satu alat ini yang bernama handphone yang dulunya hanya digunakan untuk kelancaran berkomunikasi jarak jauh. Namun saat ini, dengan perkembangan teknologi yang sangat luar biasa, juga karena perubahan zaman, kini handphone tersebut mengeluarkan model terbaru yang berbasis Android yang bukan lagi hanya dipakai untuk berkomunikasi jarak jauh, tapi lebih dari itu, sekarang handphone Android bisa digunakan untuk segala hal, baik untuk berkomunikasi, berselancar di dunia maya, juga bekerja dan mendapatkan nilai-nilai rupiah pun bisa melalui handphone Android tersebut. 

Nah, ketika kamu memiliki handphone Android keluaran terbaru, lengkap dengan semua kelebihannya dan tidak didapat sedikitpun kekurangannya. Apakah handphone Android tersebut kamu simpan di rumah, di kamar, atau di lemari? Tentu tidak kan. Pasti kamu akan membawanya kemanapun kamu pergi, kamu akan mengabadikan segala hal ke dalam handphone tersebut, juga kamu akan menampakkannya ke teman sekolah, teman kuliah, atau teman kerjamu. Untuk apa? Untuk supaya mereka (teman-teman kamu) tahu bahwa kamu itu satu-satunya atau salah satu dari mereka yang memiliki handphone Android terbaru tersebut. Tak hanya itu, kamu juga akan berteman dengan orang-orang yang sama-sama memiliki Android ini. Agar ketika kamu membahas tentangnya maka pembicaraan kamu dan teman-temanmu akan lebih nyambung dibanding ketika kamu ngumpul bersama teman-teman yang mempunyai handphone jadul alias handphone yang hanya dipakai untuk menelpon dan mengirim pesan saja. Pertanyaannya, untuk apa semua itu kamu lakukan? Ya, karena kamu bangga memiliki Android terbaru itu.

Begitu juga dengan Islam dan menjadi seorang Muslim. Haruskah kita bangga? Tentu, malah harusnya lebih bangga daripada sekadar membanggakan handphone Android. Kenapa? Karena Islam adalah agama sempurna dan menyeluruh yang mengatur segala urusan manusia, baik urusan terkait dengan dunia maupun akhirat. Islam menjadi satu-satunya agama yang diridhai oleh Allah SWT (QS. Ali Imran: 19) dan (QS. Al-Maidah: 3). Islam juga mempunyai Al-Qur'an sebagai petunjuk kehidupan yang akan membawa siapa saja yang membacanya, mempelajarinya, menghafalkannya, mentadabburinya, serta mengamalkannya dalam kehidupan menuju syurgaNya kelak. Selain itu, Allah SWT menjadikan umat Islam sebagai umat yang terbaik yang melakukan amar ma'ruf nahi mungkar dan beriman kepada Allah SWT (QS. Ali Imran: 110). Oleh karena itulah, kita harus sangat bangga terlahir dalam keadaan muslim dan masih menjadikan Islam sebagai agama kita hingga saat ini.

Namun apakah rasa bangga itu cukup hanya sekadar dibatinkan atau dilafalkan saja? Tidak. Bangga menjadi seorang muslim harus dibuktikan dengan amal perbuatan. Harus ada pembuktian. Sama halnya dengan handphone Android, ketika seseorang bangga dengan Androidnya kemudian ia menyimpannya di lemari, kemudian dia katakan kepada orang-orang bahwa dia mempunyai Android keluaran terbaru, kira-kira apakah orang-orang akan percaya begitu saja? Pasti tidak kan. Harus adapembuktian. Dengan dia menampakkan objek itu di hadapan banyak orang, setelah itu baru orang-orang akan percaya kepadanya. Begitu juga Islam, ketika seseorang bangga dengan keislamannya maka harusnya dia membuktikannya dengan mengekspresikan rasa bangganya dalam bentuk perbuatan di kehidupannya. Dia akan menyampaikan Islam dimanapun dia berada. Dia akan memberitahukan kepada orang-orang bahwa dia itu seorang muslim yang bangga dengan keislamannya. Dia tidak mencukupkan diri dengan Islam nya hanya tersemat di KTP saja.

Seseorang yang bangga menjadi muslim bisa kita saksikan pada seorang pemuda yang kini namanya selalu di ingat di mana-mana. Ya, Hikma Sanggala. Berita tentang dirinya sedang heboh di seantero negeri ini, dia yang di DO dari kampusnya hanya karena menyampaikan Islam. Dia menunjukkan rasa bangganya menjadi seorang muslim yang akhirnya membuat dia harus keluar dari perguruan tinggi sebelum waktunya. Ingin saya sampaikan, bahwa ketika seseorang telah menunjukkan jati dirinya dan kebanggaannya terhadap Islam maka pasti ujian dari Allah SWT akan menghampirinya. Allah SWT ingin melihat apakah dia benar-benar bangga dengan keislamannya ataukah tidak. Sukses atau gagal dia menerima ujian ini akan terlihat dari keistiqamahannya dalam menyampaikan dan memperjuangkan Islam. Ketika dia mampu melewati ujian ini maka pasti Allah SWT akan menaikkan derajatnya di sisi-Nya. Juga Allah SWT  tidak akan memberikan ujian kepada hamba-Nya di luar kemampuan kita sebagai hamba. Dan saya yakin apa yang sedang dialami oleh pemuda ini dan yang lainnya, pasti mereka akan bisa melewatinya.

Kisah lain juga bisa kita baca dalam Sirah Nabawiyah. Di sana disebutkan bahwa ketika Rasul SAW bersama para sahabatnya mendeklarasikan Islam secara terang-terangan, mereka keluar menuju Ka'bah dengan membentuk dua barisan, barisan pertama dipimpin oleh Hamzah bin Abdul Muthalib dan barisan kedua dipimpin oleh Umar bin Khattab, maka pada saat itu pula mereka seolah membuka jalan bagi pemuka kaum kafir Quraisy untuk menyerang Rasul SAW dan kaum muslimin. Mereka telah menghidupkan api yang sangat besar yang kapan saja bisa membakar Rasul SAW dan para sahabat. Padahal sebelumnya, kaum kafir Quraisy itu telah mengetahui bahwa Muhammad SAW membawa agama baru, namun mereka menganggap dakwah Rasul SAW hanya seperti cerita para pendeta dan ahli hikmah belaka, mereka meyakini bahwa orang-orang akan kembali kepada agama nenek moyangnya. Selain itu, mereka juga tahu bahwa ada sekelompok orang yang telah menjadi pengikutnya Muhammad SAW, meskipun mereka tidak mengetahui di mana tempat orang-orang tersebut berkumpul dan siapa saja mereka yang beriman itu. Dan akhirnya  mereka tidak terlalu memperdulikan apa yang dilakukan oleh Rasul SAW juga mereka tidak melarangnya.

Ketika pendeklarasian itu terjadi, barulah saat itu kafir Quraisy menyadari bahaya dan mereka merasa terancam dengan agama baru yang dibawa oleh Rasul SAW. Mulailah mereka menentang, memusuhi dan memerangi Rasul SAW dan kaum muslimin. Mereka menggunakan berbagai macam sarana untuk memalingkan Muhammad SAW dari dakwahnya, mulai dari penganiayaan fisik, propaganda di Makkah dan Habasyah, sampai yang terparah mereka melakukan pemboikotan terhadap Rasul SAW dan keluarganya. Tujuan mereka tidak lain dan tidak bukan adalah untuk menghentikan Islam agar tidak didakwahkan lagi, agar Islam hanya diemban oleh individu saja, tidak perlu disampaikan kepada orang lain. Itulah yang terjadi saat Rasul SAW dan para sahabat menunjukkan kebanggaan mereka terhadap Islam, yang membuat mereka harus menerima segala bentuk penyiksaan dan permusuhan dari kafir Quraisy. Namun ada hal yang harus selalu kita ingat, bahwa pertarungan antara kebenaran dengan kezdaliman pasti kebenaranlah yang akan menang.

Berbeda pula halnya ketika seseorang yang bangga menjadi muslim, namun ia tidak menunjukkan atau membuktikan rasa bangganya itu dalam kehidupannya. Islam nya hanya di mulut saja, tidak dalam perbuatannya. Dia hanya mengemban Islam seorang diri, tidak menyampaikan Islam kepada orang lain. Dia takut dicap teroris, radikal, sesat, pemecah belah bangsa, anti NKRI dan lain sebagainya. Jika dia menyampaikan atau mendakwahkan Islam. Maka orang-orang seperti ini tidaklah bisa kita katakan bahwa dia bangga dengan keislamannya karena dia belum membuktikannya dengan perbuatan. Nah, untuk muslim yang termasuk golongan ini harus lebih banyak lagi mengkaji Islam agar dia lebih tahu kenapa dia harus membanggakan Islam. Juga senantiasa berkumpul dengan jamaah yang melakukan proses pengkajian dan pembinaan Islam. Setelah mengkaji, dia harus mengamalkan Islam dalam kehidupannya. Tidak cukup sampai di situ, ilmu Islam yang sudah ada padanya juga harus didakwahkan kepada orang lain, agar orang lain tersebut, juga ikut merasa bangga dengan keislamannya.

Previous Post
Next Post

post written by:

Cerdaskan Umat, Raih Kebangkitan!

0 Comments: