Hagia Sophia, Masjid yang Kembali

Hagia Sophia, Masjid yang Kembali





Oleh:Maulinda Rawitra Pradanti, S.Pd
(Lingkar Studi Muslimah Bali)


"Allahu Akbar,Allahu Akbar,Allahu Akbar,  Allahu Akbar. Asyhadu an Laa Ilaaha Illa Allah, Asyhadu an Laa Ilaaha Illa Allah. Asyhadu anna Muhammadur Rasulullah, Asyhadu anna Muhammadur Rasulullah. Hayya ‘ala Sholah, Hayya ‘ala Sholah……" 


Suara azan kembali menggema di Ayasofya Camii (Masjid Hagia Sophia) pada tanggal 10 Juli 2020. Serentak kaum Muslimin di Turki menyambut dengan gembira dan suka cita yang luar biasa. Tak ada kata yang bisa diucapkan selain kalimat-kalimat Thoyyibah mengagungkan kebesaran Ilahi, Allah subhana wa ta’ala. 


Alhamdulillah, Subhanallah, Allahu Akbar dan sederet kalimat thoyyibah yang lainnya. Peresmian ini juga dibarengi dengan rencana dibolehkannya kaum Muslim untuk sholat di dalam Masjid Hagia Sophia sejak tanggal 24 Juli 2020.


Tak hanya kaum Muslim di Turki saja yang gembira, namun kaum Muslimin di seluruh dunia juga merasa bangga dengan keputusan dan peresmian Hagia Sophia yang difungsikan sebagai masjid kembali. Memang sejarah telah mencatat bahwa Hagia Sophia ini bukanlah masjid di masa awal pembangunannya, melainkan sebuah gereja katedral yang berdiri sejak tahun 537 M. 


Namun, semenjak Sultan Muhammad Al- Fatih menaklukkan Konstantinopel (Istanbul) dari Kekaisaran Byzantium pada tahun 1453 M, maka saat itu pula Hagia Sophia diubah menjadi sebuah masjid dengan arsitektur dan kubah yang besar. Dari peristiwa penaklukkan Konstantinopel saat itu, terbuktilah janji Rasulullah. 


"Diriwayatkan dari Abdullah bin Amr bin Al-Ash berkata, Saat kami dengan menulis di sekeliling Rasulullah SAW, tiba-tiba beliau ditanya tentang kota manakah dari kedua kota yang akan dibebaskan terlebih dahulu, Konstantinopel atau Roma? Maka, Rasulullah SAW menjawab, Kota Heraclius akan dibebaskan terlebih dahulu. Maksudnya adalah Konstantinopel." (HR Ahmad).


Dalam sebuah kesempatan yang lain, Rasulullah bersabda, "Konstantinopel benar-benar akan ditaklukkan. Sebaik-baik amir (khalifah) adalah amir (khalifah) yang memimpin penaklukkannya dan sebaik-baik tentara adalah tentara yang menaklukkannya.” (HR Bukhari, Ahmad, dan Al-Hakim). 


Maka, sejak saat itu sabda Rasulullah SAW menjadi sangat fenomenal di kalangan umat Islam, termasuk Muhammad al-Fatih ini. Namun sangat disayangkan, Hagia Sophia yang telah dijadikan sebagai masjid selama 482 tahun lamanya ini kemudian dijadikan sebagai museum di masa Mustafa Kemal pada tahun 1935 M. Inilah masa-masa awal keruntuhan kepemimpinan kaum Muslimin karena tak ada lagi pelindung dan penyemangat untuk menjalankan syariat secara sempurna.


Selama perubahan menjadi museum ini, tak sedikit dari kaum Muslimin yang tetap berjuang untuk mengembalikan status Hagia Sophia untuk menjadi tempat ibadah kaum Muslimin lagi. Menjadi tonggak peradaban Islam lagi. Dan Alhamdulillah Allah masih bersama dengan orang-orang yang bersabar, takdir Allah mengembalikan Hagia Sophia melalui kepemimpinan Recep Tayyip Erdogan pada tanggal 10 Juli 2020 membuktikan bahwa Hagia Sophia masih diharapkan oleh kaum Muslim untuk menjadi masjid kembali.



Kaum Muslimin merasakan euforia ketika janji Rasulullah ini terbukti, dan masih ada satu janji lagi yang sedang diimpikan kaum muslim yakni penaklukkan Kota Roma. Entah kapan ketentuan Allah terjadi atas penaklukkan Kota Roma ini oleh kaum Muslim. 


Oleh karena itu, kaum Muslim harus berikhtiar lebih keras lagi untuk mewujudkan janji Rasul ini, bukan hanya berpangku tangan menunggu takdir Allah saja. Jangan sampai dengan terlenanya kaum Muslim ini menjadikan kaum Muslimin lemah dan mengulang sejarah atas penutupan Masjid Hagia Sophia seperti yang terjadi pada tahun 1935 M atas kepemimpinan Mustafa Kemal laknatullah.


Segeralah bangkit wahai kaum Muslim, taklukkan Roma seperti halnya janji Rasulmu, dan bersiaplah untuk mendapat kemenangan yang lain, yakni tegaknya syariat Islam dibawah naungan Khilafah 'ala minhajin nubuwwah! Wallahu a’lam bish showwab
Previous Post
Next Post

post written by:

ibu rumah tangga yang ingin melejitkan potensi menulis, berbagi jariyah aksara demi kemuliaan diri dan kejayaan Islam

0 Comments: