No Time For Gosip

No Time For Gosip



Oleh: Fitriyani Nurul Dzihni (kelas 3 SMPQu)

Ngumpul bareng temen-temen sambil ngobrol ria, terus tiba-tiba ada yang membuka aib seseorang (teman, artis, atau orang yang tidak dikenal) lalu akhirnya satu aib dan yang lainnya terbuka dalam obrolan itu. Perbuatan ini sering dilakukan tanpa sadar sepengetahuan bahkan dilakukan secara sengaja. Yupz, bener banget. Yang kayak gini nih, namanya ngomongin orang atau nge gosip. Sebenernya boleh gak sih kita melakukan hal ini?

Ngegosip dalam islam disebut juga ghibah. Apa sih ghibah itu? Ghibah dari segi bahasa, artinya membicarakan mengenai hal negatif atau positif tentang orang lain yang nggak ada kehadirannya di antara yang berbicara. Dari segi istilahnya, ghibah berarti pembicaraan antar sesama muslim tentang muslim lainnya dalam hal yang bersifat kejelekkan, keburukan, atau yang tidak disukai. 

Salah satu dalil larangan berbuat ghibah dalam Al-Quran terdapat pada surat Al-Hujurat ayat 12, yang artinya:

“wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa, dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah ada diantara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah, sungguh Allah Maha penerima tobat, Maha penyayang.”

Guys, ternyata ghibah ada yang diperbolehkan loh. Tapi, untuk ghibah dibolehkan kalo ada tujuan yang syar’i itu dibolehkan dalam enam keadaan. Enam keadaan yang dibolehkan menyebutkan ‘aib orang lain adalah sebagai berikut:

1. Ghibah dalam rangka mengadukan kezaliman kepada penguasa atau pihak berwenang

2. Ghibah dalam rangka meminta bantuan untuk mengubah kemungkaran, untuk membuat orang yang berbuat kemungkarantersebut kembali kepada jalan yang benar.

3. Ghibah dalam rangka meminta fatwa atau nasehat kepada seorang mufti, misalnya:  ”saudaraku telah menzolimiku, bagaimana caranya aku agar bisa lepas dari kezolimannya?”

4. Ghibah dalam rangka mengingatkan kaum muslimin dari sebuah keburukan dan menasehati mereka

5. Ghibah dalam rangka menjelaskan perbuatan fasik dan bid’ah seseorang yang dilakukan secara terang-terangan

6. Ghibah dalam rangka mengenalkan orang lain dengan sebutan yang sudah ma’ruf dengannya seperti si buta. Namun jika ada sebutan yang lebih bagus maka itu lebih baik.

Oh iya, kalian mau tau nggak, apa akibatnya kalo kita berbuat ghibah? Nih, baca dengan seksama ya guys.

Ghibah merupakan perbuatan yang tergolong dalam dosa besar, sebagaimana Imam Al-Qurthubi ungkapkan dalam kitab Al Jami’ li Ahkam Al-Qur’an bahwasanya ghibah itu sebanding dengan dosa zina, pembunuhan, dan dosa besar lainnya. Sedangkan menurut Hasan Al Bashri, perbuatan bergunjing lebih cepat merusak agama dibandingkan dengan penyakit yang menggerogoti tubuh.  Ghibah sendiri membahayakan baik bagi orang yang dibicarakan, diri sendiri, bahkan masyarakat. 
Apa bahaya ghibah dalam pandangan islam?
1. Mendapat murka Allah swt.
2. Hatinya menjadi keras
3. Memicu terjadinya pertikaian  dan perpecahan
4. Berani berbuat maksiat
5. Melenyapkan amal ibadah seorang mukmin
6. Amal ibadah ditolak Allah
7. Allah menjadi murka
Ternyata Allah sampai segitunya ya melarang kita untuk berbuat ghibah. Nah sekarang, apa kalian masih mau berghibah? 

Seandainya kita berada di kumpulan teman-teman yang ngegosip, alangkah baiknya kita menasihati mereka dengan lembut dan kasih sayang, atau segera alihkan pembicaraan pada topik yang lebih bermanfaat. Namun seandainya kita belum memiliki keberanian untuk berbuat demikian, maka diam jauh lebih baik, tidak ikut-ikutan mengomentari, dan segera pergi meninggalkan mereka. Karena khawatir apabila kita hanya diam tapi telinga mendengarkan pembicaraan maka kita termasuk dalam majelis ghibah tersebut, rugi banget ya guys. So, tinggalkanlah teman-teman yang hobi ngegosip dengan tujuan karena Allah, yakinlah Allah akan menggantikan mereka dengan teman-teman yang sholeh untuk kita. 

Friends, kita semangat yuk mencari ilmu agar wawasan menjadi luas, bisa rajin berbagi ilmu dengan teman, ngobrol menjadi berfaedah, berpahala, dan bernilai di mata Allah SWT. Kalau kita fakir ilmu, maka segala ucapan tidak berbobot, akhirnya yang ada hanya ngegosip dan ngegosip lagi. 
Hati-hati loh, jangan membicarakan hal yang buruk, karena Allah selalu hadir menyaksikan perbuatan dan ucapan kita, Allah juga mengutus malaikat khusus untuk mengawasi ucapan kita. “Tak ada suatu kalimat pun yang diucapkan melainkan ada didekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.” (QS. Qaf :18)
Wallahu a’lam bish showab

Previous Post
Next Post

post written by:

Cerdaskan Umat, Raih Kebangkitan!

0 Comments: