Pandemi Kesempatan Bisnis Negara.

Pandemi Kesempatan Bisnis Negara.



Oleh : Watik Handayani*


Penggerusan ilmu agama akibat sistem sekularisme kapitalis. Terus berkubang di pemerintahan anti rakyat. Kesempatan di masa pandemi begitu gencarnya nya. Apa yang mereka dapat hanya uang receh di bumi. 

Jika World Health Organization (WHO) kembali memperbarui, ringkasan ilmiah Transmisi SARS-CoV-2 yang diterbitkan sejak 29 Maret 2020. Isinya terkait, COVID-19 bisa menular melalui udara dan pola pencegahannya. Sebelumnya, 239 ilmuwan dari beragam negara mendapati, Virus Corona bisa menular melalui udara. Hal itu berdasarkan riset mereka yang bertajuk: It is Time to Address Airborne Transmission of COVID-19.


Temuan2 baru terhadap sebaran virus Covid semestinya diiringi tindakan nyata pemerintah untuk memastikan putus rantai penularan. Sementara pemerintah mengonfirmasi temuan PBB bahwa ada peluang sebaran melalui udara (airborne), tidak ada kebijakan antisipasi terhadap pekerja kantoran, pegawai BUMN bahkan PNS.  

Semua rekomendasi berpeluang pada kesadaran dan kehati-hatian  individu. 
Pemerintah semestinya  juga tidak menganggap sepele kasus OTG karena alasan tidak membebani RS, karena OTG terutama dari kalangan milenial di era pelonggaran bisa menjadi sumber ledakan baru. Di masa pandemi di sistem sekuler menjadi tarik ulur pekerjaan demi bisnis semata. 

Kesempatan ini semua dapat dibisniskan sampai pengajaran baru. Kurikulum moderasi makin kuat mendapat legitimasi dengan beberapa perubahan KMA untuk pelajaran PAI dan Bahasa Arab. Demikian pula, penghapusan materi khilafah dan jihad dari mapel fiqih dialihkan ke mapel sejarah dan dibahas dengan perspektif moderasi. 

Sudah biaya profesi guru dan biaya USBN dipangkas sampai milyaran. Sampai mengganti Kurikulum yang tidak baik. Dengan biaya yang begitu besar merubah buku pelajaran. Apa untung nya bagi mereka jika bukan karena ketakutan nya sistem islam yang akan bangkit membawa perubahan. 
Ini berakibat generasi umat tidak mengenal ajaran agamanya. Bahkan menyesatkan generasi yang seharusnya memperjuangkan tegaknya khilafah bisa berbalik menentang  ajaran islam dan menyingkirkannya dari kehidupan. 

Sebagai umat islam, kita meyakini bahwa agama islam adalah agama yang diterima di sisi Allah.

"Sesungguhnya agama di sisi Allah ialah Islam. Tidaklah berselisih orang-orang yang telah diberi Al-Kitab, kecuali setelah mereka memperoleh ilmu, karena kedengkian di antara mereka. Barangsiapa yang ingkar terhadap ayat-ayat Allah, maka sesungguhnya Allah sangat cepat perhitungan-Nya.” [Ali ‘Imran: 19]

Sehinga dari ayat di atas menjadi keyakinan yang harus dimiliki oleh setiap muslim. Artinya, apa yang ada dalam ajaran islam, semuanya wajib diyakini dan dilakukan. Tidak boleh menambahkan dan mengurangi Moderasi ajaran Islam termasuk tindakan yang berbahaya. 

Langkah ini melemahkan ajaran Islam dan melepaskan keterikatan kaum Muslim pada agamanya. Moderasi ajaran Islam berarti mengambil jalan tengah. Bukan ketaatan total kepada Allah SWT. Islam moderat berarti meletakkan diri di antara iman dan kufur, taat dan maksiat, serta halal dan haram.

Seharusnya pelajaran tentang hukum Allah itu diterapkan. Jadi tidak banyak orang yang melecehkan agama. Apalagi sampai menghilangkan nya. Maka dari itu tetap belajar agama yang lurus berdasarkan Al-Quran bukan modern yang manusia buat - buat. Karena islam itu benar tidak bisa di campur dengan kuffar yang lain. Kebaikan dan keburukan tidak sama sehingga waspada itu diperlukan. Hanya di sistem islam yaitu khilafah yang bisa memanusiakan semua umat.


*(Muslimah Menulis Depok) 
Previous Post
Next Post

post written by:

1 komentar: