Remaja Krisis Idola?

Remaja Krisis Idola?


Oleh: Nabila Zidane
Forum Muslimah Peduli Generasi dan Peradaban

Hhhhmmm sekolah dirumah diperpanjang hingga tahun depan, walau katanya sekarang sudah new normal tapi tetep aja takut buat pergi keluar atau berkunjung kerumah teman demi mengusir kebosanan.

Ngapain ya? Makan terus takut gendut, main WA capek juga, nonton drama korea, bikin baper tapi seru.

Memang drama Korea sedang merajai Indonesia bahkan sudah sejak lama kemunculan drama Korea menjadi hiburan tersendiri buat semua kalangan nggak peduli ibu-ibu, terutama para remaja dan anak kuliahan.

Alhasil banyak remaja kita yang mengalami krisis idola. Mereka banyak yang mengidolakan artis seperti bintang film Korea Lee Min Ho.

Nama Lee Min Ho memang sudah tidak asing lagi dikalangan para gadis Indonesia yang suka drama Korea. Pria dengan tinggi 187cm ini kepopulerannya memang sangat luar biasa hingga saat ini. Bahkan tak hanya menjadi pemain film dan drama korea saja, Lee Min Ho juga menjadi bintang iklan.

Selain artis Korea, remaja juga mengidolakan penyanyi bahkan atlet yang sedang tenar dan punya gaya hidup hura-hura. Jarang sekali remaja jaman now yang mengidolakan Rasulullah Muhammad Saw. sosok yang seharusnya menjadi panutan bagi setiap Muslim. Mengapa hal ini terjadi?

Setidaknya ada dua faktor penyebab. Pertama, faktor internal yaitu karena jauhnya generasi Muslim sekarang dari pemahaman Islam yang hakiki. Islam hanya dipelajari sebatas nilai-nilai ujian dan hanya sebatas mengatur ibadah ritual semata.

Padahal Islam mengatur semua perilaku manusia mulai bangun tidur sampai tidur kembali. Dari urusan yang remeh-temeh sampai urusan yang besar dan Rasulullah-lah yang harus menjadi teladan dalam perilaku seorang Muslim, betul tidak?

Namun karena pendidikan yang diterapkan saat ini adalah pendidikan sekuler, Islam tidak diajarkan untuk menjadi acuan hidup dalam semua lini kehidupan.

Faktanya Islam hanya diajarkan di sekolah dengan waktu yang sangat terbatas, itu pun hanya diajarkan kulit-kulitnya saja, ditambah lagi dengan berbagai kesibukan kegiatan ekstrakulikuler sekolah, membuat remaja kita tidak sempat lagi mengikuti kajian Islam di luar sekolah.

Jadilah mereka jauh dari pemahaman Islam. Sampai-sampai ada lho yang tidak tahu kewajiban meneladani Rasulullah Saw. dalam kehidupannya, semoga itu bukan kamu ya?

Kedua, faktor eksternal yaitu adanya serangan barat dalam bentuk serangan pemikiran dan budaya barat terhadap generasi Muslim.

Barat sengaja menyuntikkan racun pemikiran berupa 3F (Fun, Food and Fashion), apalagi media, terutama media sosial saat ini menjadi corong bagi masuknya pemikiran barat.

Itulah mengapa kemudian generasi Muslim menjadi bebek dan mengikuti cara orang barat dalam berperilaku yang hanya mengejar "Have Fun," cara makan yang hanya mengejar gengsi tanpa memandang halal haram, cara berpakaian yang jauh dari batasan hukum syara, pergaulan yang jauh dari adab Islam dan lain-lain, astaghfirullah.

Tentu kondisi tidak boleh dibiarkan. Kita harus menyelamatkan generasi Muslim dari semua virus yang merusak yaitu virus sekuler dan liberal.

Satu-satunya jalan untuk menyelamatkan generasi Muslim adalah dengan memahamkan mereka terhadap Islam kaffah. Dengan cara mengadakan kajian-kajian Islami, membuat kelompok remaja hijrah serta menerapkan sistem pendidikan Islam oleh negara.

Sistem pendidikan Islam akan menjamin pembentukan pola pikir dan pola sikap generasi sesuai dengan akidah Islam dan akan menjaga kepribadian mereka dari berbagai serangan pemikiran dan budaya asing.

Walhasil generasi Muslim tidak akan menjadi generasi pembebek barat bahkan akan menjadi generasi berkualitas pembangun peradaban. Semua itu tentu saja memerlukan peran negara sebagai pelindung dan pelayan umat. Peran negara ini tidak akan pernah bisa terwujud manakala tidak ada institusi negara yang menegakkannya, institusi negara itu bernama khilafah.

Wallahu a'lam
Previous Post
Next Post

post written by:

0 Comments: