Resesi Ekonomi Akankah Mencekik Dunia?

Resesi Ekonomi Akankah Mencekik Dunia?



Oleh: Safiyya Safa
(Penulis Lepas)

Singapura dan Korea Selatan mengumumkan tentang resesi ekonomi yang melanda mereka.  Kelesuan ekonomi ini terjadi di masa pandemi, baik pada penurunan produk domestik bruto dan pertumbuhan ekonomi riil pun bernilai negatif selama dua kuartal secara berturut-turut atau lebih dari satu tahun.  
Situs idxchannel.com (24/7/2020) menjelaskan Singapura terperosok di jurang resesi setelah perekonomiannya minus 41,2% di kuartal II – 2020 berturut-turut.  Di negeri Ginseng mencapai minus 3.3%  dan merupakan kontraksi tertajam sejak kuartal I  yang pernah terjadi di tahun 1998.
Rentenir kelas dunia, IMF di bulan Juni lalu bahkan meramalkan ekonomi global akan terkontraksi hingga 4,9%, lebih buruk dari ramalan sebelumnya pada April yang minus 3%.

Para pengamat ekonomi Indonesia pun melontarkan pendapatnya terkait resesi ekonomi ini. Salah satunya dikutip dari detik.com (23/7/2020) Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Tauhid Ahmad mengatakan negara yang diperkirakan mengalami resesi di kuartal II-2020 adalah negara-negara Uni Eropa (UE). Ia pun menambahkan bahwa negara yang berpenduduk besar seperti Indonesia diperkirakan mengalami resesi di kuartal III-2020. India juga terancam resesi di kuartal III.

Apakah dampak resesi ekonomi pada negara dan masyarakat? Realita yang mengenaskan sebenarnya sudah berbicara di hadapan mata kita. Bisa kita lihat, negara minim pemasukan baik dari sektor riil dan non riil, banyak perusahaan yang melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan daya beli masyarakat di pasaran pun menurun.

Apa saja solusi yang selama ini dipikir mampu mengantisipasi resesi ekonomi? Bergantung pada pinjaman lunak, memberdayakan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), mencari usaha tambahan dan sebagainya adalah langkah-langkah antisipasi yang justru hanya mampu memberikan solusi parsial. Padahal yang diharapkan adalah solusi yang mampu -ever after- menyambung keberlangsungan hidupnya ekonomi baik pada negara juga rakyat.

Ada Sebab Ada Akibat
Mengapa resesi ekonomi terjadi? Bahkan nampaknya akan terjadi secara global karena realita berbicara ekonomi dunia tiarap selama ini.  Namun apakah karena perkara pandemi Covid-19 penyebab dari resesi ini?
Saya berpikir dalam naungan sistem kapitalisme, di mana ekonomi bergantung pada sektor non riil dengan praktik investasi speskulatif yang jelas ribawi serta alat tukar (uang) yang tidak diback-up oleh emas dan perak (fiat money) tentu akan goyah.  Inilah sebabnya, mengapa perekonomian dunia pun colapse.  Apalagi ditambah dengan serangan wabah yang mendunia.

Islam Memiliki Solusi
Islam sebagai ideologi tentu memiliki aturan dalam menjalankan perekonomian negara. Aturan yang dijalankan tentu demi kemaslahatan rakyat yakni terciptanya kestabilan ekonomi dan tidak rentan resesi.
Kebalikan dari apa yang dilakukan dalam sistem kapitalisme, maka Islam fokus menjalankan usaha pada sektor riil. Baik dari pertanian, industri, perdagangan dan jasa; menghentikan praktik ribawi; tidak menjadikan pajak sebagai pemasukan negara; tidak membiarkan badan-badan usaha dan perusahaan berdiri berdasar akad yang tidak sesuai syariah; memberlakukan uang emas (dinar) dan perak (dirham).

Jadi, apakah resesi ekonomi akan mencekik dunia? Tentu hal itu akan terjadi, bila masih bergantung pada sistem kapitalisme.  Penerapan solusi Islam pun jelas harus dilakukan oleh negara, tidak bisa oleh individu atau komunitas saja, yakni di bawah naungan sistem pemerintahan Islam yang akan menerapkan Islam secara kafah.
Wallahu’alam bish shawab.

Previous Post
Next Post

post written by:

0 Comments: