Rezim Oportunis, Wujud Kelamnya Ibu Pertiwi

Rezim Oportunis, Wujud Kelamnya Ibu Pertiwi



Oleh: Ummu Ahtar 
(Anggota Komunitas Setajam Pena)

Dikutip dari cnnindonesia.com (12-07-2020), Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto menyatakan sebagian besar kasus pasien positif virus corona (Covid-19) yang baru ditemukan hari ini kebanyakan berstatus sebagai orang tanpa gejala (OTG). Sehingga, total pasien positif corona di Indonesia secara kumulatif mencapai 75.699 kasus. Dari total itu, sebanyak 35.638 orang dinyatakan sembuh dan 3.606 orang lainnya meninggal dunia.

Himbauan saatnya berdamai dengan Corona, kenyataannya Corona justru semakin senang leluasa mencari inangnya untuk tinggal. Sungguh, dari kebijakan New Normal justru mengalami  peningkatan kasus  yang signifikan disetiap harinya. Malah status OTG lebih menyeramkan karena tidak terlihat kasat mata. Temuan-temuan baru terhadap sebaran Covid-19 semestinya diiringi tindakan nyata pemerintah untuk memastikan putus rantai penularan.  Namun, sepertinya pemerintah lepas tanggung jawab hanya menyuruh diam dirumah,  cuci tangan dan memakai masker. Tanpa ada aturan secara tegas dan menyeluruh, tetapi malah semua rekomendasi berpulang pada kesadaran dan kehati-hatian individu.  

Sekilas pernyataan dari gubernur Jakarta “Dia tidak sadar bahwa sudah terekspos. Artinya kalau saja mereka tidak kami datangi, tim puskesmas tidak melakukan testing, barangkali yang bersangkutan tidak pernah merasa bahwa positif, bahwa dia membawa virus Covid-19,” ujar Anies dalam video yang ditayangkan di akun Youtube Pemprov DKI Jakarta pada Ahad, 12 Juli 2020. “Berbeda kalau positif yang kita temukan adalah yang sakit, yang datang ke Rumah Sakit, datang ke puskesmas."

Mengutip dari IDNTimur (9-07-2020), Kasus ribuan siswa-siswi Sekolah Calon Perwira Angkatan Darat (Secapa AD) terpapar virus corona (COVID-19) membuktikan penyebaran virus tersebut tidak pandang bulu. Terlebih dari siswa yang kini dinyatakan positif, rata-rata merupakan Orang Tanpa Gejala (OTG) dengan usia muda atau millenial. Dikutip dari berbagai sumber, untuk menjadi Siswa-siswi Secapa AD yang ada di Jalan Hegarmanah, Kecamatan Cidadap Kota Bandung, calon siswa mesti berusia di bawah 26 tahun bagi yang berijazah D3, 30 tahun bagi yang berijazah S1, dan 32 tahun bagi yang berijazah S1 Profesi.

Pemerintah semestinya  juga tidak menganggap sepele kasus OTG, dengan alasan tidak membebani RS. Karena OTG terutama dari kalangan milenial di era pelonggaran bisa menjadi sumber ledakan baru. Lalu, sampai kapan corona berakhir?. 

Sebelumnya rezim memang memberikan kebijakan yang asal-asalan. Misal tidak menerapkan karantina,  namun menutup akses umum yaitu PSBB (pembatasan sosial berskala besar) dan berujung kemorosotan ekonomi. Banyak perusahaan gulung tikar, phk massal dan minimnya lapangan kerja. Ironisnya rezim tak mau disalahkan,  akhirnya muncul bantuan seperti kartu prakerja,  penurun tagihan listrik atau bantuan 600 ribu perbulan dan ternyata itu bersyarat bahkan ada embelnya kampanye. Kebijakannya terus menuai kritikan, akhirnya muncul semisal perppu no 1 tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan sebagai tameng untuk melindungi kebengisan rezim.  Bahkan perppu-perppu lain yang bahkan melonggarkan kebengisan penjajah untuk menjarah kekayaan ibu pertiwi ini. Hingga menuai protes berbagai pihak akhirnya berujung pada" New Normal". Dan terus berjalan hingga kasus ini semakin parah menuju "Herd Imunity".  Sungguh kembali pada kehidupan rimba yang kuat yang bertahan dan yang lemah akan menjadi korban.  

Potret kelam rezim terus menampakkan bahwa rezim ini tak mau tanggung jawab tentang perlindungan rasa aman dan nyaman. Bahkan, justru memojokkan rakyat. Dan rakyat semakin dibodohi dengan sistem yang sejatinya hanya memuaskan nafsu para Kapitalis dan anteknya. Sistem yang tujuannya hanya meraih keuntungan materi semata tanpa menoleh pada dorongan ruh.  Sungguh rakyat sejatinya perlu berfikir bahwa sistem ini perlu diganti bukan malah menjadi tambal sulam. Allah SWT mengingatkan,
”Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?” (QS Al Maidah ayat 50)

Islam mempunyai aturan yang kompleks yang bersumber dari Al Quran dan As Sunnah.  Aturan yang berasal dari Allah SWT  sebagai Maha Pencipta dan Maha Pengatur.  Bukan dari aturan sang makhluk yaitu manusia yang lemah dan serba terbatas. Perbedaan ini membuktikan bahwa ideologi Kapitalisme atau yang bukan selain Islam perlu ditinggalkan. 

Dalam sejarah, Islam memberikan contoh terbaik dalam mengatasi suatu wabah. Seperti metode karantina yang sudah diterapkan sejak zaman Rasulullah saw. Seperti mencegah wabah penyakit menular menjalar ke wilayah lain. Untuk memastikan perintah tersebut dilaksanakan, Rasul saw. membangun tembok di sekitar daerah yang terjangkit wabah. Peringatan kehati-hatian pada penyakit kusta juga dikenal luas pada masa hidup Rasulullah saw. Abu Hurairah ra. menuturkan bahwa Rasulullah bersabda, “Jauhilah orang yang terkena kusta, seperti kamu menjauhi singa.” (HR al-Bukhari).

Rasulullah saw. juga pernah memperingatkan umatnya untuk jangan mendekati wilayah yang sedang terkena wabah. Sebaliknya, jika sedang berada di tempat yang terkena wabah, mereka dilarang untuk keluar. Beliau bersabda:Jika kalian mendengar wabah terjadi di suatu wilayah. 

Untuk menangani wabah, Khalifah menggunakan pendapatan  negara dan kepemilikan umum. Pos harta kepemilikan umum berasal dari pengelolaan SDA. Yang mana hasilnya dikembalikan secara langsung kepada rakyat seperti layaknya subsidi. Selain itu pengeloaan harta umum digunakan untuk perbaikan infrastruktur dan kebutuhan lainnya.

Baitulmal memainkan peranan yang sangat penting dalam memacu dan mengembangkan sistem ekonomi Islam. Hal ini menjadikan salah satu faktor kemajuan negara Islam yang sangat bergantung pada kestabilan ekonomi. Sehingga negara tercipta kemandirian ekonomi yang kuat tanpa bergantung pada bangsa lain.

Sepatutnya negeri ini menjadi pemerintahan yang mandiri, yang adil dan steril dari kerakusan kaum kapitalis. Hanya pemerintahan khilafah Islam yang bisa mewujudkannya. Sehingga kita perlu melanjutkan kehidupan ini sesuai syariat yang diajarkan Rasulullah SAW  dan perintah Allah SWT. Agar dunia menjadi rahmatan lil alamin. Seperti firman Allah dalam surat An Nur ayat 55 yaitu
“Allah telah menjanjikan kepada orang-orang di antara kamu yang beriman dan mengerjakan amal saleh, bahwa Dia sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi  sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah Dia ridhai (Islam). Dan Dia benar-benar akan mengubah (keadaan) mereka, setelah berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tidak mempersekutukan-Ku dengan sesuatu pun. Tetapi barang siapa (tetap) kafir setelah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.”  
Wallahu a'lam bish-shawab.
Previous Post
Next Post

post written by:

Cerdaskan Umat, Raih Kebangkitan!

0 Comments: