RUU HIP,  Buah  dari Kapitalis  Liberalis, Wajib Dibatalkan

RUU HIP, Buah dari Kapitalis Liberalis, Wajib Dibatalkan




Belum usai  dari wabah corona, tiba - tiba umat dikagetkan dengan informasi aktual  pembahasan rancangan undang undang Haluan Ideologi Pancasila
( RUU HIP) . 

Menurut pengamat politik siti zuhro, bahwa RUU HIP telah memunculkan perdebatan dan resistensi yg meluas. 
Penolakan keras dari berbagai kalangan pun tak bisa dihindari. 
(republika,Co.id.14/06/2020).

RUU HIP yang  diajukan ke DPR ini, bermula dari pembahasan rapat pertama tgl 11 Februari 2020,rapat ini diketuai dan dipimpin oleh politikus dari fraksi PDIP Rieke Diah pitaloka. 
Disetujui 7 fraksi , dan ditolak oleh  dua  fraksi

Mengapa RUU HIP ini lahir? 

Terkait hal ini, mereka berpendapat perlunya ada payung hukum untuk melaksanakan falsafah Pancasila dan mendidik generasi bangsa agar memiliki mental dan karakter Pancasila. 
Tapi jauh dari harapan. 
Isi dari RUU HIP ini banyak cacat yg terkandung didalamnya. 

RUU HIP yang diajukan ke DPR ini dinilai telah berani memasuki area dasar dan falsafah negara Pancasila hendak dirubah menjadi Trisila dan Ekasila. Ini kental sekuleristik dan ateistik. 
Maka tak  heran banyak yang menolak. 

Tadinya, RUU HIP ini, diharapkan menjadi payung hukum kebijakan pembangunan negara, Tapi justru banyak menuai perdebatan yang keras.

Dalam pasal 7 ayat  2 pun, terdapat kerancuan , ketuhanan yang berkebudayaan dengan menjalankan agama sesuai dengan kepercayaannya  masing - masing menurut kemanusiaan yang adil dan beradab. 

Dari segi ekonomi pun kental dengan arahan kapitalis, yang diwacanakan ekonomi berdasarkan pancasila yakni  ekonomi gotong royong, alih alih untuk memudahkan , melancarkan dan mensejahterakan rakyat Indonesia, tapi...justru memantik persaingan kotor, berbisnis dengan cara kotor /riba. 

Seperti yang terdapat dalam pidato jokowi tertanggal  21 Juli 2016 
Terkait bahasan ekonomi Indonesia agar berasaskan ekonomi gotong royong yakni ekonomi nasional atau ekonomi Pancasila. 

Jokowi menyarankan diharapkan setiap koperasi kerjasama, agar saat pinjam uang ke Bank yang tadinya jika  koperasi pinjam 20 jt, bisa turun satu milyar , jika setiap koperasi gotong royong kerjasama /digabungkan. 

Nah, jelas hal ini memicu rakyat untuk praktek dalam ekonomi riba, sedangkan Islam mengharamkan aktivitas ekonomi riba. 

Begitulah kiranya , Pancasila yg digadang gadang akan menjadi dasar aturan hidup, baik mendidik  mental berbudaya dan ekonomi gotong royong di kalangan rakyat, justru, setelah adanya pembahasan RUU HIP ini, Pancasila diperas menjadi  Trisila  dan Ekasila, memunculkan dan mengarahkan mental dan budaya lebih sekuler lagi dan lebih ateis lagi. 

Karena dari RUU HIP ini tergambar kejelasan sebuah rezim yang sangat memusuhi Islam,  buktinya dgn tidak mencantumkan tap MPRS nomor 25 tahun 1966, terkait pelarangan terhadap tiga ideologi marxisme, Leninisme / komunisme, yang akan tumbuh subur jika RUU HIP ini mulus dilegalkan dan akan menjadi alat gebuk praktis kepada lawan politik terutama yang berjuang tuk tegakan Khilafah. 

Karena dari ujaran kebencian Hasto K. Terkait Khilafah disejajarkan menjadi Ideologi Khilafahisme. dilarang tegak di Indonesia. 

Akhirnya kita tau niat busuk para rezim saat ini, tak ada lawan yang serius yang harus dilenyapkan selain Islam.

Maka dari itu, terkait 
RUU HIP ini jika tak digencarkan GELOMBANG PENOLAKAN? 

Bisa jadi ketok palu tengah malam tertanda RUU HIP disahkan. Sebagaimana yang sering terjadi pemaksaan disetujui sepihak tanpa rasa malu melakukan pelegalan tengah malam.

Dan, jika RUU HIP ini tidak dicabut dari baleg( badan legislatif) bisa jadi...suatu saat dibahas lagi... Lagi... dan lagi, yang akhirnya bisa saja disahkan sepihak tanpa diketahui rakyat. 


Jadi, jelas.... 
Inti dari RUU HIP ini kental dengan ingin membangkitkan  kembali Ideologi  PKI. 

Ingin merubah Ideologi Islam dgn PKI. 
yang jelas telah menorehkan luka yang dalam di benak rakyat Indonesia terutama umat Islam. 

PKI terbukti sangat bengis licik sadis, penuh tipu daya dan intrik yang ia gunakan tuk menumpas ganas manusia dengan cara tak beradab. 

seperti yg terjadi saat kepemimpinan Lenin di Sovyet telah membantai 500 . Jt jiwa nyawa melayang. 

Begitu pun di Indonesia kejamnya PKI membantai 7 Jendral dgn bengis tanpa rasa kasian  dimasukan ke lubang buaya. 

Haruskah, hal ini terulang kembali? 

Ya, jika kita tak gencar suarakan dakwah Islam. 

Karena Islam satu satunya Ideologi yg mampu menuntaskan semua masalah hidup. 

Islam sagat beda dgn Ideologi lainnya. 

Islam sesuai akal dan sesuai fitrah manusia. 

Islam  mampu menjelaskan fikrah dan thariqah secara rinci, dan jelas. 

Sungguh Islam telah menjadi peradaban gemilang, Islam telah menorehkan tinta emas selama 14 abad lamanya. 

Islam mampu menjadi negara adidaya, disegani kawan ditakuti lawan. 
Dengan pemimpinnya yg kuat , seorang Kholifah yg mampu menjalankan hukum Alloh, di bawah naungan Khilafah. 

Contoh ketika Umar bin abdul Azis menjadi pemimpin Umat muslim sedunia. Hanya dalam waktu 2.5 tahun mampu mensejahterakan manusia, baik muslim maupun non muslim. 

Itulah keunggulan Islam jika  Syariatnya diterapkan, dalam Sistem Khilafah, bukan Sistem lain. 

Sejatiya kita berharap Khilafah segera terwujud, disaat kekacauan politik ini menghimpit negeri. 

dan Kapitalis telah merasakan sekaratnya saat ini , saat pandemi belum berakhir. hingga mereka 100℅ bergandeng tangan dgn komunis tuk tumbangkan Islam. 

Bedanya  dgn kita? 
100℅ bergandeng tangan tuk perjuangkan Khilafah, tugas kita menyadarkan umat dgn mendakwahkan Islam Kaffah kpd umat. 

agar segera Khilafah tegak , dan yakin Khilafah akan tegak , karena janji Alloh itu PASTI. 


Wallahu alam bishshawab.


Majalaya
07 Juli 2020


Oleh
Lilis Lina Nastuti
Ummu Bagja Mekalhak


#Amk5
#PenulisBelaIslam
#TolakRuuHip
#TolakIdeologiKomunis
#TegakanKhilafah
#GanyangKerasPKI
#BersatulahMuslim
SeduniaDalamNaungan
Khilafah
Previous Post
Next Post

post written by:

Cerdaskan Umat, Raih Kebangkitan!

0 Comments: