SEBAGIAN BESAR KASUS BARU COVID -19 OTG,TAK BEBANI RS.

SEBAGIAN BESAR KASUS BARU COVID -19 OTG,TAK BEBANI RS.



Jakarta CNN Indonesia,juru bicara pemerintah untuk penanganan covid 19,Ahmad yurianto menyatakan sebagian besar kasus pasien positif  terkena virus corona .

Kasus tersebut baru ditemukan kebanyakan berstatus sebagian orang tanpa gejala,(OTG) .

Ahmad yurianto menyatakan pasien dengan status OTG sama sekali tak merasakan keluhan dan tak merasakan sakit apapun,meski sudah dinyatakan positif covid 19.


Secara keseluruhan sebagian kasus baru yang kita dapatkan pada hari ini adalah kasus baru yang tidak ada indikasi untuk dirawat dirumah sakit.

Kata yurianto dalam konferensi persnya dikantor BNPB dijakarta,minggu (12-7).

Lihat juga update corona 12 juli 75 699 ribu positif,dan sembuh 356,638.

Melihat hal itu yurianto berpandangan pasen covid 19 dengan status OTG wajib melaksanakan karantina mandiri secara ketat, hal itu bertujuan agar tak menjadi sumber penularan bagi orang lain.

Yurianto menyatakan beban rumah sakit tak terdampak saat ini,meski kasus baru positif covid 19,mengalami peningkatan... Masalahnya ini semua dikarenakan pemerintah sendiri,belum masanya new normal sudah diperbolehkan beraktipitas seperti biasa,padahal covid 19 masih banyak yang mengakibatkan permasalahan baru,muncul covid 19 melalui udara,bisa saja dari perkumpulan banyak orang didalam ruangan tertutup yang ada AC nya,akan berpeluang besar terjangkitnya virus melalui udara.

Penanganan covid 19 tidak akan mampu teratasi dengan tuntas selama sistem kapitalis sekuler masih di terapkan di negara kita, yang dilihatnya hanya dari sisi ekonomi,sedangkan nyawa manusia tidak diperhatikan,padahal seharusnya peran pemimpin wajib melindungi umatnya ,karena seorang  pemimpin akan di minta pertanggung jawabannya di hadapan Allah Swt.

Maka berbeda peran pemerintah dalam sistem Islam akan sungguh - sungguh mengatasi wabah ini,dengan meneladani Rasulullah SAW,dan seperti upaya khalifah umar bin khotob,saat menghadapi tho'un pada masanya.

Rasulullah SAW,bersabda"Apa bila kalian memdengarkan wabah disuatu tempat maka janganlah memasuki tempat itu,dan apabila terjadi wabah sedangkan kamu sedang berada ditemapat itu maka janganlah keluar dari nya",(HR. Imam muslim).

Khalifah Umar pun memgambil kebijakan lockdown untuk mencegah penyebaran penyakit dan metode karantina,juga memenuhi seluruh kebutuhan masyrakat,dan masyarakat juga harus berupaya menjaga kesehatan,dengan sering mencuci tangan,pake masker dan jaga jarak.

Semua kebijakan tersebut menjadi solusi berakhirnya wabah,dan dapat diwujudkan saat Syariah Islam diterapkan secara kaffah dibawah naungan Khilafah Rasyidah.

Penulis : Cici Rusmiati /Ibu Rumah tangga Cimariuk.
Previous Post
Next Post

post written by:

Cerdaskan Umat, Raih Kebangkitan!

0 Comments: